Bangun Sitohang: Selagi Ada Pancasila , Negara RI Tetap Ada

Bangun Sitohang: Selagi Ada Pancasila , Negara RI Tetap Ada

69
0

JAKARTA – Di Bulan Maret ini hampir semua elemen masyarakat dari mulai kalangan Elite sampai warung kopi merebak perbincangan tentang eksistensi Negara RI 2030, yang sumbernya dari pernyataan Ketum salah satu Partai politik papan atas.

Ulasan berita mingguan masalah kebangsaan kali ini, Tim Redaksi mencoba meminta pendapat seorang Kader Pemuda Pancasila yang juga pernah 2 kali menjabat Wakil Sekjen Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila dan saat ini juga fungsionaris bidang Idiologi, politik dan pemerintahan, Bangun Sitohang.

Saat redaksi menemuinya di Kedai Bakso Huu Haa di Jalan Raya Condet Batu Ampar Nomor 7 Jakarta Timur, redaksi beretanya soal pandangannya terkait pernyataan Negara RI pada tahun 2030 akan bubar. Bung Tohang dengan santai menjawab, silahkan saja setiap WNI mengemukakan pendapatnya karena itu dijamin konstitusi kita, hanya sebagai opinion leader pernyataannya harus yang terukur dan bukan emosional dan persepsi. Karena kalau mau jadi pemimpin pancasilais harus punya nilai juang setiap ujarannya.

Bung Tohang yang juga aktif mengulas nilai-nilai menjadi orang Indonesia mengatakan bahwa Bangsa dan Negara (nation and state) dengan sebutan Indonesia adalah hasil perjuangan pergerakan untuk merdeka bukan hadiah atau diberikan kelompok atau penjajah. Dengan demikian setiap jengkal tanah air patut kita jaga dan yakini kitalah pejuangnya untuk mempertahankan Negara RI.

Jika ada pihak yang ragu akan kelangsungan Negara nya, maka perlu belajar bagaimana menjadi Orang Indonesia. Karena hanya orang Indonesia yang yakin tetap ada bangsa dan negaranya, dan perjuangan mengisi kemerdekaan adalah bagian patriotisme anak bangsa.

Redaksi mempertanyakan makna patriotisme, oleh bung Tohang secara santai mengungkapkan bahwa setiap upaya merongrong persatuan dalam bingkai NKRI pasti gagal, karena perjuangan bangsa Indonesia diyakini juga Berkat Rahmat Allah yang maha kuasa serta didorong keinginan luhur. Jadi maknanya bahwa janganlah kita berjuang untuk mengisi kemerdekaan hanya kalau kita sudah dapat jabatan atau kekuasaan, melainkan marilah kita berjuang dari RASA CINTA TANAH AIR bukan ambisi pribadi atau kelompok. Jika motivasinya tidak luhur, maka nilai juangnya belum sinerji dengan semangat para pendiri bangsa.

Ketika ditanyakan apakah Bung Tohang yakin Indonesia bubar 2030? Secara tegas Bung Tohang mengatakan; Ingatlah SELAGI PANCASILA ADA, NEGARA RI TETAP ADA. Karena hanya Pancasila yang menjadi nilai Ideal sebagai pijakan dasar filosofis berbangsa dan bernegara yang tertuang normatifnya dalam UUD 1945. Di sana jelas dalam pembukaan UUD 1945, “…dan perjuangan kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu disusun dalam suatu UUD Negara RI…” dengan demikian ada pembukaan yang melekatkan nilai Pancasila dan Konstitusi Negara RI. Dalam kaitannya bahwa Negara RI eksis dengan nilai Ideal Pancasila dan semua konsep kemerdekaan operasionalnya dalam UUD 1945.

Ditambahkan Bung Tohang, dari alasan landasan filosofis negara berdiri, dikatakannya selagi ada Pancasila masih ada Negara RI. Untuk itu jika masih yakin dengan Pancasila dan UUD 1945, maka tetap yakin ada Negara RI. Rendahnya semangat juang seseorang itu cenderung cara berpikirnya egosentris dan otoritarian, dalam halmana seolah-olah negara ada karena individunya atau kelompoknya saja yang berjuang. Pejuang Indonesia selalu mengatakan…..maka kami bangsa Indonesia….”bukan menurut saya atau kita” …inilah anomali kepemimpinan yang tidak menganut kebersamaan dalam konsep persatuan Indonesia.

Pesan Bung Tohang, kitalah yang menjaga NKRI , kalau ada yang ragu dengan eksistensi bangsa dan negara ini, mungkin Pancasila dan UUD 1945 belum sepenuhnya dijiwai. Masih banyak kita yang hanya memahami belum mengimplementadikan nilai Pancasila , dan masih menjadikan pancasila hanya “alat” perjuangan bukan ideologi perjuangan. Cepat atau lambat belajar dari sejarah bangsa, hanya orang yang cinta tanah air yang tetap menjaga Negara ini, ujar bung Tohang. (Zul/Endi)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY