Belajar Menjadi Orang Indonesia Dari Semangat Kebangkitan Nasional

Belajar Menjadi Orang Indonesia Dari Semangat Kebangkitan Nasional

18
0

NIKMAT hidup menjadi Orang Indonesia saat ini patut kita syukuri bersama dan tugas kita adalah mengisi tujuan kemerdekaan Indonesia. Harus kita ingat, setiap generasi punya sejarah dalam perjuangan mendirikan bangsa dan negara Indonesia.

Sejarah juga membuktikan setiap generasi yang dalam perjuangannya melakukan penghianatan terhadap perjanjian luhur bangsa Indonesia selalu berhadapan dengan generasi yang memiliki jiwa Orang Indonesia. Yang ingin saya katakan, Orang Indonesia pasti cinta tanah airnya sebaliknya hanya penghianat bangsa yang tidak cinta tanah airnya, apalagi tidak pernah berjuang untuk mendirikan negara bangsa Indonesia.

Pertanyaan kemudian, apakah kemerdekaan bangsa terjadi begitu saja? Tentu tidak. Melainkan melalui proses perjuangan yang saling terkait dan memiliki semangat berkelanjutan yaitu semangat ingin menjadi satu bangsa Indonesia. Semangat tersebut tercetus dalam wujud KEBANGKITAN NASIONAL tanggal 20 Mei 1908.

Dari perspektif kematangan politik generasi muda setelah 20 tahun kemudian tercetus wujud SUMPAH PEMUDA tanggal 28 Oktober 1928 yang melahirkan konten kebangkitan nasional dalam wujud ingin punya tanah air, jadi satu bangsa dan punya bahasa yang satu dalam sebutan INDONESIA.

Titik perjuangan menjadi bangsa yang merdeka tanggal 17 Agustus 1945. Ada yang menarik untuk kita pahami bersama dalam fase perjuangan bangsa Indonesia jika dilihat dari dimensi pancaroba politik setiap gererasinya. Terlihat bahwa apa yang terjadi setiap fase perjuangan, cenderung memiliki nilai dasar yang sangat menentukan dan berkelanjutan setiap estafet generasinya.

Jika kita cermati dalam pembukaan UUD 1945 terdapat 5 kata kunci yang perlu dipahami generasi pasca kemerdekaan di antaranya kata ; MERDEKA, BERSATU, BERDAULAT, ADIL DAN MAKMUR. Jika kita urai sejarahnya tergambar rangkaian kata yang kalau “terjemahan imajiner semangat” bahwa (tahun 1908 adalah kesadaran baru bahwa semua tantangan dalam perjuangan bangsa harus dilawan dengan nilai persatuan); (Tahun 1928 adalah wujud nyata sumpah bersatu) dan (Tahun 1945: menjadi merdeka dan berdaulat karena kuatnya persatuan senasib sepenanggungan merdeka atau mati).

Jika 3 kata tersebut sudah tercermin, maka seharusnya Pasca Kemerdekaan ; memaknai KEBANGKITAN NASIONAL ZAMAN NOW, adalah tugas kita untuk mengkonkretkan nilai perjuangan yang 2 kata lagi yaitu (ADIL dan MAKMUR).

Wujud konkret adil dan makmur, secara sosio ekonomi cenderung diperoleh dengan upaya nyata pembangunan fisik dan psikis (sandang pangan dan papan) dan kemajuan SDM nya melalui pendidikan dan kesehatan yakni untuk mewujudkan tujuan kemerdekaan diantaranya yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hanya bangsa yang cerdas yang bisa menuju kemakmuran , hal ini terlihat dari kompetisi global antar bangsa di Dunia. Secara gradual, kata makmur memperlihatkan serba kecukupan dan tidak berkekurangan yang pasti semua ini produk sebuah konsep berpikir ADIL. Implementasi adil dan Makmur adalah dengan menjadikan kebangkitan nasional zaman now sebagai fase menuju Indonesia yang cerdas dan sejahtera.

Dari mana kita mulai? Tentu dari kesadaran setiap anak bangsa untuk cinta tanah air, kesadaran satu bangsa, sehingga setiap generasi fase pasca kemerdekaan, konsep berpikirnya untuk kemajuan Indonesia. Oleh karenanya marilah kita berbuat sesuai talenta yang kita miliki.

Dalam konsep pendidikan (sebagai sebuah proses kehidupan) sebagaimana yang dicanangkan UNESCO, setidaknya ada 4 poin penekanan pendidikan sebagai arah kemajuan bangsa untuk menghadapi dunia global yaitu (1. learning to know ; 2. Learning to do ; 3. learning to be ; 4. learning to live together ). KNOW bangsamu dan tantangannya – TO DO mengajak kita berbuat untuk kemajuan bangsa dan antar bangsa dunia – TO BE mengajak kita jadi pelaku pembangunan dengan konsep jatidiri Indonesia – TO LIVE TOGETHER mengajak kita untuk menjaga hubungan antar anak bangsa dan dunia internasional. Semoga Kebangkitan Nasional Zaman Now membawa kita menjadi bangsa yang cerdas dan sejahtera.

Sekedar catatan bahwa jika kita membahas persoalan bangsa dan negara, maka cara berpikirnya tetap menggunakan nilai Pancasila (etika politik kebangsaan) dan perilaku politik kebangsaan normanya dari UUD 1945 (Konsep Budaya Politik) Selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 110 tahun.

Bangun sitohang

Ketua Kajian Nilai Menjadi Orang Indonesia (KANIMOI).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY