Bulan Ramadhan ini Perempuan di Arab Sudah Bisa Mengemudi

Bulan Ramadhan ini Perempuan di Arab Sudah Bisa Mengemudi

10
0
Foto : AFP/ Amer HILABI Belajar Mengemudi l Seorang perempuan Arab Saudi sedang belajar mengemudikan mobil di sekolah mengemudi di Jeddah pada 7 Maret lalu. Kaum perempuan Arab Saudi ramai-ramai belajar mengemudikan kendaraan setelah Dirjen Departemen Lalu Lintas mengumumkan mulai 24 Juni larangan perempuan untuk mengemudi dicabut secara resmi.
banner 300x250

ARAB-Juni tahun ini, pemerintah Arab Saudi kali pertama memperbolehkan perempuan menyetir mobil. Dilansir dari BBC pada Sabtu (19/5), menjelang pencabutan larangan tersebut,  Arab Saudi menahan tujuh pendukung hak-hak perempuan.  Alasan penangkapan itu tidak jelas. Para aktivis mengatakan, pihak berwenang berusaha membungkam perempuan.

Saluran berita negara kerajaan melaporkan bahwa mereka telah ditangkap karena melakukan kontak negosiasi dengan kekuatan asing. Tujuh orang yang ditahan itu terdiri dari lima aktivis perempuan dan dua aktivis laki-laki. Mereka termasuk Loujain al-Hathloul dan Eman al-Nafjan, yang secara terbuka menentang larangan mengemudi yang akan dicabut pada 24 Juni.

Menurut Human Rights Watch, baik Nafjan dan Hathloul menandatangani petisi pada tahun 2016 untuk menghapuskan sistem perwalian pria, yang mencegah perempuan bepergian ke luar negeri, menikah atau mendapatkan paspor tanpa izin dari wali pria.

Human Rights Watch mengatakan mereka semua ditangkap pada 15 Mei, tetapi pihak berwenang belum memberikan alasan penangkapan.

Kelompok hak asasi mengatakan aktivis telah menerima panggilan telepon dari pengadilan kerajaan pada Bulan September lalu. Panggilan tersebut memperingatkan mereka agar tidak berbicara kepada media. “Panggilan itu dilakukan pada hari yang sama pihak berwenang mengumumkan bahwa mereka akan mencabut larangan mengemudi bagi perempuan,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Hathloul sendiri telah ditahan dua kali, pada tahun 2014 ketika dia berusaha untuk melintasi perbatasan dari Uni Emirat Arab. Sebagai hukuman, dia harus melayani di pusat detensi remaja selama 73 hari.

Nafjan juga menjadi berita utama pada tahun 2013 ketika dia memfilmkan aktivis perempuan lain yang mengemudi melalui Ibu Kota Saudi, sebelum diberhentikan oleh polisi. Nafjan dibebaskan, tetapi menolak menandatangani surat prjanjian agar tidak mengemudi lagi.”Tampaknya satu-satunya kejahatan yang dilakukan para aktivis ini adalah menginginkan perempuan untuk mengemudi sebelum Muhammad bin Salman,” kata Direktur Human Rights Watch Timur Tengah, Sarah Leah Whitson.

Arab Saudi mencabut larangan mengemudi bagi perempuan pada September tahun lalu, dengan reformasi mulai diberlakukan bulan depan.Hal ini merupakan salah satu dari sejumlah reformasi baru-baru ini di negara yang dikreditkan kepada Putra Mahkota yang berusia 32 tahun, Mohammed bin Salman, yang telah mempelopori program Vision 2030 untuk mendiversifikasi kekuatan ekonomi Saudi dari minyak dan membuka masyarakat Saudi.

Reformasi yang dilakukannya juga akan memungkinkan perempuan memulai bisnis tanpa izin dari seorang pria.

banner 300x250

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY