Direktorat Organisasi Kemasyarakatan Kemendagri Gelar Pertemuan dengan Ormas-Ormas Keagamaan dan Kepemudaan

Direktorat Organisasi Kemasyarakatan Kemendagri Gelar Pertemuan dengan Ormas-Ormas Keagamaan dan Kepemudaan

12
0
banner 300x250

JAKARTA – Guna membahas isu-isu strategis yang terjadi dan berkembang pasca kejadian mako brimob dan teror bom yang terjadi d surabaya dan Mapolda Riau, Ditjen Polpum Kemendagri melalui Direktorat Organisasi Kemasyarakatan menggelar pertemuan melalui Focus Group Discussion (FGD) Komunikasi Sosial Kemasyarakatan dan Pembahasan Isu-Isu Strategis Bidang Keormasan dengan beberapa ormas keagamaan nasional, pada hari Rabu (16/5/2018) bertempat di Ruang Rapat Situation Room lantai 4 Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri.

Hadir dalam pertemuan ini ormas2 keagamaan dan kepemudaan antara lain: Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Persekutuan Gereja-Gereja 2 di Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma Indonesia,  Perwakilan Umat Budhha Indonesia (WALUBI), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), ormas yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Forum Kerukunan Umat Beragama Prov. DKI, GP Anshor, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

Dalam pertemuan ini, seluruh peserta mengecam keras kejadian terorisme yang terjadi. Hal ini menjadi atensi bersama semua perwakilan organisasi untuk melakukan sinergitas menyikapi berbagai hal, antara lain meminta Pemerintah untuk :

Pertama, segera mengatasi, deteksi dini, mencegah, menetralisir keadaan,  menjaga ketentraman dan ketertiban umum atas berbagai aksi teroris yang terjadi.

Kedua, melakukan langkah konkrit untuk menghentikan penyebaran paham radikal dan potensi pemecahan SARA.

Ketiga, meningkatkan peran ormas untuk dapat secara aktif melawan gerakan-gerakan  radikalisme, memberikan penjelasan ke masyarakat luas, dan menyadarkan berbagai kelompok masyarakat atas faham radikalisme.

Keempat, penting untuk menjaga sinergitas antara kelompok agama dan kelompok masyarakat melalui dialog bersama antara organisasi kemasyarakatan yang dilakukan secara keberlanjutan.

Direktur Ormas La Ode Ahmad menyampaikan, bahwa hasil dari pertemuan hari ini akan ditindaklanjuti dalam pertemuan dengan Tim Terpadu Pengawasan Ormas yang terdiri dari kementerian/lembaga terkait guna membicarakan konsep dan kebijakan yang strategis terkait cegah dini, tangkal, deteksi dini dan pencegahan dini terhadap paham sampai tindakan/aksi terorisme.

Lebih lanjut La Ode meminta kepada semua ormas nasional untuk ikut menciptakan suasana kondusif dn melakukan upaya-upaya preventif deradikalisasi.

Pimpinan ormas keagamaan agar memberikan pemahaman kpd umat masing-masing dan masyarakat untuk menjaga pilar-pilar kebangsaan dan bersama-sama  menghentikan ujaran-ujaran kebencian dan informasi hoax yang tidak bisa dpertanggungjawabkan.

Pertemuan ini juga dhadiri  Staf Khusus Menteri Bidang Pemerintahan Budi Prasetyo,  Staf Khusus Menteri Bidang Politik, Arif Syahrial.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri. Budi Prasetyo menambahkan agar  seluruh pemuka agama ikut mendorong para jamaahnya untuk berpartisipasi membantu pemerintah memerang berkembangnya pemikiran radikal di masyarakat.

“Bersama, mari kita mencerahkan rumah umatnya masing-masing untuk antisipasi pencegahan radikalisme,” pinta Budi Prasetyo.  (Fdj)

banner 300x250

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY