Japto Tegaskan Hinnga Saat ini Pemuda Pancasila Tidak Pernah Bergeser untuk Kembali...

Japto Tegaskan Hinnga Saat ini Pemuda Pancasila Tidak Pernah Bergeser untuk Kembali ke UUD 1945

27
0
banner 300x250

JAKARTA – Menanggapi adanya sejumlah tokoh nasional dan pensiunan mantan Jenderal TNI (Purn) menyampaikan keprihatinannya atas persoalan bangsa akhir-akhir yang mengancam ketahanan nasional untuk kembali kepada UUD 1945, dinilai Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila KRT., Japto Soelistyo Soerjosoemarno, S.H, sebagai langkah yang baik.

Dengan diamandemennya UUD 1945 oleh DPR beberapa tahun lalu, menurut Japto,  membuat rasa primodialisme setiap daerah timbul. Akibatnya timbul daerah yang merasa kaya akan semakin kaya begitu  sebaliknya dengan daerah yang tidak kaya.

“Ini artinya tidak ada managemen yang tertata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Japto kepada INDONEWS di Balai Sarwono, Senin (21/5/2018)malam.

Karena itu, Japto mengaku dirinya tidak heran banyak elemen bangsa menginginkan untuk kembali ke UUD 1945. karena merasakan UUD 1945 telah dirubah-rubah dan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Dan ini telah jauh dilakukan Pemuda Pancasila disaat  pada awal UUD 1945 diamandemen oleh DPR beberapa tahun puluh tahun lalu.

“Jika kemarin beberapa purn Jenderal menyerukan agar kembali ke UUD 1945 saya bilang terlambat, karena Pemuda Pancasila lebih awal senyerukan hal itu saat terjadinya Amanden. Sebab Pemuda Pancasila lahir dalam rangka mendukung Dektrit Presiden 5 Juli untuk kembali ke UUD 1945. ” tegas Japto.

Karena itu, Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menyerukan kepada semua elemen masyarakat agar kembali ke UUD 1945. Untuk itu, “Sejak diamandemen UUD 1945 hingga saat ini Pemuda Pancasila tidak pernah bergeser untuk kembali ke UUD 1945,” ujarnya.

Lebih lanjut Japto mengimbau kepada semua elemen untuk bersatu untuk kebaikan. Karena hal itu merupakan salah satu jalan untuk membuat Indonesia maju dan lebih baik. (hdr)

banner 300x250

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY