Kutuk Teror Bom Surabaya, Din Syamsuddin: Pelaku Tak Berperikemanusiaan

Kutuk Teror Bom Surabaya, Din Syamsuddin: Pelaku Tak Berperikemanusiaan

29
0
(Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsudin menghadiri acara di DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Minggu, 13 Mei 2018. Foto: Wahyu Muntinanto/Okezone)

DEPOK – Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsudin, mengutuk secara keji tindakan dilakukan oleh pelaku teror bom bunuh diri yang terjadi di tiga lokasi rumah ibadah gereja di Surabaya yakni Gereja Santa Maria, Gereja Usula dan gereja dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) cabang Surabaya, Jawa Timur. Ia juga menyampaikan rasa keprihatinan yang begitu mendalam atas terjadinya aksi dan tindak kekerasan berupa pengeboman yang juga membawa korban jiwa maupun luka luka.

Menurutnya, pelaku teror bom di Surabaya tidak memiliki peri kemanusiaan dan berperi ketuhanan. Din pun mendesak kepolisian untuk mengungkap kasus teror bom serta aktor intelektualnya.

“Jelas kita semua mengutuk tindakan ini. Dan tindakan ini dilakukan oleh orang yang tak berperi kemanusiaan dan berperi ketuhanan dan tidak ada ungkapan lain selain kutukan keras dan mendesak kepada polri khususnya untuk mengusut secara tuntas siapa pelaku atau aktor intelektualis dibalik ini semua,” kata Din di sela acara Rakor Bidang Keagamaan dan Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa Tingkat Nasional diselenggarakan DPP PDIP, di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (13/4/2018).

Menurut mantan Ketua Umum Muhammadiyah itu, seluruh agama khususnya Islam sangat tidak menoleransi pembunuhan, apalagi melakukan teror terkait tempat ibadah yang di dalamnya terdapat umat sedang beribadah.

“Ini sungguh, sekali lagi patut kita kecam secara bersama-sama. Saya tidak tahu pasti siapa yang melakukan ini. Saya tidak ingin berspekulasi karena dalam suasana tahun politik sekarang ini boleh jadi ada memang benih terorisme itu yang belum sirna dari bumi Indonesia ini. Tapi, kemudian tak menutup kemungkinan juga ada yang ingin mengail di air keruh. Oleh karena itu kita pesankan, janganlah cara-cara seperti itu digunakan,” jelasnya.

Din meminta agar pihak kepolisian dapat mengusut secara tuntas kasus terorisme di Indonesia, terlebih adanya kasus teror yang menyerang Mako Brimob dimana pemicunya faktor makanan para penghuni narapidana teroris. Kejadian itu berlanjut hingga pengeboman di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur.

“Tiada lain selain mengusut tuntas. Sebab jika kasus-kasus seperti ini tidak terungkap siapa pelakunya dan siapa di balik ini semua maka ini akan terulang dan terulang kembali. Saya sudah sering mengikuti bahwa terorisme semacam ini sering dikaitkan dengan kelompok-kelompok tertentu. Boleh jadi iya, tapi seringkali yang seperti ini dikaitkan dengan agama, lambang-lambang agama seperti gereja,” ujarnya. (okezone.com)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY