LPJ Ketua Umum Srikandi Pemuda Pancasila Diterima

LPJ Ketua Umum Srikandi Pemuda Pancasila Diterima

292
0

Jakarta – Laporan pertanggungjawaban (LPJ) Ketua Umum Srikandi Pemuda Pancasila, Sarimaya diterima oleh seluruh peserta Musyawarah Nasional I Srikandi Pemuda Pancasila yang datang dari 27 provinsi. Dari 27 provinsi itu, terdapat 25 provinsi yang meminta kembali agar Sarimaya memimpin bersedia menjadi Ketua Umum Srikandi Pemuda Pancasila untuk masa bakti 2015-2019.

“Alhamdulillah, LPJ saya sebagai Ketum Srikandi Pemuda Pancasila diterima mayoritas peserta,” ujar Sarimaya memberikan pernyataannya pada penutupan acara LPJ pada pukul pukul 24.00, Jumat (1/5/2015).

Menurut Sarimaya, paling tidak empat hal mendasar yang akan dijadikan sebagai landasan untuk menjalankan roda Srikandi Pemuda Pancasila secara nasional minimal untuk lima tahun ke depan.

Keempat hal mendasar yang dimaksud yakni rancangan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Srikandi Pemuda Pancasila. Kedua, program kerja untuk masa bakti lima tahun ke depan.

Ketiga, pokok pikiran dan rekomendasi Srikandi Pemuda Pancasila.

Dan keempat, memilih ketua pengurus dan sekaligus menyusun kepengurusan kolektifnya serta susunan personalia pembina Srikandi Pemuda Pancasila tingkat nasional.

“Keempat landasan itu, telah tertuang di dalam konsep rancangan bahasan yang dijadikan sebagai bahasan di dalam musyawarah nasional itu,” ujar Sarimaya.

Dijelaskan salah satu keputusan strategis yang ditetapkam dalam Musyawarah Besar sembilan Ormas Pemuda Pancasila pada November 2014, adalah mereposisi status lembaga-lembaga Pemuda Pancasila termasuk Srikandi Pemuda Pancasila ditingkatkan menjadi lembaga otonom yang memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya.

Selama ini, Srikandi Pemuda Pancasila diatur melalui peraturan organisasi.

“Keputusan itu harus diberikan penghargaan setinggi-tingginya karena merupakan jawaban dari persoalan dan tuntutan yang dikehendaki lembaga, namun disisi lain keputusan itu mengandung konsekuensi tanggung jawab yang multi kompleks jika tidak mampu diwujudkan,” katanya.

Terkait tantangan ke depan, Sarimaya mengatakan bahwa soal kemandirian organisasi ini menjadi penting. Apalagi kini Srikandi PP sudah memiliki AD/ ART maka meski dia masih berada di bawah organisas induknya Pemuda Pancasila namun soal kemandirian ini harus menjadi semangat mengembangkan Srikandi PP.

Pembukaan Munas I Srikandi Pemuda Pancasila dihadiri ribuan Srikandi dari perwakilan daerah di Indonesia. Sejumlah tokoh yakni Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Japto S Soerjosoemarno, Wakil Ketua Umum Gerindra Rachmawati, tokoh perempuan Dewi Motik, Mamiek Soehato, Cici Tegal dan lainnya. Munas yang diselenggarakan untuk pertama kalinya itu dilangsungkan pada 1 Mei hingga 3 Mei. (zul)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY