Menko Polhukam Membuka Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Kemendagri

Menko Polhukam Membuka Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Kemendagri

103
0
banner 300x250

JAKARTA – Menko Polhukam Jenderal TNI Purn. Dr. Wiranto membuka Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi dan Kabupaten/Kota yang diadakan oleh Direktorat Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Rakornas FKUB bertema “Peningkatan Peran dan Fungsi FKUB dan Kesbangpol Dalam Rangka Menjaga Harmoni Kebangsaan Guna Mendukung Suksesnya Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2018 dan Pemilu Tahun 2019” ini dihadiri 1200 peserta dari seluruh Indonesia.

“Keberagaman ini harus menjadi kekuatan untuk membangun negeri ini, ” ujar Wiranto dalam sambutan pengarahannya kepada dihadiri 1200 peserta dari seluruh Indonesia.

Wiranto menjelaskan, peranan saat ini sudah mengakui keberadaan 6 agama. Dan para pemuka agama ini tentunya sudah bergabung dalam FKUB. Karena itu, dengan posisi FKUB yang sangat strategis sudah selayaknya jika pemerintah melalui forum ini mengajak para pemuka agama bersama dengan Kesbangpol di provini dan kabupaten untuk mari bersama kita bangun urun rembuk untuk menjaga kerukunan di republik ini.

“Jika teman-teman yang tergabung dalan FKUB ini  terus menjaga kerukunan maka kita optimis Indonesia akan aman dari konflik, dan tidak akan bubar,” tegasnya.

Wiranto menambahkan, posisi Indonesia saat ini sudah banyak mendapat pengakuan dari luar negeri. Pandangan orag luar ini tentu lebih fari daripada pandangan  dari dalam. Mengutip  Gaĺl Up World Poll Indonesia masuk sebagai negara yang masuk dalam kategori kepercayaan publik tertinggi. Hal yang sama juga ada penilaian dari US News tahun 2018 soal kemanan investasi yang merupakan negara peringkat ke-2 tujuan investasi.

“Pemerintah sudah masuk on the right track. Apa yang ada saat ini seperti utang negara, proyek yang mangkrak dan lain-lain adalah merupakan kelanjutan dari masa lalu. Itu sesuai dengan  prinsip sustainable development. Nah, pemerintahan sekarang ini mengharmonis. Itukan kan kelanjutan pembangunan itu,” pungkasnya. (Zul)

Berikut petikan wawancaranya:

banner 300x250

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY