Sarimaya Terpilih Sebagai Ketua Srikandi Pemuda Pancasila

Sarimaya Terpilih Sebagai Ketua Srikandi Pemuda Pancasila

243
0

Jakarta  – Hajjah Sarimaya, SE terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Nasional Srikandi Pemuda Pancasila dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-1 Srikandi Pemuda Pancasila yang berlangsung 1-3 Mei di Hotel Sultan Jakarta. Munas pertama ini diikuti utusan dari 33 Provinsi ini disamping menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Srikandi Pemuda Pancasila sebagai lembaga otonom dibawah naungan Pemuda Pancasila juga menetapkan program dan memilih ketua Dewan Pimpinan Nasional.

Sebagai ketua terpilih, pengusaha sektor keuangan ini menegaskan niatnya untuk mengembangkan kaderisasi dan peningkatan sumberdaya Srikandi Pemuda Pancasila sebagai kader bangsa khususnya dalam pengembangan nilai nilai pancasila dan pemberdayaan perempuan Indonesia. “Kami akan kembangkan potensi perempuan dalam sisi moral dan pengembangan keterampilan,” katanya.

Di bidang ekonomi, menurut Sarimaya Perempuan harus didorong untuk mengembangkan kemampuan dan kemandirian. Langkah yang diambil adalah dengan memberikan bantuan modal dan pengembangan pemasaran. “Pelatihan, kemitraan dan bantuan modal mutlak diperlukan agar potensi ekonomi perempuan Indonesia dapat berkembang,” ujar Sarimaya ketika memberikan Pidato Pengukuhan sebagai Ketua Umum DPN Srikandi PP, Sabtu Malam (2/5/2015)

Ia mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan sebagai Ketua Srikandi PP dan meminta dukungan semua pihak untuk menjalankan program program Srikandi Pemuda Pancasila periode 2015-2019.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila Sakhyan Asmara dalam penutupan Munas meminta kepada seluruh anggota Srikandi Pemuda Pancasila untuk terus mensosialisasikan Pancasila kepada segenap masyarakat.

Ia menyampaikan keprihatinan karena banyak kalangan masyarakat yang kini bahkan tidak mengerti arti pentingnya Pancasila sebagai moral dan dasar negara. “Banyak yang tidak hapal Pancasila, ini memprihatinkan,” katanya.

Dengan potensi sebagai kaum ibu yang mendidik anak bangsa, Sakhyan meminta Srikandi PP mensosialisasikan terus isi dan makna Pancasila bagi segenap anak bangsa. “Setiap ada momentum atau kegiatan, wajib dibacakan pancasila,” katanya.

Pancasila Ideologi Pemersatu Bangsa

Munas ke-1 Srikandi Pemuda Pancasila yang dibuka Ketua Majelis Nasional Pemuda Pancasila Japto S Soeryosoemarno berlangsung semarak dan menghadirkan berbagai tokoh termasuk putri proklamator Rachmawati Soekarno dan Meutia Hatta dan Putri mantan Presiden ke-2 Mamiek Soeharto, anggota DPR Okky Asokawati dan seniman Ratna Sarumpaet.

Putri Proklamator Bung Hatta, Meutia Hatta kepada peserta Munas Srikandi Pemuda Pancasila menegaskan tak ada keraguan lagi bahwa Pancasila itu merupakan ideologi pemersatu bangsa. Untuk itu keberadaannya harus dipertahankan, sebab tanpa Pancasila maka keberadaan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) dipastikan tak ada lagi.

“Pancasila itu dasar negara kita. Dan yang melahirkannya adalah Bung Karno. Bahkan penegasan ini dinyatakan langsung Bung Hatta dalam surat wasiatnya kepada putra Bung Karno (Guntur Soekarnoputra). Dan saya yakin surat wasiat itu pun masih ada dan disimpan Mas Guntur,” kata Meutia Hatta.

Meutia yang pernah menjabat sebagai menteri pemberdayaan perempuan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengatakan dalam surat wasiat yang ditujukan kepada Guntur itu sebenarnya berisi dua hal. Pertama pernyataan dari Bung Hatta bahwa yang melahirkan Pancasila adalah Bung Karno. Ini penting karena pada saat surat wasiat dituliskan, yakni pada awal 1980-an, berkembang pernyataan yang meragukan Bung Karno adalah penggali Pancasila.

“Isi wasiat kedua adalah berisi pernyataan Bung Hatta yang tidak bersedia dimakamkan di Taman Pahlawan. Beliau ingin bila meninggal dunia jenazahnya di makamkan di pemakaman umum biasa. Ini agar beliau tetap dekat dengan rakyat yang sepanjang hidupnya memang diperjuangkannya,” ujar Meutia.

Menurut Meutia, pada saat ini ada satu hal yang sangat penting dan terus diperjuangkan seluruh elemen bangsa. Selain tetap menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, ketaatan pada konstitusi juga harus dijadikan pegangan bagi semua pihak, terutama para penyelenggara negara yang berada di eksekutif, yudikatif, dan legislatif. (Toha)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY