Sekolah Politik Perempuan Nonpartisan Dorong Perempuan Mau Berpolitik

Sekolah Politik Perempuan Nonpartisan Dorong Perempuan Mau Berpolitik

27
0
banner 300x250

JAKARTA – Organisasi non partisan, Majelis Nasional Forum Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Wati (MN FORHATI) membuat gerakan baru dengan memprakarsai pembentukan sekolah politik bagi kaum perempuan.

Berbeda dengan sekolah pendidikan politik yang diselenggarakan partai politik, sekolah yang didirikan para alamuni aktivis HMI kaum perempuan ini, lebih menekankan mendorong kelompok perempuan untuk mau berpartipasi terlibat dalam kegiatan politik.

“Jadi sekolah ini adalah sekolah politik bagi alumni kami yang mau menjadi Calon Legislatif (DPR) dan Senator (DPD). Mereka bukanlah diperjuangkan kuotanya, tetapi semata melengkapi dunia politik yang saat ini lebih didominasi laki-laki,” kata Koordinator Presidium FORHATI Hanifah Husein pada malam Budaya Baca Puisi dengan tema “Perempuan Untuk Indonesia”, Jakarta, Minggu malam (29/4).

Hadir dalam acara tersebut Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Penyair dan Sastrawan tiga jaman Taufik Ismail dan sejumlah tokoh nasional serta tamu undangan lainnya.

Hanifah berpandangan partai politik saat ini belum serius mendorong pemenuhan kuota caleg dari kalangan perempuan. Sehingga keberadaan perempuan di parlemen baru sebatas pelengkap saja.

“Kita menginginkan kehadiran perempuan dalam parlemen karena kemampuan dan kapasitasnya. Jadi bukan karena sebagai pelengkap saja. Sehingga keberadaanya melengkapi dan sekaligus menyempurkan,” ujarnya.

Atas dasar itu, pihaknya berinisiatif membuat sekolah yang diberi nama ‘Demokrasi Insan Cita’. Salah satu tujuannya, adalah menjadikan wadah ini sebagai Kawah Candradimuka untuk para caleg perempuan.

“Jadi sekolah ini adalah sekolah politik bagi alumni kami yang akan menjadi calon legislatif dan Senator,” imbuhnya.

Dengan demikian, ke depan kelompok perempuan bukan sekedar menjadi pelengkap semata di parlemen. Tetapi bisa hadir dengan kualitas SDM yang tinggi dan memiliki daya saing.

“Sekolah ini dibutuhkan, mengingat alumni kami berada pada semua lini kehidupan. Jadi tentu momen ini kami bangun sekaligus untuk merefresh (menyegarkan,” tegasnya.

Di sisi lain, sekolah tersebut juga bisa menjadikan politisi perempuan ini sebagai Insan akademis, pencipta, dan sekaligus pengabdi. Karena mempunyai keunggulan tersendiri, sehingga keberadaannya diperhitungkan sebagai newsmaker.

“Begitupun dengan analisnya cukup tajam, sehingga memang betul-betul diakui , itulah yang kami harapkan,” tandasnya. (Bisnisjakarta.co.id

banner 300x250

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY