Sepak Terjang Tujuh Eksekutif Dunia yang Inspiratif (Bag. 1)

Sepak Terjang Tujuh Eksekutif Dunia yang Inspiratif (Bag. 1)

261
0
banner 300x250

Jakarta ­- Chief Executive Officer (CEO) atau pejabat eksekutif tertinggi adalah jabatan tertinggi dalam sebuah perusahaan. CEO-lah yang menentukan arah perkembangan perusahaan. Banyak perusahaan kelas dunia yang meraih kejayaan berkat sentuhan tangan dingin CEO.

Kisah sukses beberapa eksekutif top dunia yang inspiratif  tertuang dalam buku Professional Entrepreneur – Leading The Organization in Entrepreneur Way; Kisah Sukses Para CEO Profesional yang Memimpin dengan Gaya Entrepreneur. Buku yang diterbitkan Dharmapena Citra Media ini diluncurkan di Ballroom 1, The Ritz-Carlton Jakarta, Pacifik Place, bersamaan dengan hari ulang tahun ke-21 PT Metropolitan Land (Metland), Senin, 16 Februari 2015. Buku setebal 120 halaman ini ditulis oleh Nanda Widya, Presiden Direktur PT Metland, dan Wahyu Sulistio,Vice Director HRD PT Metland. Sedangkan editornya adalah Usamah Hisyam dan Arif Rahman Hakim.

Buku ini berisikan kisah sepak terjang tujuh eksekutif yang sukses memimpin perusahaan kelas dunia. Mereka adalah Tanri Abeng, Bob Iger, Johnny Darmawan, Carlos Ghosn, Hasnul Suhaimi, Sheryl Sanberg, dan Andreas Raharso. Ketujuh eksekutif tersebut bukan pemilik perusahaan, tetapi mereka bekerja ekstra keras di perusahaan tempatnya bekerja seakan-akan perusahaan itu milik mereka. Terbukti, lewat kerja keras, loyalitas yang tinggi, dan kreatif melakukan berbagai terobosan, mereka berhasil memajukan perusahaan tersebut.

Tanri Abeng Manajer Rp 1 Miliar

Bangsa Indonesia patut bersyukur memiliki seorang eksekutif profesional yang sukses memimpin perusahaan-perusahaan multinasional. Dialah Tanri Abeng yang dilahirkan di sebuah desa di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, 7 Maret 1942. Berasal dari keluarga miskin, Tanri berhasil merampungkan pendidikannya di SMEA. Selanjutnya kuliah di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Ketika kuliah di Unhas itu Tanri memperoleh beasiswa untuk mengambil Master of Business Administration (MBA) di State University, New York, Amerika Serikat (1967-1968). Setelah meraih gelar MBA, Tanri bekerja di sebuah perusahaan multinasional, Union Carbide, yang memproduksi batere Eveready. Dalam usia 29 tahun dia menduduki jabatan Direktur Keuangan dan Corporate Secretary di perusahaan tersebut.

Tanri Abeng

Selanjutnya Tanri pindah kerja PT Perusahaan Bir Indonesia (PBI) yang kemudian berganti nama menjadi PT Multi Bintang Indonesia (MBI). Di perusahaan bir milik Belanda ini nama Tanri mulai dikenal luas. Dia menjadi CEO PT MBI dan melakukan berbagai terobosan besar dan berhasil mengantarkan PT MBI meraih kejayaan.

Popularitas Tanri Abeng semakin melejit ketika ia dibajak kelompok usaha Bakrie & Brothers pada tahun 1989 dengan nilai transfer Rp 1 miliar. Dan ia pun populer dengan julukan “Manajer Rp 1 Miliar”. Tanri melakukan proses restrukturisasi 52 perusahaan melalui penjualan dan penggabungan usaha menjadi 22 perusahaan. Dia juga mengganti 50 persen dari total 500 karyawan kantor pusat dengan orang-orang profesional. Tahun 1991 Tanri berhasil mengantarkan Bakrie & Brothers go public.

Karena berbagai prestasinya tersebut Tanri diangkat menjadi Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di era Presiden Soeharto (1997-1998) dan era Presiden BJ Habibie (1998-1999).

banner 300x250

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY