Srikandi Pemuda Pancasila Harapkan Kaporli Jenderal Badrodin Haiti Bersinergi dengan KPK

Srikandi Pemuda Pancasila Harapkan Kaporli Jenderal Badrodin Haiti Bersinergi dengan KPK

434
0
banner 300x250

Jakarta – Srikandi Pemuda Pancasila mengharapkan agar Kapolri terpilih Jenderal Polisi Badrodin Haiti bisa membawa kesejukan hubungan antara sesama penegak hukum khususnya antara institusi Kapolri dengan Komisi Penegakkan Hukum. Pasalnya, selama ini publik melihat ada ketidakharmonisan antara dua instansi penegak hukum dan hubungan yang tidak baik itu tentu membawa pengaruh kepada masyarakat pencari keadilan.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Nasional Srikandi Pemuda Pancasila Hj Sarimaya ditemui di kantornya di Gedung Mustika Ratu lantai 11, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (17/4).

Menurut Sarimaya, selama 3 bulan ini posisi Kapolri definitif memang sempat kosong  setelah Jenderal Sutarman tidak lagi menjabat. Presiden Joko Widodo sempat mencalonkan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. Namun pencalonannya terganjal masalah hukum lantaran ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Usai ditetapkan sebagai tersangka itu, hubungan antarkedua lembaga itu sempat memanas, lantaran Polri juga menetapkan dua Pimpinan KPK sebagai tersangka. Presiden lalu membatalkan pencalonan Komjen Budi Gunawan dan menggantinya dengan Komjen Badrodin Haiti. Serta, mencopot dua pimpinan KPK dan melantik tiga pelaksana Tugas.

Karena itu, kata Sarimaya, sebagai anggota masyarakat dia mengharapkan agar ada sinergi yang baik dalam upaya penegakkan hukum antara institusi kepolisian dengan KPK.

“Kami berharap KPK dengan Polri bersinergi kembali membangun hubungan kerja yang kondsuif sesuai dengan tupoksi masing-masing,” kata Sarimaya yang akan menggelar MUNAS Srikandi Pemuda Pancasila pada 1-2 Mei 2014 di Jakarta.

Seperti diketahuih, hari Jumat ini Presiden Jokowi melantik dengan resmi Kaporli Jenderal Badrodin Haiti sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Sutarman.  Dalam sumpahnya, ia menyatakan siap berpegang teguh pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dia juga berjanji akan menjalankan dengan lurus tugasnya sebagai Kapolri dan menolak segala bentuk hadiah yang diberikan kepadanya terkait posisinya sebagai Kapolri.

“Saya bersumpah akan setia dan taat kepada Negara Republik Indonesia dan akan memegang rahasia yang menurut sifat atau menurut perintah harus dirahasiakan,” kata Badrodin dalam acara pelantikan yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Kerja, sejumlah Anggota DPR, pimpinan KPK dan pejabat negara lain.

Selama berkarier di kepolisian, Badrodin sempat menduduki posisi sebagai Kapolda Banten (2004-2005), Kapolda Sulawesi Tengah (2006-2008), Kapolda Sumatera Utara (2009-2010), Kapolda Jawa Timur (2010-2011), dan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (2013-2014). Pria kelahiran Jember, 24 Juli 1958, itu adalah lulusan Akademi Kepolisian tahun 1982. (zul/ foto: Ist)

 

 

 

 

banner 300x250

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY