Wapres Jusuf Kalla: HMI adalah Aset Nasional

Wapres Jusuf Kalla: HMI adalah Aset Nasional

78
0

JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah aset nasional karena pendirinya, Lafran Pane, telah dianugerahi gelar pahlawan nasional.

“Kalau pendirinya menjadi pahlawan nasional, berarti yang didirikan adalah aset nasional, merupakan hal yang penting. Kalau pendirinya saja jadi pahlawan, masa iya yang didirikannya tidak penting. Jadi harus dijaga baik-baik, oleh KAHMI, apalagi HMI,” kata Wapres saat memberikan sambutan dalam pelantikan Pengurus Nasional KAHMI di Jakarta, Minggu.

Dengan pemberian gelar pahlawan kepada pendiri HMI, lanjut Wapres Kalla, maka organisasi mahasiswa Islam tersebut bisa dikatakan setara dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Wapres mengingatkan kepada seluruh anggota HMI untuk semakin dewasa dalam berorganisasi, tidak lagi mengedepankan emosi melainkan menjunjung tinggi intelektualitas.

“HMI ini jangan kalau rapat banting-banting kursi lagi. Marilah kita fokus pada bagaimana mencapai tujuan HMI itu, karena tanpa itu kita akan menjadi organisasi yang kurang bernilai,” ujarnya.

Pendiri HMI kelahiran Padang Sidempuan, Lafran Pane, dianugerahi gelar pahlawan oleh Presiden Joko Widodo pada 10 November 2017, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional.

Penghargaan tersebut diberikan atas dasar jejak perjuangan dan gagasannya dalam pergerakan pemuda Indonesia di masa kemerdekaan hingga mendirikan organisasi HMI.

HMI merupakan organisasi mahasiswa berlabel Islam pertama di Tanah Air yang bertujuan mempertahankan NKRI dengan menjunjung tinggi derajat rakyat Indonesia dan menegakkan ajaran Islam.

Pelantikan Pengurus Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Minggu (11/3/2018).

Acara ini juga dirangkaikan pelantikan Forhati Nasional periode 2017-2020. Kepengurusan yang dilantik berjumlah sekitar 300 orang. Bersama Dewan Pengurus, juga dilantik Dewan Penasehat, Dewan Etik, dan Dewan Pakar KAHMI.

Kegiatan ini dihadiri ribuan kader alumni HMI dari berbagai perguruan tinggi, institusi dan daerah di Indonesia. Menurut Ketua Presidium KAHMI Siti Zuhro berbagai tragedi sedang mencabik-cabik bangsa Indonesia. Juga sedang terjadi ketimpangan penduduk dan disparitas yang lebar.

Untuk itu KAHMI secara khusus sebagai tempat orang terdidik bertanggung jawab untuk mengurai berbagai ketimpangan tersebut. Untuk itu dibutuhkan adalah soliditas dan sinergitas sebagai perekat bangsa.

Nampak hadir dalam acara tersebut, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, mantan Ketua DPR sekaligus mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung, komisioner KPK, Ketua Dewan pakar KAHMI Dr M Mahfud MD dan berbagai tokoh nasional. Hadir juga Ketua PB HMI yang baru saja terpilih di Kongres Ambon, Saddam Al Jihad. (ant/trib)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY