3 Sopir Truk Wanita Inspirasi Fuso Kembangkan Teknologi Baru

3 Sopir Truk Wanita Inspirasi Fuso Kembangkan Teknologi Baru

23
0
JAKARTA – PEKERJAAN sopir truk identik dengan pria. Karena profesi ini butuh ketangguhan dan mental seorang sopir yang di atas rata-rata pengemudi kendaraan jenis lain.

Seiring berjalannya waktu, sosok ‘wanita kuat’ yang belakangan ini sebagai sopir truk mulai terekspos. Ini membuktikan sopir truk mulai digemari oleh wanita di antaranya Rukhayati dari Baturaja, Sumatera Selatan, Imahwati dari Semarang dan Umi Syarifah dari Jember.

Mereka hadir dalam acara Jogjakarta Truck Festival 2018 berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) pada Sabtu-Minggu (8-9/9). Praktis mereka menjadi pusat perhatian dalam acara JTF 2018, seperti keterangan resmi PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku pemegang merek Mitsubishi Fuso.

Dalam kesehariannya, kendaraan truk yang dikendalikan ketiga sopir wanita itu mengangkut material untuk bahan bangunan baik tanah, batu, pasir, aspal hingga kebutuhan dapur.

Menurut Direktur Sales & Marketing PT. KTB, Duljatmono, pekerjaan sebagai sopir truk hampir mustahil dilakukan oleh wanita. Kendala utama adalah fisik dan emosional yang berbeda. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah sopir truk wanita akan bertambah setelah fenomena ketiga wanita di acara JTF.

Berbeda dengan kendaraan penumpang. Banyaknya wanita mandiri yang menyetir sendiri, bahkan dari sejumlah hasil penelitian menegaskan wanita lebih terampil dalam mengemudi dibanding pria.

Namun berbeda jika wanita di Indonesia melakukan aktivitas sebagai sopir truk yang saat menjalaninya di luar zona nyaman. Tak ada fitur dan teknologi kendaraan untuk menghindari kecelakaan.

Menanggapi kondisi itu, menurut Duljatmono bahwa pihak PT KTB mendapat inspirasi untuk melengkapi standar keamanan Mitsubishi Fuso agar bisa mengakomodasi pengemudi truk wanita.

Namun sejauh ini, pihaknya belum melakukan studi terkait standar keamanan dan keselamatan yang dibutuhkan oleh sopir wanita.

“Sampai saat ini Mitsubishi Fuso belum ada teknologi khusus untuk sopir truk wanita, yang mungkin ada item tertentu perkembangan standar yang bisa mengakomodasi seorang sopir wanita. Mungkin masukan dari tiga sopir wanita ini bisa kami gali apa harapannya karena mereka berbeda. Dan itu bisa menjadi bagian pengembangan produk kami ke depan,” kata Duljatmono.

Duljatmono cukup kaget dengan aksi Rukhayati dan lainnya yang rela jauh meninggalkan rumah mengendarai truk bermuatan barang-barang kebutuhan masyarakat.

“Saya sendiri baru melihat ternyata ada pengemudi truk wanita, karena ini pekerjaan laki-laki yang berat sebenarnya. Berangkat pagi sampai malam, pagi lagi kayak bang Toyib. Jadi kalau wanita nyetir itu saya luar biasa apresiasi sebagai pendukung ekonomi keluarga,” tutupnya. (detik.com)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY