oleh

9 Kiat Bebas Pailit Usai Lebaran

-Liputan-3 views

Jakarta – Keuangan mendadak menipis setelah Lebaran? Hal yang sangat wajar mengingat banyaknya pos pengeluaran yang harus dibiayai selama Lebaran berlangsung. Tapi jangan biarkan kantong pailit.

Guna mengembalikan kesehatan finansial usai Lebaran, Anda perlu mengevaluasi pengeluaran secara teliti untuk mengetahui tujuan penggunaan uang yang sebenarnya. Setelah itu, terapkan kiat-kiat mengelola keuangan pasca Lebaran agar kondisi finansial bebas pailit dan kembali sehat seperti sedia kala seperti dikutip dari Cermati.com, Minggu (9/6).
1. Lakukan Pencatatan Arus Kas Keluar
Kas yang sudah keluar jangan diabaikan begitu saja. Sebaiknya catat pos-pos pengeluaran tersebut dalam catatan kecil sebagai pengingat atas jumlah uang yang dihabiskan selama lebaran. Jika suatu saat dibutuhkan, Anda dapat membukanya kembali untuk mengevaluasi finansial. Catatan arus kas yang ada sebaiknya jangan dibuang. Lebih baik simpan catatan ini sebagai pembanding untuk pengeluaran pada Lebaran  berikutnya, sehingga keuangan tetap terkontrol sampai kapanpun.
2. Sesuaikan Pengeluaran dengan Anggaran
Membuat anggaran sudah wajib hukumnya sebelum merayakan Lebaran. Tujuannya tak lain untuk mengontrol keuangan agar tetap baik. Jika Anda merasa keuangan sedikit memburuk, sebaiknya periksa ulang anggaran yang sudah dibuat, lalu sesuaikan dengan catatan pengeluaran. Dari penyesuaian ini, Anda bisa mengetahui pos-pos mana saja yang menghabiskan dana terbesar. Alhasil, Anda bisa lebih berhati-hati lagi saat menggunakan uang pada lebaran berikutnya.
3. Minimalisasi Penggunaan Kartu Kredit

Minimalisasi penggunaan kartu kredit. (YouTube)

Bagi yang menggunakan kartu kredit untuk membiayai kebutuhan Lebaran, sebaiknya minimalisir penggunaannya selepas Lebaran guna menghindari penumpukan utang. Kalaupun ingin menggunakan kartu kredit, sebaiknya gunakan hanya untuk mendapatkan potongan atau diskon demi mengurangi pengeluaran harian. Intinya, gunakan kartu kredit secara bijak. Lunasi tagihan secara tepat waktu agar Anda terbebas dari tumpukan hutang dan denda keterlambatan pembayaran yang nominalnya
lumayan besar.
4. Hindari Belanja Barang yang Kurang Penting
Ingin beli oleh-oleh, kado, atau pakaian baru untuk Lebaran? Boleh-boleh saja asalkan jangan sampai kelewat batas dan terkesan berlebihan, sehingga pengeluaran tetap terkontrol. Utamakan barang-barang yang termasuk dalam kelompok kebutuhan, bukan keinginan. Agar tidak lupa, sebaiknya catat nama-nama barang yang dibutuhkan menjelang Lebaran secara lengkap ke dalam secarik kertas. Bawalah kertas ini ke manapun Anda pergi sebagai pedoman saat ingin berbelanja untuk menghindari belanja berlebihan.
5. Lunasi Pinjaman Secepat Mungkin
Pengeluaran yang lebih besar daripada anggaran menimbulkan risiko terjadinya utang. Jika hal ini terjadi pada Anda, lebih baik segera lunasi utang tersebut sebelum jumlahnya menumpuk. Cicil utang menggunakan sistem auto debet agar pembayaran cicilan lebih teratur setiap bulan. Hindari kebiasaan menunda-nunda pembayaran, khususnya untuk utang kartu kredit. Kebiasaan ini hanya akan memperbesar porsi utang dan menguras uang secara perlahan, karena Anda harus membayar bunga kartu kredit yang besar ditambah denda keterlambatan.
6. Kembalikan Isi Tabungan ke Kondisi Semula
Meningkatnya kebutuhan menjelang lebaran dapat menguras isi tabungan Anda. Agar tabungan tidak kandas, sebaiknya isi tabungan yang mulai menipis secara rutin untuk mengembalikan jumlahnya seperti semula. Segera sisihkan 15 persen-20 persen dari total gaji bulanan untuk ditabung. Upayakan menabung sesaat setelah menerima gaji untuk menghindari penggunaan uang pada pos-pos yang tidak penting. Hindari gaya hidup boros, seperti berbelanja dan hangout bersama rekan kerja di kantor. Ingat, Anda harus mengembalikan isi tabungan secepat mungkin agar kondisi finansial segera pulih dari keterpurukan.
7. Jangan Lupakan Keberadaan Dana Darurat
Tidak hanya mengisi tabungan, Anda juga harus mengisi dana darurat apabila uang di dalamnya terlanjur dipakai untuk membiayai pengeluaran selama lebaran. Dana darurat ini berguna untuk membiayai peristiwa atau kejadian yang sifatnya tidak dapat diprediksi di masa depan. Adanya dana darurat tentu akan sangat membantu finansial. Jadi, Anda tidak perlu kesulitan mencari pinjaman ke sana-sini untuk membiayai sesuatu hal. Sesuaikan persentase dana darurat yang disisihkan dengan kondisi keuangan untuk menghindari terjadinya ketimpangan. (Jawapos.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed