Anggaran Belum Cair, Tahapan Pilkada di Jember Terganggu

Anggaran Belum Cair, Tahapan Pilkada di Jember Terganggu

116
0

Jember – Pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai menemui kendala. Sebab, sejauh ini belum ada kepastian kapan anggaran pilkada dicairkan. Padahal Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sudah ditandatangani oleh Wakil Bupati Jember.

“Sampai hari ini anggarannya belum cair, padahal tahapan pilkada terus berjalan, yang jelas tahapan pilkada yang sudah terjadwal sudah mulai terganggu,” ungkap Komisioner KPU Jember, Ahmad Hanafi, Kamis (21/5/2015).

Sejak tahapan dimulai, mulai dari perencanaan program, penyusunan kebutuhan anggaran, hingga rekrutmen penyelanggara di tingkat bawah seperti PPK dan PPS, KPU Jember menggunakan dana talangan yang didapat dari uang pribadi komisioner.

“Mau bagaimana lagi, kalau tidak begitu akhirnya tahapan akan berhenti. Tapi sampai kapan kita kuat untuk menalangi dari kantong pribadi. Yang pasti untuk dana yang telah digunakan dari kantong pribadi kami, sudah cukup banyak. Kalau masih begini terus, kami juga tidak sanggup. Apalagi di awal bulan Juni mendatang, kita harus bayar honor PPK dan PPS yang jumlahnya cukup banyak,” keluhnya.

Yang pasti kata Hanafi, pihaknya telah menyerahkan seluruh persyaratan yang diminta oleh Pemkab Jember untuk mencairkan dana pilkada.

“Seluruh syarat administrasi sudah kami penuhi, tetapi kami tidak tahu, apa yang menjadi kendala mengapa dana pilkada belum dicairkan. Yang pasti kami hanya bisa berharap saja,” sesalnya.

Sementara Ketua Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten Jember Sugiarto, mengaku sudah menyetujui alokasi usulan dana pilkada dari KPU. “Memang sempat ada sejumlah penyesuaian, karena harga itu harus disesuaikan dengan standar harga daerah, karena kami memang berdasarkan itu,” katanya.

Dia mengaku akan mengklarifikasi persoalan tersebut kepada dinas terkait, mengapa anggaran pilkada tidak segera cair. “Nanti saya cek dulu, apa penyebabnya. Mungkin saja masalah waktu saja, atau ada masalah administrasi saja,” imbuhnya. Sumber kompas.com (22/5/2015).

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY