Bangun Sitohang: Makna Hari Pahlawan, Kita Harus Melawan Setiap Penentang...

Bangun Sitohang: Makna Hari Pahlawan, Kita Harus Melawan Setiap Penentang Kemerdekaan Indonesia

287
0

SETIAP HARI peringatan apapun jenisnya pasti ada kejadian yang perlu diingat, itu makna filosofisnya. Selanjutnya setiap kejadian juga terdapat unsur yang menjadi pemicu (trigger) atas suatu kejadian atau peristiwa.

Kali ini saya ingin mencoba menguraikan makna NILAI JUANG yang terkandung dari Peristiwa Heroik tgl. 10 Nopember 1945 yang dimotori oleh Bung Tomo di Surabaya.

Tulisan ini bukan kesimpulan tetapi saya coba memaknainya dari berbagai literatur sejarah perjuangan bangsa, agar menjadi renungan anak Bangsa.

Perjuangan bung Tomo adalah suatu sikap heroik (nilai juang) atas setiap tantangan yang mengusik kemerdekaan Indonesia. Bung Tomo merasa terusik dengan tantangan yang sifatnya ingin menentang kemerdekaan NKRI yaitu ketika “negara lain” datang mengatur NKRI sebagai negara berdaulat.

Bung Tomo terpanggil menggerakkan bentuk perlawanan terhadap “sikap-sikap penjajah” yang berupaya mencederai hasil perjuangan menjadi bangsa yang merdeka tgl. 17 Agustus 1945 yang saat itu baru saja jelang bulan ketiga kemerdekaan. Nilai juang Patriotisme Bung Tomo dan Kawan-Kawan saat itu menggambarkan sikap tegas dan konsistensi moral perjuangan yang tidak mau kompromi dengan setiap upaya yang mencederai hasil perjuangan bangsa. Ada sebuah keyakinan Bung Tomo, bahwa jika kita bersatu dan saling bahu membahu apapun tantangan yang kita hadapi, kita pasti bisa memenangkan pertarungan sekalipun nyawa taruhannya.

Sikap heroik ini tercermin dari semboyan perjuangan MERDEKA atau MATI, yang kalau kita terjemahkan dalam makna kebangsaan; hidup matiku untuk Indonesiaku.

Bung Tomo saat itu dalam perjuangannya selalu mengajak semua elemen bangsa (rakyat) dengan segala suku yang bhineka Tunggal Ika. Artinya, bung Tomo memberi cermin nilai kebangsaan bahwa kemerdekaan Indonesia karena Anugerah Tuhan terhadap semua suku bangsa tanpa melihat latarbelakangnya (red: ada di pidato bung Tomo.

Renungan kita terhadap perjuangan heroik yang digerakkan Bung Tomo di surabaya mewariskan nilai juang kepada generasi Indonesia bahwa Kemerdekaan adalah perjuangan seluruh rakyat Indonesia (apapun suku, agamanya), itulah makanya saat ada upaya mengusik kita sebagai satu bangsa yang merdeka, Bung Tomo selalu mengajak segenap elemen bangsa dan ini cermin nasionalisme bahwa perjuangan kemerdekaan perlu kesetiakawanan sosial, loyalitas kebangsaan, nilai pengorbanan, semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Dari nilai juang tersebut, tergambar bangsa ini bukanlah perjuangan kelompok ataupun golongan atau kekuatan partai partai tertentu melainkan semuanya adalah karena kebersamaan dalam jiwa Indonesia.

Hal terpenting saat kita memperingati hari pahlawan adalah mari kita gelorakan semangat saling menghargai , saling menghormati dalam bingkai NKRI yang Bhineka Tunggal Ika dengan sikap berbangsa dalam konsepsi nilai Pancasila dan UUD 1945. Tugas kita sebagai pewaris nilai juang tersebut adalah membangun Indonesia yang mampu melindungi setiap tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga kita mampu ikut mengatur ketertiban dunia agar tercipta perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Semua cita-cita perjuangan bangsa tersebut menjadi tugas kita sebagai generasi bangsa agar kita bisa mewujudkannya. Caranya mudah, yaitu Membahas masalah kebangsaan pakailah Nilai Pancasila dan UUD 1945, dalam pergaulan ingat kita Bhineka Tunggal Ika dan sikap negarawan bahwa kita sudah merdeka , berdaulat dalam NKRI. Inilah nilai menjadi Orang Indonesia. (Tim redaksi: zul/endi)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY