Bareskrim Bongkar Perdagangan Gadis Sukabumi di Malay

Bareskrim Bongkar Perdagangan Gadis Sukabumi di Malay

27
0

JAKARTA BARESKRIM Polri berhasil membongkar sindikat perdagangan manusia melalui media sosial (Medsos). Korban berinisial ES (16) yang merupakan gadis asal Sukabumi menjadi korban human trafiking lantaran tergiur pekerjaan di Facebook.

“Pada awalnya, korban berteman dengan seorang perempuan yang diketahui bernama YL, di sana awalnya korban ditawarkan pekerjaan oleh pelaku,” kata Wadirtipidum Bareskrim Mabes Kombes Pol Panca Putra di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).

ES yang diketahui warga Sukabumi, Jawa Barat kenal dengan YL karena dikenalkan oleh seorang pria berinisial D yang kini masih dalam perburuan polisi. “YL ini dikenalkan oleh D,” singkatnya.

Human trafiking	Ilustrasi Human Trafiking (foto: Shutterstock)

Setelah YL dan korban bertemu, akhirnya korban tergiur dengan tawaran dan langsung meminta izin kepada kedua orangtuanya untuk bekerja di Jakarta.

“Setelah lama berhubungan akhirnya ES memutuskan untuk mengambil tawaran YL, saat itu juga ES meminta restu kepada orangtua untuk bekerja,” tegasnya.

Akhirnya ES langsung berangkat ke Jakarta, kemudian korban dijemput oleh seorang pemuda berinisial JS di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur.

“Yang jemput bukan YL tapi seorang JS, lalu JS membawa korban ke suatu tempat dan kemudian dokumen-dokumen korban dipalsukan,” bebernya.

Setelah dokumen-dokumen korban seperti KTP dan kartu keluarga (KK) dipalsukan. JS menyerakan ES kepada IM. “Setelah pekerjaan JS sudah dilaksanakan, JS menyerahkan kepada IM,” bebernya.

Kemudian IM membawa korban ke Pulau Batam yang nantinya dibawa ke Bengkalis, Kepulau Riau untuk disebrangkan ke Malaysia.

“IM memgirim berangkatkan ke Batam dari sana menggunakan kapal kemudian ke Bengkalis diurus perijinan pembuatan paspor dengan menggunakan data dokumen yang sudah dipalsukan,” bebernya.

Namun, sesampai di Malaysia. Korban baru menyadari bahwa dirinya menjadi korban penjualan manusia. ES mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Bahkan ES, diperlakukan tidak manusiawi di negeri Jiran.

“ES mendapatka perlakukan dari majikannya,” ucapnya.

Karena ada perlakuan seperti itu. ES akhirnya melarikan diri, di Malaysia ES luntang-lantung, dan akhirnya ES ditemukan oleh warga Indonesia yang sedang berlibur di Malaysia. “Beruntung ada keluarga kecil di Malaysia, yang melihat ES di sana, kemudian ES dibawa ke KBRI di Malaysia,” lanjutnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya pihak kepolisian langsung bergerak untuk melakukan penangkapan terhadap para pelaku yang sudah diketahui. “Kita pulangkan korban, kemudian kami melakukan penyeledikan terhadap para pelaku,” tuturnya.

Dari penyelidikan tersebut, polisi tidak memerlukan waktu lama untuk melakukan penangkapan terhadap para pelaku. “Kita berhasil menangkapnya dibeberapa tempat, yakni YL, JS dan IM yang memiliki perang berbeda-beda,” tegasnya.

Akibat aksinya, para pelaku akan dikenakan pasal 4 UU RI NO 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Perdagangan orang atau pasal 81 dan pasal 86 (b) UU RI no 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia. (Okezone.com)>

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY