oleh

BNP2TKI Fasilitasi Mitra Polandia Kunjungi  BBLKI Serang

-Liputan-95 views

JAKARTA – PARTISIPASI BNP2TKI pada Trade Expo International 2018 di Gedung ICE BSD ini melibatkan 12 Institusi Pendidikan dan Vocational Training dari sektor-sektor unggulan seperti Hospitality, Kesehatan, dan Manufaktur.
BNP2TKI juga bekerja sama dengan Perwakilan RI untuk menggelar forum  Employment Business Meeting (EBM) yang dilaksanakan 2 kali yaitu pada tanggal 24 Oktober 2018 di JHL Solitaire Serpong Tangerang dan tanggal 26 Oktober 2018 di ruang Garuda 5 a dan b Gedung ICE BSD.
Menurut Direktur Promosi BNP2TKI, Dwi Anto, ditemui di sela-sela kegiatan di stand BNP2TKI pada Kamis Sore (25/10/2018), Polandia saat ini membutuhkan sebanyak 20.000 tukang las terampil dengan grade 2 G dan 3 G.
“Polandia membutuhkan banyak pekerja las di berbagai sektor industri maritim dan galangan kapal,” ujar Dwi.
Karena itu, guna membuktikan ketrampilan para pekerja las kita Dwi meminta  Kepala Seksi Promosi Kawasan Asia Pasifik Direktorat Promosi BNP2TKI, Gimbar O. Helawarnana untuk memasillitasi visitasi para recruitmen agency asal Polandia yaitu  Vistula Venture, Easy  Work Polska, dan Potenziap Biznesu untuk melihat langsung praktek kerja para pekerja las di Balai Besar Latihan Kerja Internasional (BBLKI) di kota Serang, Banten.
Baca juga: https://srikandipp.com/bnp2tki-partisipasi-trade-expo-indonesia-2018-di-bsd-gelar-aktraksi-pmi-terdidik/
https://srikandipp.com/rayakan-pekan-revolusi-mental-soedarmo-akui-ormas-mitra-pemerintah-dalam-pembangunan/
Menurut Gimbar, dalam kunjungan ke BBLKI Serang ini pihaknya didampingi staf kedeputian KLN dan Promosi serta BP3TKI Serang dan diterima langsung oleh Kepala BBLKI Serang.
Ketiga agency ini mendapatkan penjelasan mengenai profil dan spesialisasi  BBLKI Serang untuk pelatihan Welder dan Teknisi. Lulusan BBLKI Serang sebanyak kurang lebih 1.000 orang per tahun telah bekerja di berbagai industri dan manufaktur di dalam negeri dan mancanegara.

Dalam kunjungan itu, hadir juga beberapa Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang tertarik untuk menempatkan pekerja Welder nantinya ke Polandia.
Terkait kemampuan komunikasi bahasa Polandia, Gimbar mengatakan para Welder Indonesia nantinya bekerja dalam kelompok di mana cukup ketua kelompoknya yang memahami bahasa Polandia. Jadi, soal bahasa ini bukan hambatan bagi pekerja Indonesia.
“Ketiga agency dari Polandia puas dengan ketrampilan para pekerja Welder. Mereka berharap para lulusannya nanti bisa bekerja di Polandia,” pungkas Gimbar. (Zul)
 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed