Remaja Islam Mesjid Jami At Taqwa Sunter Muara Gelar Lomba Tahfidz Anak dan Remaja

JAKARTA – SEKITAR 40 orang siswa terdiri dari usia anak-anak hingga remaja mengikuti lomba menghafal Al Qur’an yang digelar oleh Remaja Islam dan DKM Mesjid Mesjid Jami At Taqwa Sunter Muara, Jakarta Utara. Kegiatan ini  dimulai pada Minggu pagi (3/6/2018) dari pukul 09.00 WIB hingga selesai pas masuk waktu shalat Ashar.

“Alhamdulilah, hingga kini kami sudah mengadakan lomba Tahfidz Al Quran yang ketiga kalinya,” ujar Aziz ketua Ketua Panitia Lomba Tahfidz 2018.

Menurut Aziz, untuk lomba tahun ini pesertanya cukup beragam.  Selain diikuti oleh peserta dari  anak-anak pengajian di Mesjid Jami Sunter Muara, juga ada peserta dari wilayah lain seperti 1 orang peserta dari SDIT Ar Rahmah, Duren Sawit, Jakarta Timur bernama Muhammad Ghannya Albar (12). Bahkan, tahun lalu juga ada peserta yang berasal dari Depok.

Untuk kategori lomba, kata Aziz, usia 7-12 tahun surat wajib bacaannya yaitu As Syams/ Al Lail. Adapun surat wajib hafalannya dipilih satu surat dari rangkaian surat mulai dari Al Balad sampai Surat An Naba.

Kedua,  untuk usia 13- 17 tahun surat wajib bacaannya yaitu Al Fajar dan surat wajib hafalannya dipilih satu surat dari rangkaian surat mulai dari Al Ghassiyah sampai Surat An Naba.

Aziz menambahkan, untuk tahun ini ada 4  kategori hadiah. Pertama, hadiah bagi juara 1 berupa trophy dan  uang tunai sebesar Rp.500.000, juara 2 trophy dan uang tunai Rp300,000 dan juara 3 trophy dan uang tunai  Rp200.000 serta juara favorit berupa trophy dan uang tunai Rp100.000.

“Seluruh peserta yang mengikuti lomba Tahfidz ini mendapatkan Sertifikat dari panitia,” papar Aziz.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Yayasan Mesjid Mesjid Jami At Taqwa Sunter Muara, Ir. H. Nurus Shobahsalah dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Remaja Mesjidnya. “Kita mengharapkan kegiatan  yang diadakan di bulan suci Ramadhan ini membawa berkah untuk kita semua dan tahun mendatang bisa ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya,” harapnya.

Dari pantauan redaksi, salah seorang peserta yang mendapat juara favorit yaitu M. Ghanny Albar yang  saat ini duduk kelas VI SDIT Ar Rahman ini antusias mengikuti lomba dan datang paling awal yaitu pada pukul 07.30 Pagi tiba di lokasi didampingi ayahandanya, Zulfikri dan bundanya Nuning Sih Winasti.

Kepada wartawan Tabayun.co.id, Bunda Nuning mengatakan bahwa motivasi untuk mengikuti lomba ini bukan karena hadiahnya melainkan untuk melatih keberanian Ghanny untuk tampil di depan publik.

“Alhamdulillah Ghanny berani tampil tanpa grogi, mampu membaca bacaan wajibnya, bacaan tahfidznya  dan mampu menjawab sambungan ayat yang diminta Kakak Muhammad Yassin Hafidzahullah,” ujarnya bangga.  (Abi Alvin)

 

Kisah Sahabat Nabi Terpesona Perempuan dan Sebab Turunnya Ayat 30 An-Nur

PADA masa Rasul, ada seorang sahabat yang berjalan di salah satu jalan Madinah. Tidak diketahui persis siapa nama sahabat tersebut. Saat asyik menikmati perjalanan, dia bertemu dengan seorang perempuan cantik. Dia memandangnya dengan tatapan suka. Perempuan itu pun membalas pandangan sahabat tersebut hingga keduanya saling memandang.

Sambil memandang kecantikannya, sahabat yang tidak diketahui namanya ini tetap berjalan ke depan dan tanpa disadari ada tembok berdiri persis di hadapannya. Sehingga hidungnya menabrak dinding tembok dan berdarah. Saking polosnya, dia bersumpah, “Demi Allah, saya tidak akan membersihkan darah di hidung ini sampai saya bercerita kepada Rasulullah”.

Sahabat itu segera menemui Rasulullah dan menceritakan apa yang terjadi, terutama soal darah di hidungnya. Mendengar keluhannya, Rasulullah berkata, “Itu balasan dari dosamu”.

Setelah kejadian ini, berdasarkan riwayat dari Ali bin Abu Thalib, turunlah ayat yang memerintahkan laki-laki untuk menundukan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka. Tidak hanya laki-laki yang diperintahkan, tapi juga perempuan. Dalam surat al-Nur ayat 30 dijelaskan:

قُلْ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُـضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ‌ ؕ ذٰ لِكَ اَزْكٰى لَهُمْ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَـعُوْنَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS: al-Nur ayat 30-31).

Kisah ini dikutip dari Rawai’ al-Bayan: Tafsir Ayat al-Ahkam min al-Qur’an karya Syeikh Muhammad ‘Ali al-Shabuni. (**)

masa Rasul, ada seorang sahabat yang berjalan di salah satu jalan Madinah. Tidak diketahui persis siapa nama sahabat tersebut. Saat asyik menikmati perjalanan, dia bertemu dengan seorang perempuan cantik. Dia memandangnya dengan tatapan suka. Perempuan itu pun membalas pandangan sahabat tersebut hingga keduanya saling memandang.

Sambil memandang kecantikannya, sahabat yang tidak diketahui namanya ini tetap berjalan ke depan dan tanpa disadari ada tembok berdiri persis di hadapannya. Sehingga hidungnya menabrak dinding tembok dan berdarah. Saking polosnya, dia bersumpah, “Demi Allah, saya tidak akan membersihkan darah di hidung ini sampai saya bercerita kepada Rasulullah”.

Sahabat itu segera menemui Rasulullah dan menceritakan apa yang terjadi, terutama soal darah di hidungnya. Mendengar keluhannya, Rasulullah berkata, “Itu balasan dari dosamu”.

Setelah kejadian ini, berdasarkan riwayat dari Ali bin Abu Thalib, turunlah ayat yang memerintahkan laki-laki untuk menundukan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka. Tidak hanya laki-laki yang diperintahkan, tapi juga perempuan. Dalam surat al-Nur ayat 30 dijelaskan:

قُلْ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُـضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ‌ ؕ ذٰ لِكَ اَزْكٰى لَهُمْ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَـعُوْنَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS: al-Nur ayat 30-31).

Kisah ini dikutip dari Rawai’ al-Bayan: Tafsir Ayat al-Ahkam min al-Qur’an karya Syeikh Muhammad ‘Ali al-Shabuni. (**)

Din Syamsuddin Sebar Undangan ke Ulama Dunia untuk KTT Bogor

Ulama-ulama dunia akan berkumpul di Bogor dalam Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia pada 1-3 Mei mendatang.

Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar-Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Prof Din Syamsuddin mengatakan, pertemuan itu digelar sebagai upaya mempromosikan pengalaman Indonesia dalam mengembangkan Islam wasathiyah ke dunia.

“Akan ada sekitar 50 ulama dan cendikiawan muslim dari berbagai dunia,” ujar Syamsuddin dalam keterangan resminya, kemarin (11/3/2018).

Syamsuddin berkeliling untuk menyebarkan undangan ini. Dia sudah bertemu dengan Grand Syaikh Al-Azhar.

Setelah itu dia menyambangi ulama dari Uni Emirat Arab Syaikh Abdullah bin Bayah, dia juga Ketua Forum Promosi Perdamaian di Masyarakat Muslim.

Saat bertemu dengan Syaih Bayah, Syamsuddin menjelaskan bahwa umat Islam Indonesia sudah mengamalkan prinsip yang wasathy, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun berbangsa dan bernegara.

Syamsuddin juga bertemu Sekjen Majelis Hukama Muslimin Syaikh Ali Rasyid An-Nu’aimy. Tokoh muslim ini bahkan berjanji akan hadir ke Indonesia bersama Grand Syaikh Al-Azhar.

KTT Bogor rencananya akan dihadiri Imam Masjidil Haram Syaikh Saleh bin Abdullah bin Hamid, Imam Masjidil Aqsa Syaikh Muhammad Ahmad Husein.

Kemudian Mufti Libanon Syaikh Abdulatif Daryan, Cendekiawan Muslim Kanada Jamal Badawi, Sekjen Konferensi Muslim Eropa Muhammad Bechari dari Perancis, Sekjen Liga Dunia Islam Muhammad Abdul Karim Al-‘Isa.

Tokoh ulama Iran juga akan menghadiri acara ini yaitu Syaikh Ayatullah Ali Taskhiri. Kemudian Mufti Rusia Syaikh Ravil Ismagiloviich, Ketua Muslim Jepang Amin K Tokomasu. (rilis.id)

Ulama dan Tokoh Islam Dunia Siap Hadiri KTT Ulama di Bogor

JAKARTA – Setelah berkunjung ke Kairo untuk bertemu dengan Grand Syaikh Al-Azhar, Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Din Syamsuddin melanjutkan perjalanan ke Abu Dhabi Uni Emirat Arab.

Di sana, Din Syamsuddin bertemu Syekh Abdullah bin Bayah. Pertemuan tersebut dalam rangka menyampaikan undangan Presiden Joko Widodo untuk menghadiri Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia pada 1-3 Mei 2018 di Bogor.

Kegiatan yang diadakan oleh kantor UKP-DKAAP ini merupakan bagian dari upaya mempromosikan pengalaman Indonesia dalam mengembangkan Wasathiyat Islam (Islam moderat) ke dunia. Para pemimpin Islam, tokoh, dan ulama siap hadiri pada acara KTT di Bogor. Acara tersebut akan dihadiri sekitar 50 ulama dan cendikiawan muslim dari berbagai dunia.

Dalam pertemuan dengan bin Bayah, Din Syamsuddin menjelaskan, Bangsa Indonesia khususnya umat Islam sudah mengamalkan prinsip Islam yang moderat (wasathy), baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun berbangsa dan bernegara.

“Sistem kenegaraan Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 mencerminkan nilai-nilai Islam yang wasatiyah,” kata mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.

Pertemuan dengan bin Bayah berlangsung akrab. Syekh bergelar doktor itu menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Presiden Jokowi atas undangan acara KTT Bogor yang akan datang. Kepada UKP-DKAAP dan rombongan, bin Bayah memberikan apresiasi kepada umat Islam Indonesia, yang dikenal selalu menampilkan Islam sebagai agama kasih sayang dan perdamaian (dinul rahmah was-salamah).

Menurutnya, umat Islam Indonesia dapat menjadi contoh bagi umat Islam dunia lainnya. Kiai Anizar Masyhadi yang ikut mendampingi kunjungan UKP-DKAAP menambahkan, Syekh bin Bayah adalah tokoh ulama terkemuka di dunia dan juga Ketua Forum Promosi Perdamaian di Masyarakat Muslim di Abu Dhabi. Selain bertemu dengan bin Bayah, UKP juga bertemu dengan Sekjen Majelis Hukama Muslimin Syaikh Dr Ali Rasyid An-Nu’aimy.

“Di tengah-tengah kepadatan acaranya, Syaikh Ali Nu’aimy berjanji akan hadir ke Indonesia bersama Grand Syaikh Al-Azhar,” jelas Imam Mujaddid Rais yang juga turut mendampingi lawatan UKP.

Dengan kehadiran Grand Syaikh Al-Azhar dan Syaikh bin Bayah, KTT Bogor tentang Wasathiyat Islam akan bermakna besar. Menurut rencana, KTT Bogor akan dihadiri antara lain; Imam Masjidil Haram Syaikh Saleh bin Abdullah bin Hamid, Imam Masjidil Aqso Syaikh Muhammad Ahmad Husein, Mufti Libanon Syaikh Dr Abdulatif Daryan, dan Cendekiawan Muslim Kanada Dr Jamal Badawi.

Akan hadir juga Sekjen Konferensi Muslim Eropa Dr Muhammad Bechari dari Perancis, Sekjen Liga Dunia Islam Dr Muhammad Abdul Karim Al-‘Isa, tokoh ulama Iran Syaikh Ayatullah Ali Taskhiri, Mufti Rusia Syaikh Ravil Ismagiloviich, Ketua Muslim Jepang Amin K Tokomasu. (Inews.id).

Din Sebut Penyerangan Gereja di Yogyakarta Tindakan Biadab

JAKARTA – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengatakan penyerangan terhadap umat beragama dan tempat ibadah sebagaimana terjadi di Bedog, Yogyakarta, sebagai tindakan tidak toleran dan biadab.

“Kami mengecam keras tindakan tersebut bentuk kebiadaban yang tidak bisa ditoleransi,” kata Din kepada wartawan di Jakarta, Ahad.

Dia juga menyampaikan bela sungkawa kepada korban dan keluarga pemuka agama dan jemaat Gereja Bedog, Sleman, yang menjadi sasaran penyerangan pelaku dengan senjata tajam.

Din khawatir jika rentetan kasus kekerasan umat beragama terutama kepada pemuka agama adalah hal yang terencana. Sebelumnya, ada tindak kekerasan atas seorang ulama di Cicalengka kemudian terhadap aktivis Persatuan Islam di Bandung hingga tewas.

Selanjutnya, terjadi juga kekerasan terhadap seorang Bikkhu Buddha di Tangerang.

“Pelakunya disimpulkan sebagai orang gila. Kejadian-kejadian tersebut sepertinya dikendalikan oleh suatu skenario sistemik yang bertujuan menyebarkan rasa takut dan pertentangan antarumat beragama dan akhirnya menciptakan instabilitas nasional,” kata dia.

Oleh karena itu, Din mendorong aparat keamanan agar secara serius mengusut tuntas dan menyingkap siapa dan apa di balik semua kejadian itu.

Dia mengatakan jika kejadian-kejadian itu tidak segera diusut dan dicegah maka sangat potensial menimbulkan prasangka di kalangan masyarakat yang kemudian memunculkan reaksi-reaksi yang akhirnya menciptakan kekacauan.

“Untuk itu kepada umat beragama dipesankan untuk tetap tenang, dapat mengendalikan diri dan jangan terprovokasi oleh pihak yang memang sengaja ingin mengadudomba antarumat beragama,” kata dia. (Ant)