5 Cara Agar Travel Bag Bebas Kuman

Jakarta – Satu hal yang tidak menyenangkan dari berwisata adalah berbenah sesudah melakukan perjalanan.

Pakaian kotor, oleh-oleh, dan barang bawaan lainnya bercampur menjadi satu dalam koper atau ransel yang dibawa.

Kondisi tersebut secara tidak langsung membuat travel bag rawan menjadi sarang kuman, dan hal ini tentu bukan kabar baik untuk para wisatawan.

Mengutip her packing list, Kamis (8/8), berikut adalah beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan agar tidak membawa mimpi buruk bagi kesehatan.

1. Letakkan travel bag di luar rumah
Usai bepergian biasanya kondisi travel bag cukup kotor, itu sebabnya sebaiknya letakkan travel bag di balkon atau teras rumah dan diamkan beberapa saat agar terkena matahari. Hal ini dimaksudkan agar kuman tidak bersemayam di dalam rumah.

2. Keluarkan pakaian 
Pakaian bekas berwisata pasti jauh lebih kotor ketimbang yang dipakai di kamar. Untuk itu keluarkan pakaian dari travel bag, kemudian masukkan ke dalam plastik loundry untuk segera dicuci.

3. Keluarkan alat mandi
Segera keluarkan alat-alat mandi ke kamar mandi. Kemudian, bilas dengan air untuk beberapa saat agar kuman tidak menempel.

4. Cara Agar Travel Bag tak Jadi Sarang Penyakit
Lekas pisahkan barang bawaan setelah mengeluarkan pakaian dan peralatan mandi, agar kuman tak akan menempel pada benda-benda tersebut. Kemudian, letakkan benda-benda tersebut pada tempat seharusnya.

5. Bersihkan dan simpan travel bag
Jangan menunda untuk membersihkan travel bag, karena kuman akan dengan cepat berkembang. Segera rendam travel bag dengan air panas untuk mematikan hama dan bilas berkali-kali. Bersihkan juga sudut-sudut travel bag yang sulit dijangkau. (cnnindonesia.com)

PSSI-Plan Menggelar Turnamen Sepakbola Perempuan di NTT

Kupang  – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) bekerja sama dengan Plan Internasional Indonesia dan Rumah Solusi Beta Indonesia mengelar turnamen sepakbola perempuan (girls football) memperebutkan Piala Kartini di Kota Kupang, NTT.

Direktur Penggalangan Dana Plan Internasional Indonesia Linda Sukandar kepada wartawan di Kupang, Senin (10/6) mengatakan bahwa turnamen sepak bola itu merupakan upaya inovatif Plan International Indonesia dalam mengampanyekan pencegahan kekerasan kepada anak termasuk yang berbasis gender melalui olahraga sepak bola.

“Tujuan utamanya untuk memberdayakan anak, khususnya anak perempuan agar mampu mencegah perilaku beresiko dan mempromosikan kesetaraan gender di sekolah melalui sepak
bola anak perempuan, serta melalui kemitraan yang kuat dengan pihak sekolah, orangtua, dan berbagai stakeholder,” katanya.

Turnamen memperebutkan piala Kartini itu diikuti oleh 18 tim dari dua kabupaten di pulau Timor yakni sembilan tim dari kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan sembilan tim dari kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Plan sendiri kata dia sudah tiga tahun membuat project tersebut, dan untuk turnamen itu sendiri sudah dilakukan untuk kedua kalinya.

Untuk ke depannya pihaknya juga akan mengandeng sejumlah kabupaten lain di NTT sepertu kabupaten di daratan FLores pulau Sumba dan beberapa kabupaten lainnya.

“Inikan baru project. Ini akan kita lihat kedepannya. Jika memungkinkan akan kami libatkan juga daerah lain,” tutur dia.

Ia menambahkan melalui project itu, diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah perilaku beresiko dan mempromosikan kesetaraan gender di sekolah.

Selain itu, guru, sekolah dan orang tua, mampu mencegah dan merespon kasus-kasus perilaku berisiko yang berdampak pada anak, khususnya anak perempuan dan terlibat dalam mempromosikan kesetaraan gender melalui tim sepak bola
anak perempuan di sekolah, serta pemerintah di level kabupaten dan Asosiasi Sepak Bola Nasional.

Dalam hal ini PSSI mendukung pembentukan dan keberlanjutan kompetisi sepakbola anak perempuan di Indonesia.

Sementara itu Ketua Komite sepakbola perempuan (PSSI) pusat Papat Yunisal mengatakan, bahwa turnamen itu merupakan wujud dukungan PSSI terhadap proyek sepak bola anak perempuan yang digagas oleh Plan Indonesia bersama mitra implementasi yaitu RSBI.

Ia menambahkan bahwa turnamen sepakbola perempuan di tingkat provinsi itu, akan menjadi salah satu proyek percontohan pembinaan sepakbola wanita yang terintegrasi dengan kampanye pencegahan perilaku beresiko dan kesetaraan gender di sekolah dan komunitas.

“Turnamen sepak bola anak perempuan tingkat provinsi NTT ini, bertujuan; memajukan sepak bola wanita khususnya di Provinsi NTT, mengembangkan keinginan dan talenta anak perempuan dalam bidang sepakbola, mencari dan mencetak pemain sepakbola perempuan yang dapat berprestasi ditingkat nasional serta mengkampanyekan pencegahan perilaku beresiko dan kesetaraan gender di Sekolah, komunitas, dan pemerintah,” tambah dia. (ant)

Ngabuburit…..Yuk Naik Kapal Perang Dewaruci

MAKASSAR – PANGKALAN Utama TNI Angkatan Laut VI (Lantamal) membuka kesempatan kepada warga masyarakat yang ingin melihat secara dekat dan naik ke kapal perang legendaris Indonesia, KRI Dewaruci yang sedang bersandar di Dermaga Lantamal VI. “KRI saat ini sedangan sandar di Dermaga Lantamal VI dan bagi masyarakat yang ingin merasakan sensasi lebih dekat dengan kapal legendaris ini, bisa datang langsung ke lantamal,” ujar Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Waluyo di Makassar, Jumat. Ia mengatakan kapal yang sudah dihiasi dengan bermacam bendera negara tersebut kini sudah sandar di Makassar dan siap dikunjungi masyarakat kota Makassar. Letkol Laut (P) Waluyo menyampaikan KRI Dewaruci kan bersandar selama tiga hari mulai dari (23-25/5) 2019 di Makassar dan menerim Open Ship bagi masyarakat umum kota Makassar . “Oleh karena itu bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke kapal ini dapat datang langsung ke Dermaga Layang Mako Lantamal VI,” katanya. Dia menjelaskan KRI Dewaruci di buat di Jerman pada 1953 bersama dua kapal lainnya yang dibeli oleh Pemerintah Jerman dan Pemerintah Yugoslavia. Hanya saja, kedua kapal itu sudah karam. “Tinggal KRI Dewaruci di Indonesia yang masih bertahan dan masih beroperasi dengan pengalamannya dalam berlayar di belahan dunia,” katanya. Ia mengatakan KRI Dewaruci ukurannya tidak terlalu besar tetapi dalam sejarahnya kapal yang penuh heroisme ini sudah berkeliling dunia dan mendapatkan banyak penghargaan internasional diantaranya Samkarya Nugraha, karena sudah melebihi masa dinasnya sebagai kapal latih. “KRI Dewaruci meski memiliki mesin, namun tetap mengajarkan sistem kebaharian yang menggunakan kearifan lokal, misalnya untuk penentuan arah para taruna dilatih melihat tanda-tanda alam seperti bintang,” ucapnya. (ant)

Ketua TP PKK Babel” Wanita Hebat Mampu Melukis Kekuatan Melalui Proses Kehidupan

PANGKALPINANG – WANITA hebat bukan karena dia cantik, kaya. Bukan karena dia pintar dan bukan pula karena disampingnya ada lelaki gagah. Tapi wanita hebat mampu terus berdiri menyelesaikan masalah, wanita hebat mampu melukis kekuatan melalui proses kehidupan.

Kutipan kalimat motivasi ini disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi saat Peringatan Puncak Hari Ibu (PHI) ke-90 Tahun 2018 di Bangka Belitung, Senin (31/12/2018).

“Wanita hebat bersabar saat tertekan, senyum saat hati menangis, diam saat terhina, mampu menghapus dendam dengan maaf,” lanjut Melati Erzaldi.

Untaian kalimat tersebut bikin haru sekitar 400 tamu PHI, di Mahligai Serumpun Sebalai, Rumah Jabatan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Sebelumnya rangkaian PHI diawali dengan upacara di lapangan kantor gubernur.

Rangkaian acara resepsi untuk memeriahkan acara di antaranya, melakukan pemotongan tumpeng, parade organisasi wanita, pembagian akta nikah, pembagian hadiah bagi para pemenang lomba PHI ke-90 dan peninjauan bazar.

DP3ACSKB Bangka Belitung juga memberikan kesempatan bagi para pelaku industri rumahan dan UPPKS untuk menggelar produknya pada bazar. Industri rumahan Batik Maslina, Batik Ishadi dan batik dari beberapa kecamatan turut ikut meramaikan.

Tema peringatan PHI kali ini, “Bersama Meningkatkan Peran Perempuan dan Laki-Laki dalam Membangun Ketahanan Keluarga untuk Kesejahteraan Bangsa. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengatakan baru kali ini peringatan hari ibu menuliskan kata laki-laki.

“Bagaimanapun juga, ibu-ibu harus tandem dengan laki-laki membangun ketahanan keluarga,” jelas Gubernur Erzaldi.

Gubernur Erzaldi juga mengapresiasi kinerja DP3ACSKB yang gigih, sehingga di akhir tahun ini mendapat penghargaan APE yang diterima Wagub beberapa hari lalu. Ini membuktikan, pemerintah provinsi sangat memperhatikan peran ibu-ibu.

“Adanya APE ini tidak lantas membuat kita bersantai diri. Karena masih banyak persoalan-persoalan dalam membangun peran ibu-ibu. Bagaimanapun juga ada beberapa hal yang menjadi perhatian dari pemerintah pusat,” kata Gubernur Erzaldi. (babelprov.go.id)

Kesbangpol Temanggung-Pemuda Pancasila Gelar Diskusi Ancaman Bahaya Radikalisme

TEMANGGUNG – ORMAS PEMUDA PANCASILA Kabupaten Temanggung baru-baru ini bekerjasama dengan Kesbangpol setempat menyelenggarakan penyuluhan terkait Nilai-nilai Pancasila.

Acara dihadiri puluhan kader serta pengurus Ormas Pemuda Pancasila. Narasumbernya yaitu Anggota DPRD komisi A Kabupaten Temanggung, Kabid Politik dan Kewaspadaan Nasional. Kepala Kecamatan Temanggung dan PASI Intel KODIM 0706 Temanggung.
Dalam sambutan pembukaanya, Kabid Politik dan Kewaspadaan Nasional, Sri Widada mengatakan, situasi tahun politik 2018 dan ditandai dengan adanya krisis degradasi moral bangsa berupa adanya keinginan kelompok  tertentu  mencoba dan merubah Idiologi negara. Untuk itu segenap masyarakat diminta senantiasa menjaga sekaligus mengamalkan nilai nilai Pancasila  yang telah di sepakati sebagai Dasar Negara RI.
Sosialisasi bertema Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila diadakan di Omah Kebon Resto Temanggung, Rabu    (28/11/2018).
Menurutnya, dengan menjaga Pancasila serta mengamalkan nilai-nilai luhurnya tentu dapat menangkal ancaman dari berbagai pihak yang mencoba mengganti idiologi bangsa dengan idiologi yang lain yaitu faham Komunis maupun Radikalisme. Masyarakat juga diminta untuk turut mewaspadai munculnya kekuatan paham radikal itu karena itu merupakan ancaman bahaya Laten yang terus harus kita waspadai.
Pembicara dari Pasi Intel KODIM 0706, Lettu Martinus  menuturkan, sepanjang sejarah bangsa ini idiologi komunis hingga sampai saat ini sudah jelas masih ada dan terus berupaya berkembang baik melalui berbagai cara dan metode.
Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Temanggung, Petut Wibowo menghimbau, kepada seluruh masyarakat dan unsur terkait untuk terus saling bekerjasama khususnya generasi muda Indonesia dan para kader Pemuda Pancasila untuk bisa menjadi pelopor dan menjadi benteng utama negara dalam pengamalan nilai nilai luhur idiologi Pancasila sebagai satu satunya idiologi bangsa indonesia yang harus kita jaga. (Danang)

Aturan Daerah Larang Perempuan Nongkrong di Kafe Malam Hari

ACEH – PEMERINTAH Kabupaten Bireuen, Aceh mengeluarkan imbauan atau seruan mengenai standardisasi warung kopi, kafe dan restoran di kabupaten tersebut.

Dua di antaranya berisi larangan menerima pelanggan yang berjenis kelamin perempuan di atas pukul 21.00 WIB.

“Dilarang melayani pelanggan wanita di atas pukul 21.00 WIB kecuali bersama mahramnya. Haram hukumnya laki-laki dan perempuan makan dan minum satu meja kecuali dengan mahramnya,” bunyi dua poin tersebut.

Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireueun, Jufliwan juga sudah membenarkan surat tersebut dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Kata dia, imbauan itu dikeluarkan agar pemilik warung kopi, kafe dan restoran menjalankan aturan sesuai syariat Islam.

Aturan tersebut lanjut dia, merupakan sebagai bentuk standarisasi bagi pemilik warung kopi dalam menjalankan usahanya. Akan tetapi hingga saat ini, belum ada sanksi bagi pelanggar aturan pria dan wanita dilarang ‘ngopi’ bareng itu.

“Pemkab hanya mengimbau dan terus mendakwah agar masyarakat patuh dan menaati nilai-nilai syariat Islam,” ujarnya.

Seruan ini mendadak viral dan heboh di sosial media. Pengguna media sosial di Aceh banyak yang mengunggah seruan tersebut. Di antaranya diketahui ada juga yang menolak dan mengkritisi. Namun sebagian merespons positif terbitnya peraturan itu. (Viva.co.id)

Torajamelo, Menjadi Social Enterprise yang Mengangkat Derajat Perempuan Penenun Indonesia

TORAJA – KESERIUSAN Torajamelo dalam membina para perempuan penenun di beberapa desa di Toraja selama 10 tahun terakhir ini membawa banyak kemajuan. Hal itu dibuktikan Torajamelo yang mampu memamerkan hasil karya para penenunnya yang berdampingan dengan koleksi dari negara Asia lain.

Tentu membutuhkan dedikasi dan semangat yang tinggi dari tim Torajamelo untuk membina para perempuan penenun di daerah-daerah terpencil untuk membuat kain tenun buatan tangan asli yang memiliki banyak ragam keunikan dari masing-masing daerah tersebut.

Dinny Jusuf, pendiri Torajamelo, menceritakan bahwa Torajamelo didirikan dengan landasan kecintaannya akan kain tradisional nusantara, khususnya kain tenun. Suaminya yang berasal dari Toraja, membuat Dinny Jusuf ingin berbuat sesuatu untuk daerah keluarga suaminya tersebut, yaitu dengan membebaskan para perempuan miskin dari keterpurukan.

“Saya mendirikan Torajamelo karena saya melihat masih banyak kemiskinan dan kekerasan yang dialami para perempuan di pedesaan, sehingga saya pun tergerak ingin membantu agar para perempuan di desa-desa terpencil di seluruh Indonesia dapat bangkit dan memperbaiki kehidupannya. Harapan saya, mereka dapat menambah penghasilan sekaligus juga menghidupkan seni dan budaya menenun di Indonesia agar tetap lestari karena saat in? Sudah banyak yang ditinggalkan,” cerita Dinny, Jumat (10/9/2018).

Keseriusan dan dedikasi dibutuhkan untuk membina para perempuan penenun yang tinggal di daerah terpencil agar dapat mandiri dan berdikari. Sebagai Social Enterprise, Torajamelo percaya bahwa peranannya adalah agar kain tenun dapat tetap eksis dan menjadi warisan bangsa, dan jangan sampai di klaim oleh negara lain.Torajamelo pun menghormati para perempuan penenun sebagai artisan dan sangat membeli hasil karya kain tenun mereka dengan harga yang pantas. Hal ini mereka Iakukan untuk menyakinkan para penenun bahwa kain tenun merupakan pekerjaan yang menjanjikan, yang dapat menjadi sumber penghasilan mereka. Hingga kini, banyak yang sudah tertarik untuk terus berkarya dengan menenun. Bahkan, tidak sedikit generasi muda yang mulai tertarik untuk terjun menjadi penenun.

Torajamelo didirikan pada tahun 2008 di Toraja dan bertujuan untuk menghentikan kemiskinan dan kekerasan perempuan melalui kain tenun. Torajamelo lebih memfokuskan kepada pengembangan komunitas penenun, khususnya penenun yang menggunakan alat tenun gedhog. Sehingga mereka dapat menghasilkan uang sembari bekerja dari rumah dan tetap dapat menjaga keluarga mereka.

Dengan suksesnya kerja Torajamelo di Toraja serta atas permintaan banyak komunitas, maka sejak tahun 2013 Torajamelo merambah ke Mamasa, Sulawesi Barat untuk membina para perempuan penenun di sana. Pada tahun 2014, Torajamelo bekerjasama dengan PEKKA (Asosiasi Perempuan Kepala Keluarga) dan memulai kerja di pulau Adonara dan Lembata di Nusa Tenggara Timur. (wartaekonomi.co.id)

MUI Kirim Tim Peneliti untuk Mencari Tahu Latar Belakang Raja Kerajaan Ubur-Ubur

SERANG – MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) pusat menerjunkan tim peneliti untuk mencari tahu latar belakang Raja Kerajaan Ubur ubur, Aisyah Tusalamah Baiduri Intan.

“Kami melakukan pendekatan partisipatif untuk mengungkap latar belakang Aisyah,” ujar Sekretaris Umum MUI Kota Serang, Amas Tajuddin, Sabtu 26 Agustus 2018.

Menurut Amas, MUI pusat menurunkan tim perempuan yang dipimpin Sekretaris Komisi Penelitian dan Pengkajian MUI Pusat untuk menggali lebih dalam segalanya tentang Aisyah, yang mengaku sebagai Raja Kerajaan Ubur Ubur.

“Kenapa perempuan yang diturunkan agar bisa melakukannya pendekatan dari hati hati hati, melihat dari sumber sumber keyakinan, asal muasalnya, masa kecil, remaja, keluarga dan harmonisasinya,” kata Amas.

Dengan menggunakan metode ini, Amas mengatakan nanti juga akan dapat diketahui pihak eksternal yang melakukan dukungan terhadap Aisyah dalam mendapat ajaran yang dianggap sesat dan menyesatkan tersebut.

Menurut polisi, Aisyah adalah sarjana seni dari sebuah perguruan tinggi seni di Kota Bandung. Hasil tes kejiwaan sementara menunjukkan Aisyah menderita depresi.

Selain itu, MUI Kota Serang dan penelitian MUI Pusat ini juga melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap 12 pengikut Raja Kerajaan Ubur ubur yang berasal dari Gresik, Trenggalek, Surabaya, Bandung dan Sumedang.

Menurut MUI perlu ada pembinaan terhadap pengikut Kerajaan Ubur Ubur di luar daerah Banten. “Karena ini menyangkut warga bukan orang Banten saja, perlu dilakukan pembinaan agar mereka bisa kembali ke keluarga dan lingkungannya,” kata Amas. (Tabloidbintang.com)

Di Gempa, Perempuan dan Anak Paling Rentan Alami Kekerasan

LOMBOK – GEMPA  yang berkali-kali menimpa Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada beberapa waktu lalu mengakibatkan 555 orang meninggal. Dalam keterangan terbarunya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyebut, hingga saat ini 390.529 orang masih mengungsi akibat gempa Lombok.

Selain dampak secara fisik dan korban jiwa, pengungsi perempuan dan juga anak, khususnya anak perempuan, adalah kelompok yang paling rentan mengalami kekerasan berbasis gender dalam tiap peristiwa bencana.

Ini diungkapkan oleh Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan Dalam Situasi Darurat dan Kondisi Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Nyimas Aliah.

“Ada relasi kuasa di pengungsian yang dalam kondisi sulit, memiliki ketergantungan sangat tinggi. Misalnya perempuan dengan petugas yang memberikan bantuan,” ucap Nyimas dalam Media Talk Kementerian PPPA RI bertajuk ‘Perlindungan Hak Perempuan dan Anak dari Kekerasan Berbasis Gender dalam Bencana’, di Jakarta, Jumat, 24 Agustus 2018.

Meski ia menyebut kekerasan berbasis gender juga bisa terjadi pada laki-laki, namun dalam kenyataannya, kelompok perempuan dan anak lah yang paling rentan. (Viva.co.id/ Foto:Ist)

 

Bangga! Wanita Selam Indonesia Resmi Pecahkan Rekor MURI

MANADO SETELAH melalui persiapan yang panjang, Wanita Selam Indonesia akhirnya resmi pecahkan rekor MURI!

Wanita Selam Indonesia (WASI) berhasil melakukan memecahkan rekor muri, Sabtu (11/8/2018). Ada dua kategori yang dipecahkan, yaitu Penyelaman Massal Wanita dan Pembentangan Bendera Terpanjang Dalam Laut Indonesia.

Kegiatan yang diikuti oleh 930 peserta selam ini telah dilakukan sejak pagi tadi. Siang ini, WASI resmi memecahkan rekor MURI di Pantai Manado kawasan Mega Mas.

Bangga! Wanita Selam Indonesia Resmi Pecahkan Rekor MURIFoto: (dok. Humas Polri)

Pemberian piagam diberikan oleh perwakilan MURI Indonesia dan diterima oleh Ketua WASI, Tri Suswati, istri Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

“Ini bukan cuma rekor Indonesia, tapi dunia,” ujar perwakilan MURI.

Hal dinyatakan karena kategori ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Namun yang pasti, kegiatan ini telah berhasil memecahkan rekor MURI. Selamat! (detik.com/ foto: ist)