Sebanyak 103.960 Siswa SD di Sumbar Ikut US

Padang – Sebanyak 103.960 siswa Sekolah Dasar (SD) sederajat di Sumatera Barat (Sumbar) mengikuti Ujian Sekolah (US) pada Senin (18/5). Peserta US siswa SD sederajat terdiri dari SD, Madrasah Islamiyah (MI), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), dan paket A.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Sumbar Bustavidia mengatakan, peserta US siswa SD berasal dari 4.129 SD yang ada di Sumbar.

“Pelaksanaan ujian langsung di bawah koordinasi dinas pendidikan kabupaten/kota. Provinsi membantu mencetak soal sekaligus mendistribusikan. Saya berharap pihak sekolah bisa mengawasi pelaksanaan ujian sekolah dengan sejujur-jujurnya,” kata Bustavidia saat dihubungi obsessionnews.com, Minggu (17/5).

Bustavidia mengatakan, bahwa nanti pengecekan, scanning dilakuakan di kabupaten/kota masing-masing sebelum nantinya hasil rekap akan diserahkan ke provinsi.

“Sekolah yang menentukan kelulusan dan laporannya akan diberikan kepada kita,” ungkapnya.

Sementara itu, naskah soal untuk US SD sudah di kirim sebanyak 4.297 koli ke 19 kabupaten/kota di Sumbar. Pendistribusian ke Kabupaten Kepulauan Mentawai sudah di kirim lebih dahulu sedangkan ke daerah lain, di krim pada hari Jumat (14/5) dan diikuti kabupaten pada Sabtu (16/5).

Anggota DPR Reses, Nginap di Pedalaman Aceh

Pining – Anggota DPR-RI asal Aceh, Irmawan dari Fraksi PKB, dalam masa reses kali ini, melakukan pertemuan dengan para tokoh masyarakat di pedalaman Aceh. Pertemuan dilakukan untuk menjaring aspirasi masyarakat.

Sebelum sampai ke Kecamatan Pining, Politisi PKB ini melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat Lokop Serba Jadi, Aceh Timur. Kepala Mukim Tualang, Ibrahim yang membawahi 5 desa yaitu, Desa Lokop, Lelis, Tualang, Terujak dan Desa Ujung Karang, menjelaskan bahwa perlu adanya barisan bersama agar membuat daerah ini menjadi lebih maju.

“Tokoh-tokoh masyarakat di sini sangat menginginkan agar wilayah ini dapat dimekarkan menjadi kabupaten sendiri (mekar dari Kabupaten Aceh Timur), mohon bantuan Bapak agar keinginan ini dapat terwujud,” ungkap Ibrahim dalam pertemuan itu yang kalimat tersebut langsung ditujukan kepada Anggota DPR RI asal PKB tersebut.

Sesampainya di Pining, Irmawan memilih untuk menginap di rumah salah seorang warga, Ahmadnur yang merupakan Kepala Desa di Desa tersebut. Menurut Anggota DPR Putra asli Gayo Lues ini, hal tersebut dia lakukan agar benar-benar memahami secara mendalam keadaan masyarakat kecil dan dapat menjaring langsung aspirasi masyarakat pedalaman Aceh.

Irmawan bersama semua kelompok elemen kecamatan Pining, Camat, Sekwilcam, Kapolsek serta tokoh masyarakat melakukan rapat bersama, hal ini dilakukan guna menjaring aspirasi masyarakat.

“Kita akan mencoba untuk mencari solusi yang terbaik dari segala permasalahan yang ada, ini bisa dilakukan secara maksimal bila kita memahami dan merasakan bagaimana keadaan masyarakat secara langsung dan berdiskusi bersama mereka,” ungkap Anggota Komisi III DPR RI.

Irmawan  dan Staf Ahli.

Salah satu tokoh masyarakat Pining, Abu Kari menjelaskan kekhawatirannya tentang banyaknya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam menjaga keasrian hutan di Pining.

“Banyak orang-orang yang menebang pohon serta menangkap ikan di sungai dengan bom dan racun, ini tidak boleh dibiarkan. Pining merupakan daerah yang sangat saya banggakan karena keindahan alamnya, Jadi saya minta kepada Bapak DPR RI agar juga merasakan seperti yang saya rasakan,” ujar Abu. Sumber obsessionnews.com (12/5/2015).

Pasar Johar segera direvitalisasi pascakebakaran

Semarang – Pasar Johar di Semarang, Jawa Tengah, yang akhir pekan lalu (9/5) hangus terbakar bakal segera direvitalisasi dengan mempertahankan keasliannya karena pasar tersebut merupakan bangunan cagar budaya.

“Dalam jangka panjang kami memastikan akan melakukan revitalisasi,” ujar Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di sela-sela kunjungan ke pasar tersebut, di Semarang, Jawa Tengah, Senin.

Ia mengatakan akan segera melaporkan kondisi terbaru Pasar Johar yang dilihatnya pagi itu kepada Presiden. Rachmat menyatakan kekagumannya terhadap sejumlah pedagang Pasar  Johar yang temuinya.

“Ada semangat mereka untuk bangkit. Mereka minta dibantu untuk berjualan lagi dengan kredit yang murah,” kata Rachmat kepada ANTARANews.

Ke depan ia mengatakan akan memberikan juga perhatian kepada pasar-pasar tradisional lainnya di Indonesia, yang kondisinya mirip Pasar Johar.

Apalagi  Pasar Johar yang juga merupakan bangunan cagar budaya.  Pemerintah, kata dia, akan berupaya untuk mempertahankan dan menjaga originalitasnya. “Nilai sejarahnya luar biasa, jadi harus dipertahankan,” ucapnya.

Mengenai langkah jangka pendek, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah yaitu gubernur dan wali kota untuk membahas langkah antisipasi pascakebakaran tersebut.

Menurut dia, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah akan mencoba mencari lokasi yang tepat untuk pasar darurat. Upaya tersebut penting karena saat ini sudah mendekati Lebaran.

“Kita sudah memasuki jelang bulan puasa, sehingga suplai kebutuhan pokok harus dipenuhi. Oleh karena itu, perlu tempat bagi para pedagang untuk berjualan kebutuhan pokok masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, mengenai jaminan pangan untuk masyarakat Semarang, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memastikan kebutuhan pokok untuk masyarakat akan dipenuhi oleh pasar lain.

Ganjar menjamin tidak ada komoditas yang akan hilang dari pasaran, karena bisa memicu gejolak harga.

Mengenai pemindahan lokasi pasar sementara, pihaknya juga sudah mempersiapkannya, namun belum akan disampaikan kepada publik.

“Sudah ada lokasi yang kami siapkan, tetapi kalau disampaikan sekarang bisa memicu keributan di kalangan pedagang,” tukasnya.

Sabda Raja HB X: Besarnya Peran Mistis dan Bisikan Leluhur

Jakarta – Sosiolog Universitas Negeri Yogyakarta, Sugeng Bayu Wahyono, menilai penjelasan Sultan Hamengku Buwono X mengenai isi Sabda Raja pada Jumat pekan lalu merupakan strategi terbaik dalam proses suksesi di Kerajaan Jawa. Apalagi, Bayu juga menilai Sultan menjalankannya karena wangsit leluhur.

“Pola suksesi di Kraton Jawa seperti itu, legitimasi mistis paling utama, baru legitimasi profan,” kata Bayu. Minggu, 10 Mei 2015.

Bayu menjelaskan pada tradisi suksesi raja-raja Mataram Islam dan Kraton-Kraton penerusnya, wahyu Tuhan lewat bisikan leluhur merupakan sumber utama legitimasi. Aspek mistik mengabaikan segala bentuk proses politik yang riil atau profan. “Makanya tidak mungkin terpengaruh dengan pengerahan massa pendukung, justru itu melanggar tradisi,” kata Bayu.

Bayu menambahkan pilihan Sultan terhadap figur penggantinya, yang berasal dari anak kandungnya, bisa jadi bertujuan untuk meredam potensi polemik di internal Kraton. Dia memperkirakan, jika Sultan menunjuk penggantinya dari kalangan adik-adik Raja Kraton Yogyakarta itu, polemik lebih keras akan terjadi. “Di setiap periode suksesi Raja Kraton Yogyakarta selalu ada polemik keras,” kata dia.

Sebagai pengecualian, hanya terjadi pada proses suksesi untuk memilih pengganti Sultan Hamengku Buwono IX. Menurut Bayu, sebabnya tentu mudah ditebak karena saat itu masa Orde Baru. “Karena konflik haram di masa Orde Baru,” kata peneliti budaya Jawa tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu isi Sabda Raja I yang selama ini dipermasalahkan oleh sebagian adik-adik Sultan adalah soal penggantian gelar Raja Kraton Yogyakarta. Gelar itu ialah Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Bawono Ingkang Jumeneng Kasepuluh Suryaning Mataram Senapati Ing Ngalaga Langgeng Ing Bawono Langgeng, Langgeng Ing Toto Panoto Gomo.

Sabda Raja I menghapus gelar lama Sultan yang selama ini tercatat dalam Undang-Undang Keistimewaan DIY. Nama gelar itu ialah Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwono Senapati Ing Ngalaga Ngabdurrakhman Sayidin Panatagama Khalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping Sedasa Ing Ngayogyakarta Hadiningrat.

Adapun Sabda Raja II berisi tentang pemberian gelar baru kepada putri pertama Sultan Gusti Kanjeng Ratu Pembayun. Pembayun menerima gelar GKR Mangkubumi Hamemayu Hayuning Bawono Langgeng Ing Mataram. Karena menerima gelar itu, Pembayun diperintahkan untuk duduk di atas Watu Gilang atau berarti dia dipilih sebagai calon pengganti Sultan. Sumber tempo.co (11/5/2015).

Korban Lumpur Lapindo: Pak Jokowi, Saya Sudah Tidak Kuat…

Sidoarjo- Sunarti meraung-raung di tengah ratusan warga sesama korban lumpur Lapindo yang menggelar unjuk rasa, Minggu (10/5/2015). Dia berteriak histeris karena hingga pertengahan Mei 2015, masih belum jelas kapan ganti rugi dibayar Pemerintah Pusat.

Jarene Mei. Mei iku akeh. Taon ngarep ono Mei. Mei kapan? (Katanya Mei. Mei itu banyak. Kapan?),” kata dia sambil berteriak, yang berusaha ditenangkan warga lain.

Berulang kali Sunarti mengungkit janji-janji pelunasan dari PT Minarak Lapindo Jaya dan Pemerintah Pusat. Bagi Sunarti, janji-janji itu membuat dirinya tak kuat menahan beban hidup.

Pak Jokowi, aku wes gak kuat maneh (Pak Jokowi, saya sudah tak kuat lagi),” kata Sunarti.

Para warga yang masuk Peta Area Terdampak (PAT) ini mengaku terus dibohongi. Di berbagai media massa, Pemerintah Pusat selalu mengatakan, Mei 2015 adalah batas pelunasan. Namun hingga pertengahan Mei, belum ada tanda-tanda pelunasan itu.

Anggota Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo, Maksum Zubair juga hadir dalam aksi itu. Dia mengaku tidak bisa berbuat banyak karena Pemerintah Pusat belum sepakat dengan pihak Lapindo.

“Masalahnya ada di keduanya. Kami di sini tidak bisa berbuat banyak,” ujarnya.

Informasi yang masuk ke Pansus, molornya pencairan ini karena tidak ada titik temu antara pemerintah dan Lapindo. Pemerintah meminta jaminan aset Lapindo sebagai syarat pencairan dana talangan ganti rugi sebesar Rp 781 miliar. Sumber kompas.com (10/5/2015).

 

Ribuan Siswa SD di Ternate Kecewa dengan Presiden Jokowi

Ternate Kunjungan Presiden Joko Widodo bersama ibu negara Iriana Jokowi dan rombongan ke Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (8/5/2015), disambut antusias warga masyarakat Kota Ternate. Namun, di balik itu ternyata juga banyak yang kecewa.

Kekecewaan itu datang dari siswa sekolah dasar (SD) di 40 SD di Kota Ternate dengan jumlah 1.600 siswa. Ribuan siswa serta guru rela berdiri hingga 8 jam di terik matahari demi melihat presiden mereka dari dekat.

Para siswa, guru dan warga masyarakat ini berkumpul di depan bangunan bersejarah di Kota Ternate, Benteng Oranje, yang rencananya akan dikunjungi Presiden beserta ibu negara dan rombongan. Namun ternyata hingga pukul 18.00 WIT Presiden Joko Widodo bersama ibu Negara tidak menyempatkan diri untuk datang.

“Terus terang kami dengan anak-anak (siswa) ini kecewa. Sudah menunggu dari pukul 11.00 tapi presiden tidak menyempatkan diri. Padahal siswa-siswi ini sangat berkeinginan bisa melihat presiden mereka secara langsung, tidak hanya layar televisi,” ucap Yuli, salah seorang guru.

Semula, para siswa itu sangat antusias dan sangat semangat. Saking semangatnya, para siswa berulang kali bangkit dari tempat duduk sambil memegang bendera merah putih di tangan. Bendera dikibarkan saat mobil iring-iringan patroli pengawalan presiden terlihat.

Yuli bersama warga lainnya berharap, ada informasi yang jelas untuk mereka jika presiden atau pejabat negara akan berkunjung. Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

“Ini kasihan, ada sebagian yang belum makan. Hanya bertahan dengan jajanan yang ada di pinggir jalan,” ujar Yuli lagi. “Sekarang mau pulang, Pak Jokowi tidak kamari,” ujar salah satu siswa. Sumber kompas.com (9/5/2015).

 

Longsor Pangalengan, Nenek dan Cucu Tewas dalam Posisi Berpelukan

Jakarta — Proses evakuasi korban longsor di Kampung Cibitung RT 01/RW 15 Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, berlangsung dramatis. Aparat dan relawan bahu-membahu mencari warga yang diduga tertimbun longsor, bahkan hingga malam hari.

Meski penerangan terbatas, petugas tetap semangat melakukan evakuasi. Upaya mereka pun tak sia-sia. Petugas tiba-tiba berteriak menemukan korban.

Begitu dilihat, suasana haru dirasakan petugas karena mereka melihat dua korban tewas dalam posisi berpelukan.

“Kedua korban tersebut ialah Nayla (1) dan Ma Oja (60),” ujar Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Marlan, Selasa (5/5/2015).

Marlan mengakui, upaya pencarian korban yang tertimbun berlangsung dramatis. Meski malam hari, petugas berupaya sebaik mungkin untuk mengevakuasi korban. Namun, karena pandangan semakin terbatas dan hujan turun, proses evakuasi dihentikan sementara.

“Evakuasi akan dilanjutkan besok pagi, sekitar pukul 07.00 WIB,” ucap Marlan.

Seperti diketahui, pipa panas bumi milik Star Energy di Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, meledak akibat pergerakan tanah. Ledakan tersebut memicu longsor yang menimbun rumah penduduk.

Akibat dari kejadian ini, sebanyak empat orang dinyatakan meninggal. Mereka adalah Iran Sobarna (55), Nayla (1), Ma Oja (60), dan Pardi (70).

Sementara itu, korban yang mengalami luka ringan mencapai empat orang dan kini sudah kembali berkumpul dengan keluarganya. Adapun yang mengalami luka berat sebanyak empat orang kini dan ditangani di RSUD Al Ihsan, Baleendah, Kabupaten Bandung. Sumber kompas.com 5/5/2015).

 

Menteri Susi Siap Jadi Bemper Perikanan Berkelanjutan

Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyiapkan dasar konsep dan kebijakan yang kuat dalam pembangunan berkelanjutan sektor kelautan dan perikanan untuk menteri berikutnya.

“Saya siap untuk menjadi bemper untuk perikanan berkelanjutan,” kata Susi Pudjiastuti di Jakarta, Senin.

Menurut Susi, platform yang kuat akan membuat pembangunan sektor kelautan dan perikanan berkelanjutan lebih jelas dan tidak berubah-ubah kembali.

Dengan ada kejelasan dalam bidang aturan, menteri berikutnya bakal lebih mudah karena berbagai pihak pemangku kepentingan telah mengerti tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut.

Sebelumnya, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri mengatakan, Indonesia harus memperjelas model pemberian kewenangan perizinan dari beragam hal yang terkait dengan sektor kelautan dan perikanan sebagai dasar pengambilan kebijakan.

“Di dunia ini kewenangan perizinan perikanan hanya ada dua jenis hierarki,” kata Rokhmin di Jakarta, Sabtu (18/4).

Jenis hierarki pertama adalah model hierarki pemberian izin di tingkat pusat dan di tingkat provinsi seperti di Kanada dan Jepang. Dan kedua, adalah pemberian langsung dari tingkat pusat dan juga ke tingkat distrik yang setingkat kabupaten/kota seperti terjadi di Filipina, Thailand, Sri Lanka, dan Malaysia.

Rokhmin mengusulkan agar penghitungan stok ikan dilakukan provinsi.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengkritik akurasi perhitungan stok ikan di kawasan perairan Indonesia karena hal tersebut dinilai sangat penting bagi dasar pengambilan kebijakan sektor kelautan dan perikanan.

“Berapa stok ikan itu penting karena menjadi dasar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam mengambil kebijakan,” tutur Indroyono. (Ant: Jafar M Sidik)

‘Ahok Surabaya’ Usulkan Lokalisasi Dihidupkan Kembali

Surabaya – Guna mencegah penyebaran penyakit HIV/AIDS di masyarakat, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur (Jatim) dr. Benyamin Kristianto mengusulkan agar lokaliasasi di Jatim dihidupkan kembali.

Kader Partai Gerindra ini beralasan, dengan adanya lokalisasi akan mempermudah pengawasan terhadap pekerja seks komersial (PSK) dan penyakit menular seksual.

Pria yang akrab dipanggil ‘Ahok Surabaya’ tersebut sepakat dengan langkah Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang melokalisir prostitusi di sebuah tempat. (Baca Juga: Muhammadiyah: Beri Sertifikat PSK, Ahok Ngawur!)

“Dengan ditutupnya lokalisasi di Jatim, maka banyak prostitusi terselubung. Banyak PSK menjajakan diri di pinggir jalan, melalui internet, dan di kos-kosan. Ini justru mengkhawatirkan menyebarnya virus HIV/AIDS,” kilahnya kepada obsessionnews.com di Surabaya, Minggu (3/5/2015).

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jatim ini mengakui membuat lokalisasi lebih efektif karena dapat mendata PSK, dan mengendalikan perkembangan penyakit HIV/AIDS.

“Tiap bulan PSK-PSK bisa diperiksa. Jadi dapat diketahui siapa yang terjangkit penyakit menular,” kilahnya pula.

Saat ini, lanjut Ahok Surabaya, Jatim menempati urutan ke-2 penderita HIV/AIDS terbanyak. Sementara Bali menempati urutan ke-5. Padahal Bali lebih bebas daripada Jatim yang memerangi prostitusi.

“Di Bali perilaku seksual terlokalisir di pub atau tempat wisata yang mudah dideteksi. Selain itu kesadaran mereka untuk melakukan seks yang sehat sudah sangat tinggi,” terangnya.

Sementara untuk lokasi yang tepat untuk tempat prostitusi, pihaknya sangat tidak setuju jika ditempatkan di dekat keramaian atau perkampungan. Seperti halnya lokalisasi Dolly yang tempatnya di tengah kota dan dekat perkampungan.

Lokalisasi sebaiknya diletakkan di lokasi yang sangat jauh dari perkampungan masyarakat. Karena dapat memberi dampak terhadap kehidupan masyarakat. Dokter yang memiliki klinik di Sidoarjo ini mengusulkan agar lokalisasi ditaruh di daerah terpencil atau kepulauan. Sumber obsessionnews.com (3/5).

Presiden Akan Paksa RS Terima Pasien BPJS

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan memaksa agar semua rumah sakit termasuk swasta dapat melayani pasien pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang merupakan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Saya akan memaksa dengan kewenangan saya agar RS terima pasisen peserta program BPJS, rakyat harus dinomorsatukan,” kata Presiden saat membagikan KIS kepada pekerja di PT Dok dan Perkapalan Koja Bahari Jakarta, Selasa.

Ia meminta BPJS Kesehatan memberikan daftar rumah sakit yang menolak program BPJS kesehatan.

“Beri saya daftar, saya panggil satu-satu, rumah sakit jangan hanya cari keuntungan saja,” katanya.

Menurut dia, pasien BPJS juga membayar biaya rumah sakit menggunakan iuran ataupun dana dari APBN.

Presiden menyebutkan mulai pekan ini pemerintah akan membagikan KIS dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) hingga akhi tahun.

“Ada 88,2 juta KIS yang akan dibagikan dan 20,3 juta KIP hingga akhir tahun, ini baru dibagi sekarang karena APBNP 2015 juga baru diketok (disetujui) pertengahan Januari,” katanya.

Mengenai masih banyak yang menolak, Jokowi mengatakan awal-awal memang begitu namun ia yakin dalam enam bulan akan mapan.

Dalam kesempatan dialog dengan pekerja PT DKB, Presiden juga meminta agar masyarakat menjaga kesehatan antara lain dengan pola makan sehat dan olah raga rutin.

“Saya juga punya KIS tapi saya tidak mau sakit,” katanya.

Sementara itu Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris menyebutkan adanya ketentuan bahwa semua pemegang KIS dapat masuk rumah sakit mana pun dalam kondisi gawat darurat.

“Kalau menolak bisa digugat secara hukum,” katanya.

Mengenai rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, ia menyebutkan ada 600 rumah sakit dari 2.500 sakit di seluruh Indonesia. (Ant/ Fitri Supratiwi)
CO