oleh

Cekcok dengan Pasangan? Coba Trik Ampuh Ini, Enggak Perlu Gengsi!

-Liputan-44 views

Jakarta, Srikandipp.com – Amarah sudah menguasai diri Allie dan Noah. Sejoli itu mengumpat satu sama lain. Tak ada yang mau mengalah.

“Ini tidak akan mudah, ini akan sulit dan ini akan terjadi setiap saat. Tapi aku ingin menjalaninya karena aku menginginkannya. Aku menginginkan dirimu selamanya, setiap hari,” kata Noah.

Sayangnya, permohonan Noah agar Allie tetap tinggal dengannya saat itu tidak berhasil. Wanita tersebut malah memilih pergi.

Cekcok dalam hubungan asmara-seperti yang terjadi pada penggalan film The Notebook di atas-adalah hal wajar. Malah, ada anggapan konflik yang terjadi antar pasangan justru menjadi bumbu untuk mempererat ikatan tersebut.

Psikolog sekaligus penulis buku ‘Should I Stay or Should I Go? ‘ Ramani Durvasula, Ph.D mengatakan, bila konflik tidak ada sama sekali, mungkin saja hubungan itu akan selesai.

“Saat bertengkar dengan pasangan, berarti Anda peduli pada hubungan itu. Namun bila konflik hilang sepenuhnya, bisa jadi satu atau keduanya sudah mulai mengakhiri hubungan,” jelas Ramani dalam laman Glamour, Selasa (14/1/2019).

Meski begitu, bukan berarti terus-menerus berselisih paham dibenarkan. Bila ingin hubungan percintaan terselamatkan, ada baiknya Anda dan pasangan meminimalisir konflik. Namun bila cekcok terlanjur terjadi, sebaiknya sikapi masalah dengan cara dewasa seperti yang Kompas.com himpun berikut ini.

Jangan dingin kemudian diam seribu bahasa

Salah satu kesalahan terbesar yang kerap terjadi pada pasangan usai bertengkar adalah munculnya sikap dingin dalam bentuk diam seribu bahasa. Alih-alih ingin menenangkan diri, cara ini justru berdampak negatif pada hubungan.

Dilansir Womansday.com, Jumat (2/8/2019), psikoterapis sekaligus pakar hubungan asal New York Rachel A. Sussman mengatakan, sikap abai dan membisu hanya akan membuat pasangan merasa dirinya sedang dihukum.

Rachel menyarankan, jika Anda memang butuh waktu untuk menyendiri sebaiknya utarakan langsung agar pasangan tidak salah persepsi. Misal, “beri aku waktu sehari untuk menenangkan diriku. Setelah itu baru kita perbaiki keadaan jadi lebih baik lagi.”

Apabila Anda terlalu canggung untuk mengatakannya secara langsung, baik lewat telepon atau bertemu, Anda bisa mengirimkan permintaan tersebut melalui pesan teks. Ungkapkan juga seberapa besar harapan Anda tentang hubungan kepada pasangan. Namun ingat, tak perlu marah bila ia tidak segera menanggapi pesan Anda.

Meminta maaf

Merupakan salah satu cara untuk mengembalikan keharmonisan hubungan usai bertengkar.(Shutterstock) Meminta maaf Lupakan ego apalagi gengsi. Meminta maaf secara tulus dan mengakui kesalahan dapat membantu meredakan emosi yang membara antara Anda dan pasangan.

Sekalipun Anda bukan pihak yang bersalah, meminta maaf perlu dilakukan. Sebab, meminta maaf bukan perkara salah atau benar, tapi menunjukkan bahwa Anda memiliki jiwa besar dan niat baik untuk menyudahi konflik.

Namun ingat, lakukan hal tersebut di saat yang tepat, di mana suasana sudah lebih tenang. Meminta maaf di kala kondisi perasaan dan pikiran masih tersulut emosi hanya akan memicu konflik baru.

Hindari juga meminta maaf lewat pesan teks. Bila memungkinkan, lakukan secara langsung alias bertemu dengan pasangan. Ucapkan permintaan maaf dengan lembut dan hindari melakukan pembelaan diri. Cara seperti ini hanya akan kembali menyalahkan pasangan atas pertengkaran yang terjadi dan membuat keadaan makin runyam.

Sentuhan mempererat kembali hubungan

Ketika amarah sudah mereda, berilah sentuhan sederhana seperti belaian atau pelukan hangat pada pasangan. Penelitian Universitas Carnegie Mellon yang dilansir Reuters, Jumat (9/11/2018) menemukan, ada banyak efek positif yang dihasilkan dari sentuhan interpersonal dalam sebuah hubungan.

Efek tersebut antara lain mereduksi perasaan cemas, pasangan lebih merasa mendapatkan dukungan, meningkatkan rasa aman, dan memunculkan perasaan bahagia. Dengan demikian hubungan Anda dan pasangan kembali harmonis.

Hubungan bisa kembali rukun dengan memberikan hadiah kepada pasangan. Tak perlu mahal, yang penting memiliki arti.(Shutterstock)

Memberikan Hadiah

Siapa sih yang tak suka diberi hadiah? Lagi pula, penelitian yang dimuat dalam jurnal Psychological Science menemukan, memberikan hadiah tak hanya membuat bahagia si penerima, tapi juga si pemberi.

Saking memberikan efek sedemikian rupa, riset Journal of Experimental Psychology menemukan, kadang orang yang memberikan hadiah cenderung fokus mencari barang terbaik tanpa memikirkan sisi kebutuhan.

Padahal, si penerima hadiah tidak terlalu mementingkan benda apa yang diberi, melainkan makna dan fungsi hadiah itu sendiri.

Anda perlu berhati-hati di momen ini. Jangan sampai saking terlalu fokusnya mencari hadiah, Anda jadi lupa akan hal-hal kecil. Misalnya ketinggalan dompet, sementara uang, kartu debit maupun kredit tersimpan di sana.

Sekalipun hal tersebut terlanjur terjadi, Anda tak perlu khawatir sebab teknologi mobile banking kini semakin maju. Hadirnya fitur tarik tunai tanpa kartu menyelamatkan Anda dari drama ketinggalan dompet. (Kompas,com)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed