Ciri Bangsa Cerdas, Demokrasinya Konstitusional             

Ciri Bangsa Cerdas, Demokrasinya Konstitusional             

51
0

Bangun Sitohang
Fungsionaris MPN Pemuda Pancasila

Satu Bangsa lahir karena ada semangat yang sama dari perjuangan mendirikan bangsa dan negara dan diakui oleh bangsa lain (dunia Internasiknal), itulah hal yang sederhana memahami eksistensi bangsa negara.

Setelah kita merdeka dan bersatu dengan kedaulatan,  tentu kita punya semangat yang sama melalui konsensus yang menjadi “Penuntun kebangsaan kita dengan sebutan Bangsa Indonesia” yaitu Pancasila sebagai konsep nilai penuntun moral politik berbangsa dan UUD 1945 sebagai norma perilaku politik kebangsaan kita untuk menjadi penuntun implementasi kebijakan bernegara.

Jika kita sudah merdeka, bersatu dan berdaulat tentu kita punya konsep sosial yang perlu dirasakan setiap generasi yaitu menuju masyarakat yang adil dan makmur.

Secara sederhana hidup ini adalah proses, sehingga adil dan makmur itu adalah visi atau cita-cita yang ingin kita capai. Pertanyaannya kemudian, bagaimana kita bisa menjadi bangsa yang adil dan makmur?

Jawabannya ada di pembukaan UUD 1945 yang terkait misi kebangsaan yaitu: melindungi segenap tumpah darah Indonesia , memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Dengan 4 (empat) maksud didirikan bangsa dan negara Indonesia, maka kita jadikan misi untuk mencapai adil dan makmur.

Pertanyaan lanjutan, apakah dengan kita punya misi dan visi serta tujuan berbangsa dan bernegara tersebut lantas mudah mencapai adil dan makmur?

Tentu ada proses lanjutan yaitu  kembali ke semangat awal kebangsaan yang juga tertuang dalam pembukaan UUD 1945 Alenia IV terakhir  , …yang “berkedaulatan rakyat”  dengan berdasar kepada Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Konkretnya konsep kedaulatan rakyat (demokrasi) berdasar Pancasila.

Kemudian bagaimana tujuan berbangsa dijalankan dengan konsep demokrasi yang berkedaulatan rakyat tersebut ?  Jika Pancasila sebagai nilai moral politik maka UUD 1945 adalah norma hukum sebagai sumber semua produk peraturan perundang-undangan dalam berdemokrasi.

Suatu negara yang berkedaulatan rakyat pasti ada nilai demokrasi , salah satunya adalah melalui Pemilihan Umum.        Menurut Pemikir Demokrasi Robert A Dahl, Demokrasi itu harus konstitusional. Inilah kata kunci berdemokrasi.

Implementasi demokrasi yang konstitusional tersebut dalam kehidupan politik kita saat ini (pasca Putusan MK), maka tanggal 17 April 2019  adalah PEMILU SERENTAK  sebagai hari pemungutan suara untuk memilih anggota  DPR, DPD, DPRD Prov dan DPRD Kab/kota serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang dalam.proses penyelenggaraannya  berdasar UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Berpikir sederhana, kalau kita berbicara Pemilu ya ikuti aturannya
agar kita konstitusional.

Mengapa saya memandang perlu mengajak kita berdemokrasi yang konstitusional, karena kita yang menjalankan demokrasi adalah sudah sepakat menjadi bangsa yang bersatu, oleh sebab itu jangan lagi berpikir sektarian atau menonjolkan pikiran atau pendapat selain amanat konstitusi atau konsensus berbangsa (Pancasila dan UUD.1945).

Itulah sebabnya para pendiri bangsa Indonesia sudah mengingatkan agar kita menjadi bangsa yang cerdas. Karena bangsa yang cerdas pasti paham aturan, beretika dan manusia yang beradab.

Bangsa yang berdemokrasi yang konstitusional pastilah menunjung rasa persatuan agar tetap menjadi bangsa yang teratur, baik tutur kata maupun perilakunya sehingga menjadi bangsa yang bermartabat.

Bangsa yang cerdas tidak mudah terhasut isu yang mengadu domba serta terpengaruh berita HOAKS. Karena hidup ini adalah proses dan agar semakin cerdas,  maka teruslah belajar menjadi Orang Indonesia.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY