Eksanti Menjawab Isu Miring Pesantren

Liputan485 views

 

SPP.Com—Seiring dengan santernya kabar pelecehan seksual oleh oknum di salahsatu Pesantren di Jatim, Ketua Bidang Rohani DPN Srikandi Pemuda Pancasila, Eksanti menyakan, bahwa kejadian ini hanyalah dilakukan oknum Pesantren yang tidak bertanggungjawab. Kepada Redaksi, Eksanti mengatakan, pengelolaan Pesantren memang harus rapi dan tidak boleh main-main. Sebagai salahsatu pemilik dan pengelola Pesantren, dirinya akhirnya juga harus mempelajari berbagai berita yang muncul akhir-akhir ini.

“Tidak semua Pesantren ada kejadian, seperti yang di berita itu. Masih banyak yang baik kok. Pesantren, faktanya banyak menghasilkan Pemimpin di berbagai lini. Masih banyak Pesantren yang mengelola pesantrennya dngan aturan yang ada, dan hasilnya baik-baik saja. Tidak selalu kontroversi. Dan kebetulan saja, karena Pesantren kami masih sedikit santrinya, semua bisa dikontrol dengan baik,” kata Eksanti.

“Kebetulan di kami, menggunakan metode berbeda. Seperti halnya di Sekolah umum ada istilah moving class, tetapi ini versi Pondok Pesantren. Di Pontren alam, atau sekolah alam kami ini, sengaja dikondisikan untuk mentadaburi Al Qur’an melalui alam.  Dengan metode itulah, maka  Pesantren yang kami kelola, semua pengajar Santriwati adalah Akhwat. Begitu juga sebaliknya. Pengajar santri lelaki adalah ikhwan juga.  Jadi semuanya sesuai yang diajar,”ujar Eksanti yang juga Ketua Yayasan Orbit Lintas Profesi itu. Menurutnya, meski sistem pengajaran di Pesantren lain masih ada ikhwan menjadi pengajar santriwati, namun di Pesantren yang dikelolanya tidak demikian sejak awal. Makanya, di Pondok Pesantren Al Qur’an Al Bayum Soreang, Bandung yang dikelolanya, kalaupun ada pengajar lelaki, maka itu hanya Mudir yang dituakan, dan tempat mengajarnya-pun, semua di luar ruangan.

Maka dari itu, jelas Eksanti, semua kelasnya terbuka.  Yang di dalam hanya untuk tidur dan pengelolaan kobong-kobong saja. Jadi, insya Allah semua terawasi dengan baik.

“Akan tetapi, kami tetap meyakini, meski di Pesantren lain ada santriwati diajar Ikhwan, selama saling menjaga, insya Allah tidak ada masalah kok,” tutupnya. #

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *