Gelorakan  Pancasila, Kesbangpol DKI Jakarta Teruskan Tingkatkan Pemahaman Ideologi Bangsa

Gelorakan  Pancasila, Kesbangpol DKI Jakarta Teruskan Tingkatkan Pemahaman Ideologi Bangsa

47
0

CIPAYUNG – PASKA Reformasi yang ditandai dengan adanya amandemen UUD 1945, berkurangnya pelajaran budi pekerja di sekolah-sekolah formal serta masuknya Indonesia ke era globalisasi, ideologi Pancasila secara perlahan telah mulai memudar di kalangan pelajar.

Karena itu, guna memperkuat dan meningkatkan pemahamam para pelajar tentang ideologi Pancasila,  Kesbangpol DKI Jakarta melakukan kegiatan “Peningkatkan Pemahaman  Ideologi Bangsa Angkatan III Tahun 2018.”

Kegiatan yang diikuti 110 pelajar SMU dari DKI Jakarta ini dibuka secara langsung oleh Kepala Plt. Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si di hotel Gerbera, Kamis (13/9/2018).

Menurut Taufan, Pancasila telah  terbukti mempersatukan kita sebagai bangsa dan negara yang utuh. Namun keutuhan itu mulai terganggu di mana akiat globalisasi, banyak paham-paham radikalisme.

“Radikalisme adalah faham yang ciri khasnya adalah selalu merasa yang paling benar sendiri dan mengabaikan hak-hak dasar orang lain,” ujar Taufan.

Dia menjelaskan, bahwa radikalisme dan faham sejenis lainnya sangatlah bertentangan dengan Pancasila yang sangat menghormati dan menghargai khebinekaan. Oleh karena itu, kita bersyukur dan terus memperkuat Pancasila yang telah menunjukkan kita hidup berdampingan secara damai,harmonis dan penuh toleransi dengan siapa saja yang berbeda latar belakang agama, suku, adat istiadat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekaligus kita harus mengikis benih dan tumbuhnya nilai-faham radikalisme dan sejenisnya.

Taufan menambahkan, sebagai insan Indonesia, tentu ingin membangun bangsa yang berperadaban unggul, yang salah satu cirinya adalah bangsa yang mampu menunjukkan karakter dan jati dirinya, tanpa berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain sekaligus mampu mengaktualisasikan makna yang dikandungnya sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, Pancasila menjadi sistem nilai yang hidup.

Untuk hal tersebut, Badan Kesatuan bangsa dan Politik provinsi DKI Jakarta yang salah satu tugas dan fungsinya yaitu menggelorakan dan menumbuhkembangkan nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme kepada semua generasi, utamanya para Generasi penerus bangsa Indonesia yang kita cintai ini.

Sementara itu, Kasubdit Ideologi Negara,  Rahmat Hidayat dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti 110 peserta dari SMU 70, SMU 6 dan SMU 46.

Rahmat mengharapkan agar seluruh peeserta seriusan mengikuti kegiatan ini.

“Saya nengajak adik-adik agar mengikuti kegiatan hari ini untuk dapat bersama-sama dengan pemerintah dalam mewujudkan serta memantapkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila dan nasionalisme kita dan menumbukan sikap untuk menghormati dan menghargai segala bentuk keragaman bangsa sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya (Zul).

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY