Hati-hati, Modus Penipuan Hadiah dari Go-Pay Kian Marak

Hati-hati, Modus Penipuan Hadiah dari Go-Pay Kian Marak

149
0

JAKARTA – Kasus penipuan berupa hadiah uang jutaan rupiah pada layanan uang elektronik dan pembayaran online Go-Pay, milik PT Go-Jek Indonesia kian marak. Banyak pelanggan setia Go-Jek menjadi korban, salah satunya Rangga (34).

Kejadian tersebut menimpa Rangga pada 7 Desember 2017 lalu. Saat itu, posisi Rangga tengah berada di rumah sakit, menemani sang istri yang baru saja melahirkan. Rangga mendapat telepon dari pelaku yang mengaku dari karyawan Go-Jek.

“Dia menyebutkan nama, alamat, email, nomor ponsel, sampai bulan regristasi saya dia tahu semua. Bulan regristrasinya juga sesuai dengan yang pernah saya regristrasi,” ucapnya kepada Infonitas.com, Jumat (5/1/2018).

Tak heran jika Rangga menganggap pelaku tersebut benar merupakan karyawan Go-Jek. Ia pun melanjutkan perbincangannya di telepon. Pelaku menyebut, Rangga mendapatkan hadiah saldo Go-Pay Rp 1,7 juta.

Kemudian, Rangga mendapat pesan singkat dari Go-Jek yang berisi kode rahasia sebanyak empat angka. Yang membuat Rangga lebih percaya lagi ialah sumber sms tersebut bertuliskan nama Go-Jek.

Pelaku meminta Rangga memberitahu kode tersebut dengan dalih untuk registrasi pengisian saldo dari Go-Jek ke akun Go-Pay miliknya. Belakangan ini, Rangga baru mengetahui jika kode rahasia tersebut ternyata pin Go-Pay miliknya.

“Setelah itu pas waktu saya sebutkan ke mereka lama-lama mereka minta untuk di-top up Go-Pay-nya jika saya ingin mendapatkan hadiah itu. Kata dia supaya ada minimal saldo yang bisa nanti ditambahkan ke Go-Pay itu,” ujar Rangga.

Rangga melakukan top up lewat internet banking. Pelaku menyebut jika top up yang dilakukan Rangga tidak berhasil. Sehingga Rangga melakukan top up berulang kali sampai dilanjutkan ke ATM BCA.

Sebab, pelaku menyuruh Rangga untuk mencari ATM BCA terdekat. Tak hanya itu, pelaku juga meminta Rangga melakukan pendaftaran SMS banking. Saat melakukan pendaftaran, pelaku meminta Rangga untuk memasukan dua nomor ponsel pelaku.

“Akhirnya saya sadar bahwa perintahnya yang ia lakukan ini katanya suruh ulangi lagi dan ulangi lagi, karena pas waktu di ATM tuh dia bilangnya suruh diulangi lagi, diulangi lagi,” kata Rangga.

Saat itu, Rangga mulai sadar jika dirinya menjadi korban penipuan. Ia pun langsung mematikan teleponnya. Perkiraan Rangga ternyata benar, akun Go-Pay miliknya ludes Rp 500 ribu.

Tak berhenti di situ saja, sekira tanggal 23 Desember 2017, Rangga memeriksa saldo rekening miliknya. Ternyata, setiap hari saldo miliknya dipotong Rp 100 ribu untuk pembelian pulsa. Saldo di ATM-nya pun terkuras hinga Rp 3,4 juta. Jika ditotalkan, kerugian yang dialami Rangga mencapai Rp 3,9 juta.

Pada hari itu juga, Rangga melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan: LP / 6317 /XII / 2017 / PMJ / Ditreskrimsus. Terlapor dalam kasus ini masih dalam lidik.

“Sekarang belum ada panggilan ke penyidik. Pas saya di Polda itu juga orang SPKT cerita, banyak yang menjadi korban mengatasnamakan dari Go-Jek itu,” tutur Rangga.

Rangga sendiri sudah mengadu kepada pihak Go-Jek terkait kasus penipuan tersebut. Pihak Go-Jek menyebut jika kasus penipuan tersebut memang sedang melanda Go-Jek dan masih dalam tahap investigasi.

Namun, Rangga mempertanyakan, mengapa pelaku penipuan tersebut dapat memiliki data pribadi dirinya secara detail sesuai yang tertera di akun Go-Jek miliknya.

“Kenapa kok mereka bisa tau data saya. Tapi itu mereka (Go-Jek) sampai sekarang tidak menjawab,” tandas Rangga.

Infonitas.com mencoba mengkonfirmasi perihal kasus tersebut ke pihak PT Go-Jek Indonesia. Namun, Humas PT Go-Jek Indonesia meminta mengirimkan pertanyaan saja melalui email yang diberikannya. Infonitas.com sudah mengirim email berupa pertanyaan konfirmasi kasus tersebut ke bagian Humas PT Go-Jek Indonesia. Namun, sampai berita ini diturunkan, belum ada jawaban dari pihak PT Go-Jek Indonesia.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY