HP Ketum Gepenta Dihack, Jaringan Peretas dilaporkan ke Cybercrime Polri

HP Ketum Gepenta Dihack, Jaringan Peretas dilaporkan ke Cybercrime Polri

71
0

JAKARTA – MEMILIKI Handphone android dewasa ini sudah merupakan kebutuhan manusia modern. Baik tua-muda, kota-desa, kaya miskin saat ini sudah pada punya  handphone android. Dengan teknologi android, komunikasi menjadi lebih efesien dan bahkan murah dari sisi biaya yang dikeluarkan. Bayangkan, dengan memasang Wifi handphone anda dijamin bisa ngobrol gratis ke luar negeri sekalipun dengan  memakai aplikasi Whatapps (WA).

Di balik kemudahan HP android, ternyata ada banyak orang jahat yang mencari keuntungan dari penguasaan teknologi ini. Para penjahat yang dikenal dengan istilah Hacker (peretas) ini paham betul memperdaya korbannya. Motif dibalik kejahatan Hacker ini adalah mencari keuntungan finansial dengan menipu.

Kejadian modus penipuan ini dialami Ketua Umum Gepenta, Brigjenpol Dr. Parasian Simanungkalit, SH, MH, Berikut kutipannya:

“Saya mengalami sangat tragis kelakuan hacker yang menggunakan nomor Hp saya untuk digunakan Whatssap. HP tetap di tangan saya, bisa telepon dan dapat operasionalkan FB dan juga Messenger. TETAPI WHATSAPP sudah beralih pengendalinya hacker. Menyebar foto saya, dan memposting kepada hampir 400 orang, rekan dan teman serta warga Gepenta. Rata2 permintaannya “atmku terblok, tolong bantu kirim uang ke rekening teman saya perlu bantuan. Contohnya seperti ini. Dan ada kira-kira 500 orang yang di minta begitu. Tetapi karena saya Ketua Umum Dpn Gepenta, tidak mungkin minta bantuan seperti itu maka tidak seorang pun yang tertipu mentransfer uang,” ujar Parasian kepada redaksi, Jumat (4/1/2-19)

Parasian menjelaskan, kejadiannya ini dialami pada hari Rabu malam. Dia mendapat kiriman SMS (Short Meseage Service) seperti di bawah ini. Begini bunyinya:

(<#> Kode WhatsApp: 370-793. Anda juga dapat mengetuk tautan ini untuk verifikasi: v.whatsapp.com/370793. Jangan bagikan kode ini dengan orang lain 4sgLq1p5sV6)

***Karena saya tekan tulisan v.whatsapp.com/370793… sehingga hp WA saya ter block. Dan wa saya tidak dapat dipakai. Semua nomor telepon yg ada di group wa pindah ke nomor hp dia yang menggunakan nomor HP WA saya.

Sadar HP yang kena hack, Ketum Gepenta segera bertindak cepat mengabarkan semua keluarga, dan teman-teman di Gepenta agar waspada jika mendapatkan SMS mengatasnamakan dirinya yang meminta uang.

“Jangan tertipu bila ada permintaan “Transfer Uang. Demikian supaya tidak ada yang tertipu,” ujarnya.

Tidak mau kalah dengan Ketum Gepenta, Hacker pun aktif mengirim SMS ke semua pengurus Gepenta baik di pengurus pusat maupun di daerah. Untungnya, tidak satupun yang percaya kalau Ketum Gepenta sedang memiliki masalah dengan rekeningnya dan meminta kiriman sejumlah uang.

Atas kejadian yang tidak menyenangkan ini, Ketum Gepenta kemudian melaporkan sejumlah nomor rekening yang diberikan hacker ke unit Cyber crime Mabes Polri untuk ditindaklanjuti.

“Saya berharap Cyber crime Mabes Polri segera menyelidiki para hackers dan memberi sanksi yang tegas,” pungkas Parasian. (Zul)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY