Hukum dan Arti Pengucapan Taqobbalallahu Minna Wa Minkum

srikandipp.com – Taqobbalallahu minna wa minkum adalah salah satu ucapan Idul Fitri yang sering dilontarkan saat lebaran. Pada dasarnya, ucapan tersebut menjadi penghormatan kepada sesama muslim.

Dalam Islam, muslim diajarkan untuk selalu mengucap kebaikan termasuk doa yang baik. Hal ini dijelaskan oleh Yusuf Burhanudin dalam bukunya yang bertajuk Misteri Bulan Ramadhan.

Lantas, apa arti ucapan taqobbalallahu minna wa minkum?

Arti Ucapan Taqobbalallahu Minna Wa Minkum
Menukil dari buku Mutiara Hikmah Puasa karya B Wiwoho, dalam Al-Qur’an dan hadits tidak ada ucapan Idul Fitri yang disebutkan secara spesifik. Namun, taqobbalallahu minna wa minkum menjadi salah satu ucapan yang sering dilontarkan sejak zaman Rasulullah SAW.

Berikut bacaan taqobbalallahu minna wa minkum beserta artinya,
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك
Arab latin: Taqobbalallahu minna wa minkum

Artinya: “Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan amal ibadah kalian semua.”

Kala itu, ketika Idul Fitri tiba maka para sahabat mengucapkan taqobbalallahu minna wa minkum kepada satu sama lain. Ibnu Qudaman dari Muhammad bin Ziyad berkata,

“Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi SAW. Mereka bila kembali dari salat Ied berkata sebagiannya kepada sebagian lain: ‘Taqobbalallahu minna wa minkum,’ Beberapa sahabat menambahkan ucapan ‘Shiyamana wa shiyamakum,’ yang artinya puasaku dan puasa kalian.”

Dengan demikian, ucapan taqobbalallahu minna wa minkum dituturkan oleh para sahabat, bukan Rasulullah SAW.

Hukum Mengucapkan Taqobbalallahu Minna Wa Minkum
Menukil dari laman NU Online, Ibnu Taimiyah dalam Majmu Fatawa (24/253) mengatakan hukum syariat ucapan Idul Fitri diperbolehkan sebagaimana dikatakan oleh sebagian Imam seperti Ahmad dan lainnya.

“Taqobbalallahu minna wa minkum, dan semacam itu, maka ini telah diriwayatkan oleh sebagian sahabat bahwa dahulu mereka melakukannya, dan dibolehkan sebagian Imam seperti Ahmad dan lainnya. Tetapi Ahmad berkata: Aku tidak mau memulainya lebih dahulu, namun jika seseorang mengucapkannya kepadaku maka aku menjawabnya, karena itu jawaban ucapan selamat yang hukumnya wajib.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *