Ida Fauziyah Pimpin Perempuan IJMA untuk Menangkan Jokowi-Ma’ruf

Ida Fauziyah Pimpin Perempuan IJMA untuk Menangkan Jokowi-Ma’ruf

21
0

JAKARTA, iNews.id – Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa Ida Fauziyah kembali memimpin kelompok perempuan untuk memenangkan pasangan bakal capres dan cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Setelah menakhodai Super Jokowi, Ida kini memimpin Perempuan Indonesia Jokowi-Ma’ruf Amin (IJMA).

Ida menuturkan, sebagai salah satu Ketua DPP PKB dirinya sudah terbiasa terlibat berbagai kesibukan di partai. Atas dasar itu, dirinya diminta untuk mengawal Perempuan IJMA.

“Teman-teman meminta karena saya memang background-nya aktif di kegiatan sosial, makanya aktif di Suara Perempuan untuk Jokowi, Super Jokowi,” ujar Ida di Media Center Jokowi-Ma’ruf, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Senin (10/9/2018).

Ida menjelaskan, Perempuan IJMA akan dideklarasikan setelah penetapan calon presiden dan wakil presiden dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mengenai anggota Perempuan IJMA, dia menerangkan anggotanya akan berasal dari partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

“Hampir semua perempuan partai bergabung disini. Partai parlemen dan non parlemen bergabung. Nama-namanya rahasia dan nanti saya kasih tahu,” ucap legislator kelahiran Mojokerto, Jawa Timur ini.

BACA JUGA: Relawan Super Jokowi Siap Rebut Suara Perempuan di Pilpres 2019

Mantan calon Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut memastikan bahwa bahwa Perempuan IJMA fokus untuk merebut suara perempuan di setiap daerah dari segala segmentasi usia, seperti kalangan ibu-ibu maupun perempuan milenial.

“Rata-rata teman-teman ini juga sebagai calon legislatif, jadi dia kampanye dirinya dan kedua mengampanyekan Pak Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin. Ini bedanya dengan Super Jokowi, kan Super Jokowi backgroundn ya ga hanya pengurus partai,” paparnya.

Untuk menggaet suara perempuan di berbagai daerah, Ida akan meyakinkan bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf bisa menyelesaikan persoalan bangsa, salah satunya perekonomian.

Selain itu, menekan angka kematian ibu dan bayi, serta menjawab kebutuhan kesehatan, pendidikan, pengembangan ekonomi terutama sektor UMKM. Menurut Ida, 51 persen UMKM di Indonesia dijalankan perempuan.

Dengan perekonomian di bidang perempuan terus didorong, hal itu akan sangat membantu kaum perempuan untuk maju secara ekonomi dengan memberdayakan keahlian yang ada.

“Kita ingin lebih luas lagi. Tangguh menghadapi ini kan situasi global kalau perempuan kondisi ekonomi kuat Insya Allah bisa tahan menghadapi goncangan global ini,” kata alumnus IAIN Sunan Ampel, Surabaya ini. (inews.id)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY