Ini Dia yang Membuat Rasa Masakan Jepang Istimewa

srikandipp.com – Masakan Jepang bakal terasa autentik jika dibuat dengan bumbu masakan khas sana. Mulai dari sansho hingga rayu, kenali jenis bumbu masakan Jepang yang unik.
Masakan Jepang mendunia karena rasanya dapat diterima untuk mayoritas orang-orang di negara lain. Yang paling menonjol adalah cita rasa umami atau gurih.

Penggunaan bumbu, rempah, dan saus khas membuat masakan Jepang autentik dan tentunya lebih istimewa. Jenisnya amat beragam dan mungkin belum pernah kamu ketahui sebelumnya.

Merangkum Tsunagu Japan, inilah 7 bumbu masakan Jepang unik yang ciptakan rasa istimewa:

1. Yuzu kosho

Yuzu kosho atau yuzu pepper bukan lada atau merica rasa yuzu, melainkan pasta berbahan cabai, kulit jeruk yuzu, dan garam. Yuzu kosho aslinya dari Kyushu. Rasanya bisa berbeda, tergantung jenis cabai yang digunakan. Yang paling umum digunakan, cabai hijau Jepang. Rasanya lebih pedas nendang dibanding jika pakai cabai merah.

Yuzu kosho bisa dipakai sebagai bumbu masakan atau condiment. Biasanya disandingkan dengan olahan ayam atau hidangan berminyak. Selain bentuk pasta cabai, yuzu kosho juga dijual dalam bentuk bubuk dan cairan.

2. Sansho

Sansho adalah bubuk masakan Jepang yang memiliki aroma citrus dengan rasa pedas lada yang nendang. Sansho dibuat dari buah peppercorn sansho yang ternyata famili dengan lada Sichuan yang memberi rasa pedas menggigit pada masakan mala khas China.

Namun sansho tidak seperti mala yang rasa pedasnya bertahan lama di mulut. Sansho banyak dipakai dalam hidangan unagi alias belut Jepang, juga daging atau seafood panggang. Penggunaan sansho menambah kedalaman rasa masakan sekaligus mengurangi lemaknya sehingga lebih nyaman dimakan.

3. Aonori

Tak kalah populer dari nori, di Jepang ada aonori yang merupakan rumput laut hijau yang dikeringkan dan dibuat bubuk atau dihancurkan menjadi flakes. Aonori banyak dipakai sebagai topping masakan Jepang, seperti okonomiyaki, yakisoba, dan takoyaki.

Aonori tak hanya memberi rasa umami, tapi juga mengandung mineral dan asam amino yang bermanfaat untuk kesehatan. Aonori dibuat dari jenis rumput laut berbeda untuk nori atau wakame. Biasanya memakai jenis aosa.

4. Shiso

Shiso adalah daun perilla yang jamak dipakai dalam masakan Jepang. Shiso sebenarnya mirip daun mint dengan profil rasa yang serupa pula. Shiso banyak dipakai untuk olahan seafood dan daging yang aromanya tajam.

Dua jenis shiso paling umum adalah daun shiso hijau dan shiso kemerahan atau keungunan. Daun shiso hijau biasanya untuk garnish makanan atau piring. Sementara daun shiso merah dan ungu untuk dikeringkan menjadi flakes seperti pada furikake.

5. Karashi

Jepang punya bumbu masakan unik berupa mustard kuning bernama karashi. Biasanya dipakai untuk menambahkan rasa pada tonkatsu, oden, dan natto. Rasa pedas menyengatnya lebih kuat dibanding mustard kuning khas Amerika.

Karashi dijual dalam bentuk pasta atau bubuk. Kalau mau lebih tahan lama untuk disimpan, sebaiknya pilih karashi bubuk.

6. Rayu

Rayu adalah istilah untuk minyak cabai Jepang. Rayu banyak ditemukan di restoran ramen dan gyoza sebagai bumbu pelengkap atau cocolan yang rasanya pedas nikmat.

Selain dalam bentuk minyak, rayu juga ada versi taberu rayu yang mengandung potongan renyah enak dari bawang putih, jahe, dan daun bawang. Rasa pedasnya lebih lembut dan bisa dipakai untuk lebih banyak masakan, terutama untuk nasi putih.

7. Umeboshi

Secara harfiah, umeboshi berarti acar buah plum. Biasanya rasanya sangat asam dan asin, tapi ada versi yang lebih manis dan mengandung lebih sedikit garam.

Umeboshi biasanya disajikan dengan nasi putih atau campuran onigiri agar rasanya lebih kaya. Ada juga versi pasta yang bisa dipakai untuk beragam hidangan yang sudah dimasak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *