Nunggu Real Count, Kesbangpol Jakarta Minta FORKOMPIDA Jaga Suhu Politik

Nunggu Real Count, Kesbangpol Jakarta Minta FORKOMPIDA Jaga Suhu Politik

107
0

JAKARTA –PEMILIHAN Umum Serentak 2019 yang berlangsung pada Rabu 17 April 2019 telah berjalan dengan aman dan damai. Sembari menunggi hasil pengumuman dari Komisi Pemilihan Umum, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida)  diminta untuk turut menjaga kondusifitas kehidpan politik di tanah air dan Jakarta khususnya.

“Kita mengucapkan terimakasih kepada jajaran Forkompida bersama masyarakat yang telah melaksanakan Pemilu di Jakarta berjalan dengan baik, aman dan damai,” kata Plt.  Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si ketika membuka kegiatan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOMPIDA) Tahun 2019) di Hotel Lumiere, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Taufan menjelaskan, kita bersyukur bahwa Pemilu Serentak 2019 ini berhasil kita lalui dengan baik meski kita juga mengakui hal ini berjalan amat melelahkan dan dari hasil pantauan KPU telah menimbulkan korban jiwa dan jumlah orang yang sakit juga cukup banyak.

Kesbangpol DKI Jakarta mengucapkan bela sungkawa kepada mereka yang meninggal dan juga kepada yang sakit dalam menjalankan tugas. Pemilu ini memang telah menguras energi kita dan di bulan Mei ini kita juga akan menghadapi 2 peristiwa besar. Pertama yaitu akan adanya hari Perayaan Buruh atau yang dikenal dengan May Day dan kedua kesiapan kita memasuki bulan Suci Ramadhan.

Gubernur DKI Jakarta, Pak Anies, kata Taufan ingin agar buruh hidup dengan sejahtera. Karena itu, Pemda memberikan subsidi melalui pemberian Kartu Pekerja dengan harapan melalui kartu itu para buruh dapat mengurangi beban biaya hidup di Jakarta.

“Buruh DKI dapat memanfaatkan Kartu Pekerja Plus untuk menumpang Transjakarta gratis, belanja bahan pokok murah di Jakgrosir, dan mendapatkan subsidi pangan setiap bulannya,” papar Taufan yang pada kesempatan itu didampingi  Kasubdit Kewaspadaan Dini, DR. Habib, S.Sos, M.Si.

Terkait peran para tokoh agamawan, Taufan menjelaskan bahwa kaum agama harus mampu mengajak umatnya untuk terus mengembangkan dan melestarikan kerukunan dan keharmonisan kehidupan antar umat yang telah berjalan dengan baik.

Dalam catatan Kesbangpol DKI Jakarta saat ini di sampping mayoritas umat Islam juga ada 570 ribuan umat beragama Protestan, 470 ribuan umat Katholik, dan 150 ribuan campuran antara umat Konghucu dan Budha. Selain itu, kita juga punya sahabat-sahabat yang masih mengakui adanya Tuhan YME melalui aliran Kepercayaan.

Semua umat beragama dan aliran kepercayaan ini, lanjut Taufan harus bisa hidup secara rukun dan harmonis dalam wadah bernama Forkompida.

“Karena itu, kita mengharapkan agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) betul-betul  memberikan sumbangsih kepada semua golongan,” harap Taufan. (Zfd)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY