oleh

Kasus Duren Tiga, Sarimaya Apresiasi Ketegasan Kapolri

SPP.Com—Indonesia geger. Pasalnya, aksi pembunuhan berencana terjadi di rumah Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo yang kini sudah dipecat oleh Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo. Akibat pembunuhan ini, satu polisi, Bigadir Josua meninggal dengan luka dan tembakan yang dilakukan oleh rekannya sendiri. Yang tragis, penembakan itu diperintah oleh Sambo. Ketua Umum MPN Srikandi Pemuda Pancasila, Sarimaya, SE., M.Si sangat mengapresiasi langkah Kapolri itu.

“Bagi saya, ini kejahatan tidak biasa. Maka, saya sangat mendukung Kapolri untuk menindak tegas pelakunya. Saya mengapresiasi Kapolri yang telah menerapkan asas transparansi dan berani memberi hukuman berat kepada perancang pembunuhan serta eksekutornya. Ini kejahatan tak termaafkan,” ujar Sarimaya.

Menurutnya, pelaku kejahatan terencana ini, memang tidak pantas dilakukan seorang aparat. Perbuatan kekerasan yang mengakibatkan pembunuhan seperti itu, apalagi dilakukan berkomplot, sangat merusak tata hukum Indonesia.

“Padahal pelaku bisa membawa korban ke Pengadilan. Tetapi kenapa itu tidak dilakukan? Jika mereka tak mau membawa korban ke Pengadilan, lalu bagaimana pandangan masyarakat? Yang jelas, perilaku penegak hukum seperti itu, tidaklah patut terjadi. Masyarakat bisa saja meniru jika pelaku. Maka, saya mendesak agar mereka dihukum seberat-beratnya,”tegas Sarimaya.

Seperti diberitakan, Ferdy Sambo akhirnya dijadikan TSK atas perbuatannya membunuh Brigadir Josua. Bahkan, atas perbuatan biadabnya itu, Sambo diancam hukuman mati. Kapolri sendiri yang membacakan keputussan hukum atas Ferdy Sambo, dan bersamaan dengan itu, ada 31 Polisi yang kebanyakan perwira, dinyatakan terlibat. #

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *