oleh

Ketua DPR: Ani Yudhoyono Adalah Panutan Perempuan Indonesia

-Liputan-131 views

Jakarta – Istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Kristiani Herrawati atau yang akrab disapa Ani Yudhoyono meninggal dunia pada Sabtu (1/6/2019) pukul 11.50 waktu Singapura. Upacara persemayaman jenazah untuk memberikan penghormatan terakhir dilakukan di rumah duka Pendopo Puri Cikeas.
Pihak keluarga, yang diwakili putra kedua SBY dan Ani Yudhoyono yakni Edhie Baskara Yudhoyono (Ibas) secara resmi melepas jenazah ibundanya kepada pemerintah untuk dimakamkan secara militer.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo. Dalam sambutannya, Bamsoet menyebut sosok Ani sebagai perempuan tangguh dan nasionalis yang mendedikasikan seluruh hidupnya melayani bangsa dan rakyat Indonesia, baik sejak mendampingi SBY sebagai seorang prajurit hingga menjadi Ibu Negara selama 10 tahun (2004-2014).
Seperti diketahui, sejak Februari lalu Ani Yudhoyono menjalani perawatan medis di National University Hospital (NUH), Singapura. Wanita yang biasa disapa Ani ini meninggal karena penyakit kanker darah yang dideritanya. Jenazah diberangkatkan siang ini menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata untuk dimakamkan.
Ani Yudhoyono sendiri selama hidupnya sangat menggemari fotografi. Selama mendampingi SBY sebagai Presiden, kamera tak lepas dari tangan Ibu Negara untuk mengabadikan setiap momen, terutama saat kunjungan kenegaraan ke luar negeri.
Berikut petikan sambutan Bamsoet dalam Upacara Persemayaman di Pendopo Puri Cikeas, Minggu (2/6/2019) siang tadi:
Atas nama seluruh rakyat Indonesia dan seluruh anggota DPR, dengan sangat terharu saya menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya. Semoga beliau diampuni segala dosa kesalahannya dan diterima di sisi Allah SWT.
Kami percaya kepergian beliau di bulan Ramadhan yang penuh ampunan ini akan mempermudah beliau mendapatkan tempat di sisi Allah.
Beliau adalah perempuan yang tangguh, lahir dari pasangan pejuang. Tak hanya tangguh tapi juga memiliki nasionalisme yang tinggi dalam mencintai Indonesia.
Pengalaman beliau mendampingi Bapak SBY sejak prajurit hingga menjadi presiden sarat dengan pengalaman berharga dan patut menjadi panutan seluruh perempuan Indonesia.
Keberhasilan beliau terlihat dari kedua putranya yang kini aktif menjadi politisi muda. Beliau tidak hanya menjadi panutan keluarga, tapi juga telah menjadi panutan masyarakat secara luas.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan dapat melanjutkan kehidupan serta mewujudkan cita-cita beliau.
Selamat jalan Ibu. Kami akan selalu mengenangmu lewat foto-fotomu yang indah itu. (cnbcindonesia.com)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed