Ketua DPR RI Hadiri Sidang The Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-138 di Geneva:

Ketua DPR RI Hadiri Sidang The Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-138 di Geneva:

98
0

SWITZERLAND – Duabelas anggota delegasi dan 3 adviser dari Anggota DPR RI yang dipimpin Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menghadiri Sidang The Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-138 di Geneva, Switzerland (24/3).

Selain Pimpinan dan anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP), Nurhayati Assegaf, Bara Hasibuan, Budisatrio Djiwandono juga turut dalam rombongan wakil ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah serta Anggota DPR Ahmad Sahroni, Muhammad Misbakhun, Agun Gunanjar Sudarsa dan Johnny Plate.

Sidang IPU ke 138 kali ini Dihadiri oleh 146 negara dan dihadiri langsung oleh 69 ketua parlemen (DPR) dari negara-negara tersebut di Gedung CICG Geneva, Swizerland. Total peserta 1.539 anggota delegasi. Membahas perlindungan untuk pengungsi dan migrasi internasional.

Bamsoet menekankan dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dengan Argentina, Turki, Vietnam, Sudan serta Delegasi Asean+3 di hari pertama itu, mengenai pentingnya peningkatan kerjasama antar parlemen dan pemerintahan dalam tatanan global yang lebih baik.

Bamsoet juga meminta anggota IPU memberikan dukungan terhadap pencalonan Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamaman Perserikatan Bangsa-bangsa (DK-PBB) pada 2019-2020.

Terkait keinginan Ketua Parlemen Argentina Federico Pinedo agar Argentina untuk menjadi pihak pada TAC-Asean, Indonesia secara sungguh-sungguh akan menggalang dukungan dari negara-negara Asean untuk Argentina.

Isu lain yang menjadi diskusi hangat dalam pertemuan bilateral itu antara lain, penanggulangan terorisme, kejahatan kemanusiaan dan pengungsi Rohingya di Bangladesh. Dimana Indonesia terus mendesak pemerintah Myanmar untuk menciptakan stabilitas dan menghentikan kekerasan di Rukhine. Bahkan Indonesia mendorong Myanmar melaksanakan rekomendasi Komisi Kofi Annan.

Khusus terhadap Ketua Parlemen Vietnam Nguyen Thi Kim Nga, Bamsoet berharap Vietnam bisa bekerjasa dalam pemberantasan ilegal fishing dan meningkatkan target nilai perdagangan Indonesia-Vietnam dari US$ 5 milyar pada tahun 2015 menjadi US$ 10 miliar pada tahun 2018 melalui kerjasama di bidang automotive.

Kepada Ketua Parlemen Turki Ismail Kahraman yang merupakan salah satu orang terkuat di Turki, Bamsoet mengajak agar Turki dan Indonesia terus bekerjasama dalam mengatasi krisis Rohingya khususnya di forum OKI.

Kahraman, menyambut baik ajakan Indonesia. Mengingat Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan Turki sebagai salah satu negara Muslim demokratis yang paling berpengaruh di dunia, dapat saling bersinergi sebagai focal point dunia Islam dalam memperjuangkan hak-hak kemanusiaan seperti yang terjadi di Palestina dan Rohingya.

“Ada 1,7 miliar penduduk muslim di seluruh dunia, dan 500 juta nya ada di Indonesia.” Ujar Kahraman. (Bamsoet)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY