oleh

Ketum DPN Srikandi Pemuda Pancasila Apresiasi Program Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan Menteri PPPA

-Liputan-20 views

Jakarta, Srikandipp.com  – Srikandi Pemuda Pancasila mengapresiasi upaya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Yohana Yembise yang baru saja meresmikan rumah perlindungan pekerja perempuan di kawasan industri di Kota Bintan, Kepulauan Riau pada Senin kemaren.

“Apa yang dilakukan Menteri PPPA RI Yohana Yembise ini merupakan terobosan yang penting bagi upaya perlindungan kaum Srikandi di tanah dan kami mengapresiasnya,” ujar Ketua Umum DPN Srikandi Pemuda Pancasila, Hj. Sarimaya, SE, M.Si ketika diminta komentarnya pada Selasa di Jakarta (8/10/2019).

Menurut Sarimaya, sesuai amanat konstitusi Negara memang wajib memberikan perlindungan kepada warganya termasuk kepada kaum perempuan. Apa yang dilakukan Bu Yohana telah membuktikan hadirnya negara untuk memberikan affirmative action yang memang dibutuhkan kaum perempuan selama ini.

Karena itu, kata Sarimaya, Srikandi PP m melalui jaringan organisasinya yang sudah berada di seluruh provinsi ini akan berupaya untuk membantu program Menteri PPA RI baik dari sisi penguatan program yang sudah ada maupun dari sisi memperbanyak jumlah Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan di tanah air.

“Kami akan memasukkan program Bu Yohana ini menjadi bagian dari program kami. Dan kami akan jadwalkan untuk bersilaturahmi dengan beliau dalam waktu dekat ini,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri PPPA RI Yohana Yembise meresmikan rumah perlindungan pekerja perempuan di kawasan industri di Kota Bintan, Kepulauan Riau, Senin (7/10/2019).

Rumah perlindungan pekerja perempuan ini merupakan program Kementerian PPPA hasil kerja sama dengan Bintan Industrial Estate (BIE). Di rumah tersebut, dibangun sejumlah fasilitas khusus untuk para pekerja perempuan di kawasan industri Kota Bintan.

“Dengan ini saya nyatakan rumah perlindungan pekerja perempuan Bintan Industrial Estate telah resmi dibuka,” kata Yohana sambil menggunting pita sebagai simbolis peresmian, Senin (7/10/2019).

Sejumlah fasilitas khusus yang dibangun untuk perempuan ini, misalnya, ruang konsultasi bagi siapa pun pekerja perempuan yang merasa mengalami kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, atau hal lainnya terkait isu perempuan.

Selain itu, ada pula ruang laktasi yang bisa digunakan para ibu untuk menyusui bayinya atau menyiapkan asi. Jika ada laporan dari pekerja perempuan yang mengalami diskriminasi, kekerasan, ataupun eksploitasi, laporan tersebut bakal ditangani oleh BIE bersama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Kementerian PPPA.

Yohana berharap, rumah perlindungan pekerja perempuan ini mampu menekan angka kekerasan perempuan di kawasan industri di Bintan.

Apalagi, mengingat jumlah pekerja perempuan di kawasan ini tercatat lebih banyak dibanding pekerja laki-laki.

“Kami harapkan ke depan semoga tidak terjadi kekerasan terhadap perempuan termasuk diskriminasi dalam segala bentuk terhadap perempuan yang bekerja di perusahaan ini karena jumlah mereka cukup besar yaitu sekitar 54 persen,” kata Yohana.

Untuk diketahui, rumah perlindungan pekerja perempuan telah dibangun Kementerian PPPA di lima kawasan industri. Selain kawasan industri Bintan, rumah tersebut juga dibangun di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung Kota Jakarta Timur; Karawang International Industrial City (KIIC) di Karawang, Jawa Barat; Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) di Kota Cilegon, Banten; dan Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. (Zul)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed