Ketum GEPENTA Minta Jangan Serang OPM, tetapi Selesaikan dengan Pembinaan  

Ketum GEPENTA Minta Jangan Serang OPM, tetapi Selesaikan dengan Pembinaan  

44
0

SEJAK penyerahan Irian Barat dahulu yang sekarang Provinsi Papua dan Papua Barat pada tahun 1963, yang kemudian di ikrarkan berdirinya Organisasi Papua Merdeka tanggal 1 Desember 1965 oleh Penjajah Belanda yang telah hengkang dari Indonesia dengan memanfaatkan rakyat Irian Barat dimana semua dana ditanggung secara rutin dari Belanda.

Setelah beralihnya Pemerintahan Presiden Sukarno kepada Jenderal Suharto, untuk memadamkan OPM dilakulan dengan GOM alias Gerakan Operasi Militer dengan mengedepankan keamanan atau security tetapi tidak juga padam bahkan semakin menderita rakyat papua, akibatnya semakin banyak rakyat yang pakai panah tertangkap tetapi yang bersenjata dapat melarikan diri walaupun banyak juga tertembak dan tertangkap.

Mengapa OPM tidak mau turun gunung karena tempat tinggal mereka secara turun temurun hidup sebagian besar dipegunungan, yang sudah maju memilih tempat tinggal di kota dan pesisir. Karena wilayah papua memang daerah pegunungan maka mereka lebih banyak tinggal di wilayah dingin itu. Kita terlalu lama mengambil strategi keamanan sehingga lupa akan adanya senjata pamungkas yaitu Pembinaan wilayah, pembinaan teritorial dan pembinaan masyarakat, senjata pamungkas memadamkan keinginan melakukan perbuatan kejahatan atau Kriminal.

Sebenarnya OPM itu tidak ada lagi rakyat berkeinginan untuk memisahkan diri dari NKRI, kita saja yang membesarkan mereka dengan memviralkan dan membeitakan kondisi yang meeugikan nama baik Indonesia, dan membanggakan periatiwa yang terjadi.

Sekarang yang perlu diambil langkah menyelesaikan separatis atau sebaiknya pelaku kriminal atau lebih tepat pelaku teror alias teroris. Melakukan pembunuhan supaya tidak dikaitkan dengan OPM tetapi mereka adalah teroris dan pelaku Kriminal atau pembunuh bersenjata. Mereka sebenarnya tidak ingin melakukan perbuatan itu, tapi karena untuk mengisi perut dan keluarganya mereka terpaksa melakukannya karena kalau tidak maka mereka tidak menerima dana uang dari pendana mereka di eropah atau ditempat lain dan tidak menutup kemungkinan ada yang berada di Indonesia.

Mengedepankan Prosperity/ Kesejahteraan akan dapat membuat rakyat papua tidak mau berbuat jahat membunuh dan itu bukan budaya mereka. Walaupun sering terjadi perang antar suku disana karena pelanggaran adat istiadat namun dapat diselesaikan apabila telah menyetujui musyawarah mufakat yang telah disetujui kedua belah pihak. Dengan budaya yang demikian itu sebenarnya Pemerintah dapat meniru teori budaya itu dengan pendekatan kesejahteraan.

Dengan mengedepankan prosperity kesejahteraan melalui pembinaan wilayah oleh Pemerintah Pusat dan Daerah maka akan tercipta aman damai ditanah papua. Menyiapkan daerah tertentu dibeberapa daerah yang dinginkan dibangun oleh Pemerintah menjadi pemukiman. Bangun rumah Honey rumah tradisi adat mereka. Menyiapkan lahan untuk ditanami pemerintah sagu, ubi dan pisang, serta disumbangkan juga ternak serta lahan pertanian.

Kemuadian dilakukan Pembinaan Teritorial oleh TNI fingsinya Puster TNI AD, untuk membina mereka cinta tanah air, dan melatih mereka Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) memberikan biaya pembentukan anggota Kamra atau sejenisnya. Sehingga tidak ada pembinaan lagi dari orang yang ingin meneruskan kekacauan di Papua.

Kemudian setelah ada penduduk di tempat itu maka Polri melakukan Pembinaan Masyarakat agar rakyat tidak mau melakukan perbuatan kejahatan pidana, terutama penganiayaan dan pembunuhan. Ketiga Instansi yang mempunyai tugas pembinaan itu dilakulan dengan serius dan efektif dan dengan penyiapan APBN dan APBD maka masalah papua akan dapat terselesaikan. (Abu Alvin)

Ketua Umum DPN GEPENTA “Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba, Tawuran dan Anarkis”

DR. Drs. Parasian Simanungkalit, SH.MH.I

Brigadir Jenderal Polisi (PURN.)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY