Korban Ahmadiyah Lombok Timur Mayoritas Perempuan

Korban Ahmadiyah Lombok Timur Mayoritas Perempuan

33
0

JAKARTA – Sebanyak 24 anggota Komunitas Ahmadiyah Dusun Grepek Tanak Eat, Desa Greneng, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat masih berada di Mapolres Lombok Timur. Mereka berada di Mapolres sejak rumah mereka dirusak massa, akhir pekan lalu.

Juru Bicara Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), Yendra Budiana mengatakan dari 24 pengungsi tersebut, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak.

“Ada 21 orang perempuan dan anak-anak, dan hanya tiga orang laki-laki. Sebagian suami mereka bekerja, dan berada di luar kota,” kata Yendra kepada CNN Indonesia.com, Senin (21/5)

Yendra mengatakan mereka berharap dapat kembali ke rumah mereka di Dusun Grepek Tanak Eat, dan menjalani hidup seperti biasa.

“Seperti yang dinyatakan oleh Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang yang menjamin untuk merehabilitasi kembali harta mereka,” kata Yendra.

Jemaat Ahmadiyah diserang oleh massa, pada Sabtu siang dan malam (19/5/2018) serta Minggu pagi (20/5/2018). Penyerangan yang dilakukan sebanyak tiga kali itu mengakibatkan delapan rumah rusak, empat sepeda motor hancur.

Menurut Yendra persoalan tersebut merupakan persoalan lama yang seharusnya bisa dicegah bila pemerintah daerah tak melakukan pembiaran.

“Tidak adanya penegakan hukum terhadap para pelaku, dan ada pembiaran sikap kebencian yang tumbuh subur,” katanya.

Yendra mengatakan saat ini ada seribuan anggota komunitas Ahmadiyah di Nusa Tenggara Barat yang merasa terancam.

“Data yang tercatat 1.000-an tapi mereka tak mau muncul karena merasa jiwanya terancam,” kata Yendra.

Dia berharap pemerintah segera menyelesaikan kasus perusakan terhadap rumah warga Ahmadiyah.

Sementara Penjabat sementara (Pjs) Bupati Lombok Timur, Ahsanul Khalik menegaskan pemerintah telah melakukan upaya penanganan warga Ahmadiyah yang mengungsi di Mapolres.

“Kami memprioritaskan penanganan bantuan kebutuhan pokok. Kami juga akan memenuhi kebutuhan pakaian, terutama untuk anak-anak usia sekolah. Sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” katanya, seperti dikutip dari Antara.

Ahsanul juga mengatakan kemungkinan pemerintah daerah memberikan bantuan dana untuk perbaikan rumah warga Ahmadiyah yang dirusak.

“Kondisi delapan unit rumah yang dirusak sudah dibersihkan oleh TNI Angkatan Darat, anggota kepolisian dan satuan polisi pamong praja,” ujarnya.

Ahsanul juga menegaskan bahwa penanganan proses hukum oleh polisi juga sudah dilakukan. Sebanyak 12 warga Ahmadiyah sudah dimintai keterangan.

Anggota Polres Lombok Timur juga sedang melakukan identifikasi terhadap para pelaku perusakan. Namun proses tersebut tidak bisa serta-merta dilakukan karena perusakan diduga dilakukan oleh banyak warga dalam satu desa.

“Untuk sementara, kondusivitas daerah dan penanganan saudara-saudara kita di penampungan yang menjadi prioritas, mereka harus terlindungi dan terpenuhi kebutuhannya,” katanya. (CnnIndonesia.com)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY