oleh

Lockdown Bisnis, Badan Buruh Pemuda Pancasila Apresiasi Apjati Pro Aktif Bantu PMI Cegah Tertular Wabah Corona

-Liputan-183 views

Jakarta, Srikandipp.com – Berbuat baik memang di samping harus dipercepat juga harus tepat sasaran. Pernyataan ini menjelaskan apa yang telah dilakukan Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) yang selama 2 bulan ini proaktif membantu Pekerjaan Migran Indonesia (PMI) dari kemungkinan tertular epidemi Covid-19. Hal ini menunjukkan kelas Apjati di bawah kepemimpinan Ketua Umumnya, Ayub Basalamah, di mana sebagai sebuah corporate peduli dengan mitranya, dalam hal ini PMI.

“Jujur saya harus katakan bahwa apa yang dilakukan Ketua Umum Apjati di era bisnis sepi penempatan di wilayah manapun baik Timur Tengah maupun Asia Pasifik, Pak Ayub justru tetap berada di garis terdepan sektor swasta dalam membantu mencegah PMI tertular dari wabah Corona di manapun mereka berada,” ujar Ketua Umum Badan Buruh & Pekerja Pemuda Pancasila, Jamaluddin Suryahadikuma dalam kiriman rilisnya dari Tegal, Jumat (17/4/2020).

Jamal menuturkan, dari sisi bisnis sebenarnya bantuan sosial ini masuk dalam kategori filantropi atau Corporate Social Responsibility (CSR) Apjati untuk membantu PMI.

Badan Buruh & Pekerja Pemuda Pancasila memang selama ini mencatat bahwa baru di era Pak Ayub-lah bisnis filantropi Apjati ini diberikan kepada kalangan PMI dan telah berjalan dengan cukup baik.

Jamal mengamati, bahwa sejak 2 bulan ini ini  Apjati memang sudah membantu pengiriman 1200 box Masker bagi PMI yang berada di Taiwan dan kedua saat ini juga Apjati membantu 50 Termometer Gun yang diberikan langsung ke Bu Menaker Ida Fauziah guna membantu Kemnaker dalam memeriksa PMI yang pulang dari Malaysia maupun wilayah Asia Pasifik dari kemungkinan mereka membawa virus Corona ini.

Ayub benar, bisnis penempatan memang terkena imbas kerugian yang besar, namun membantu PMI tentu tidak boleh ditunda karena sesungguhnya PMI itu merupakan asset bagi P3MI.

“Kami tertarik untuk bekerjasama dengan Pak Ayub karena visi dan misi beliau sesuai dengan misi Pemuda Pancasila” pungkas Jamal yang mantan anggota Satgas TKI terancam Hukuma Mati Era Presiden SBY ini.

Sebelumnya, seperti diberikan media, Ketua Umum Apjati, Ayub Basalamah khawatir dengan adanya kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar negeri ke kampung halaman sebagai dampak adanya kebijakan Lockdown di negara penempatan, di mana mereka diduga membawa pendemi virus Corona yang  bisa saja masuk melalui jalur kedatangan baik darat, udara maupun laut.

Karena itu, guna mengantisipasi kemungkinan PMI terjangkit pendemi Corona, Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) berusaha membantu pemerintah dalam menyediakan Alat Pelindung Diri (ADP) untuk pengetesan panas suhu tubuh yang dikenal dengan Thermometer Gun.

“Kami khawatir dengan nasib PMI yang dipulangkan oleh majikan dari Malaysia dan dari negara Asia Pasifik lainnya sebagai akibat kebijakan Lockdown. Karena itu, guna membantu pemerintah mendeteksi PMI yang pulang ke tanah air, hari ini Apjati menyumbang 50 alat pengetes panas suhu tubuh (Thermometer Gun) kepada Menteri Tenaga Kerja RI, Ida Fauziah di rumah dinasnya,” ujar Ketua Umum Apjati, Ayub Basalamah di Jakarta, Kamis (16/4/2020).

Menurut Ayub, sumbangan ini merupakan komitmen dan kepedulian Apjati untuk memastikan PMI yang pulang ke tanah air dalam keadaan sehat wal’afiat dan tidak terjangkit pendemi Corona. Ketum Apjati yang didampingi Sekjen, Kausar Tanjung pada kesempatan itu mengharapkan kepada Bu Menteri agar momentum penundaan PMI berangkat kerja ke luar negeri ini dimanfaatkan untuk melakukan upaya perbaikan dalam penempatan PMI ke luar negeri.

Menjawab permintaan Ketum Apati, Menaker Ida Fauziah mengucapkan terimakasih kepada Apjati yang telah membantu pemerintah dalam memerangi virus Corona di kalangan PMI.

“Bantuan ini sangat berarti bagi PMI. Kami akan berikan Thermometer Gun ini kepada petugas posko pemerikaan kedatangan PMI di daerah,” ujar Ida.

Ida juga menekankan, agar PMI yang berangkat nanti harus betul-betul telah mengikuti Protocol Covid-19 guna memastikan kesehatannya di damping kompetensi tentunya.

“Pemerintah akan ketat untuk menseleksi PMI yang akan berangkat kerja ke luar negeri,” tegasnya.

Sekjen Apjati, Kausar menambahkan, sebelumnya, Apjati juga sudah membagikan 120 boks kepada PMI yang berada di Taiwan. Bantuan diberikan oleh Kepala Divisi Taiwan Apjati, Yhonny pada bulan lalu dan diterima pejabat KDEI di Taiwan.

“Keselamatan dan kesehatan PMI baik yang belum berangkat, yang berada di luar negeri maupun yang pulang ke tanah air menjadi koncern Apjati. Kami akan terus mengawal kesehatan dan keselamatan PMI,” pungkas Kausar. (Zul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed