Makin Banyak Perempuan Jadi Korban, Ribuan Ibu Rumah Tangga Aksi Unjuk Rasa...

Makin Banyak Perempuan Jadi Korban, Ribuan Ibu Rumah Tangga Aksi Unjuk Rasa di Israel

15
0

TEL AVIV-– Ribuan perempuan Israel menggelar aksi protes menentang kekerasan dalam rumah tangga dan menyerukan agar pemerintah mengambil tindakan lebih tegas.

Diberitakan AFP, yang melansir media Israel, puluhan ribu orang bergabung dalam aksi unjuk rasa di Tel Aviv, pada Selasa (4/12/2018) malam.

Aksi unjuk rasa terjadi setelah dua perempuan dilaporkan tewas akibat tindakan kekerasan dalam rumah tangga pada pekan lalu, menjadikan jumlah perempuan yang terbunuh di Israel tahun ini mencapai 24 orang.

Aksi protes yang dilakukan para wanita Israel ini beragam, mulai dari mogok bekerja, menggelar demonstrasi di sejumlah kota, bahkan ada yang sampai memblokir jalan.

Mereka juga mengheningkan cipta sejenak untuk memperingati para korban tewas akibat KDRT di Israel.

“Bibi, bangun, darah kami tidaklah murah,” seru para pengunjuk rasa dalam aksi yang digelar di dekat pintu masuk Yerusalem, sambil mengoleskan cat merah ke jalan sebagai simbol darah korban KDRT. Bibi adalah panggilan akrab Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Netanyahu, pada Minggu (2/12/2018), menyebutkan kunjungannya baru-baru ini ke tempat perlindungan wanita dan mengumumkan akan memimpin komite pemerintahan untuk melawan kekerasan dalam rumah tangga.

“Kami akan menggelar rapat komite berkali-kali demi membawa masa depan yang lebih baik dan memberi harapan kepada para perempuan ini,” ujar Netanyahu kala itu.

Meski demikian, anggota oposisi Israel tetap menuduh pemerintah telah gagal dalam mendanai program yang telah ada dan disiapkan untuk menangani kasus KDRT.

“Ini semua masalah prioritas. Kantor-kantor kesejahteraan kini berada di ambang kehancuran,” kata Ksenia Svetlova dari Persatuan Zionis dalam sidang parlemen.

Menurutnya, anggaran sebesar 250 juta shekel (sekitar Rp 964 miliar) yang ditujukan untuk program penanganan KDRT tak kunjung cair. (tribunnews.com)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY