oleh

Menangkan Prabowo-Sandi, Tokoh Aceh Galang Pengumpulan Coin    

-Liputan-34 views

JAKARTA  – SEJUMLAH Tokoh Aceh yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Aceh Serantau (GEMAS) menggalang pengumpulan coin dan beras untuk mendukung upaya pemenangan Calon Presiden dan Cawapres Prabowo-Sandi. Penggalangan bantuan logistik berupa coin dan beras dari masyarakat Aceh Serantau ini nantainya jika sudah terkumpul akan dibelikan emas batangan.\
“Kami sudah mulai penggalangan coin dan beras sejak Minggu lalu ketika launching GEMAS di Seknas Prabowo Sandi Jalan HOS Cokraminoto, Menteng, Jakarta Pusat,” ujar DR. TB Massa, salah seorang pembina GEMAS dalam wawancara telefon, Jumat (22/3/2019).
Menurut Massa, gerakan pengumpulan ini dimulai di seluruh warga Aceh di serantau baik yang berada di Jabodetabek, dan daerah lain di seluruh Indonesia. Termasuk wara Aceh yang berada di Malaysia, Timur Tengah, Amerika Serikat dan negara lainnya.
Dosen Pasca Sarjana UNAS ini menambahkan, saat ini penggalangan dana sudah dilakukan di pasar-pasar di Jabodetabek di mana pedagang Aceh banyak yang berjualan.
Terkait aspirasi masyarakat Aceh jika Prabowo-Sandi dipercaya jadi pemimpin 2019-2014, Massa menegaskan agar Pemerintah Prabowo Sandi, tidak mengulangi kesalahan yang sama, seperti pengalaman pemerintahan masa lalu. Relasi Islam dan negara hendaknya dibangun dalam pola akomodatif-integratif. Pola antagonis justru akan memperlemah integrasi bangsa ini. Tidak mungkin negara Indonesia kuat, jika negara memusuhi atau meminggirkan umat Islam  baik secara politik, ekonomi dan kultural. Diharapkan hubungan islam dan negara lebih harmonis. Hal ini sangat perpeluang, dimana Prabowo Sandi mendapat dukungan hasil itjihad ulama.
Massa menambahkan, pola relasi akomodarif-integratif islam dan negara, juga akan memberi efek kepada pada tingkat lokal, khususnya daerah istimewa aceh. Dengan demikian,  pelaksanaan syariah islam di aceh bisa berkembang lebih kondunsif. Dampak jangka panjang justru semakin memperkuat integrasi nasional. Ke-binika-tunggal-ikaan harus dipandang dari perspektif NKRI yang lebih visioner, terbuka, modern, dalam semangat baru.
Di tempat terpisah, Prof. Nazarudin, tokoh Aceh yang  mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), ini mengkritik kebijakan pemerintah pusat yang selama 70 tahun ini tidak membangun Aceh secara utuh. Dia menilai Aceh itu ada 3 bagian, wilayah Pesisir Timur, Pesisir Barat dan Aceh Pedalaman.
“Selama 70 tahun pembangunan di Aceh tidak seimbang. Selama ini pembangunan berkonsentrasi di Pesisir Timur dan Pesisir Barat saja sementara pedalaman Aceh seperti Gayo tidak banyak tersentuh. Soal ketertinggalan ini tidak boleh lagi terjadi pada era Prabowo-Sandi nanti,” tegas Nararuddin.
Menyinggung soal Tol Laut Presiden Jokowi, Nazarudin menegaskan Pelabuhan Belawan, Langsa, Meulaboh, dan Lhouksemauwe selam ini belum mendapat perhatian.
Hal lain, lanjut Nararudin, juga pembangunan tol darat di era Jokowi baru akan dibangun tahun 2025 rencananya. Untung kita punya Gubernur Irwandi yang nekad akad membangun Tol dari Banda Aceh ke Sigli tahun depan.
“Kita optimis Indonesia dan Aceh akan lebih maju dibangun di bawah kepemimpinan Prabowo-Sandi. Indonesia harus dibangun oleh pemimpin yang cerdas, berani, berintegritas dan  memiliki kepedulian untuk mengangkat nasib pribumi,” pungkasnya.
Para tokoh Aceh yang hadir pada saat Deklarasi GEMAS yaitu Prof. Dr. Nazaruddin Sjamsuddin, MA, akademisi, dan  mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Tengku Ansufri Idrus Sambo (Ustadz Sambo), Habib Mushis Ahmad Alatas, Sekjen Forum Musyawarah Majelis Bangsa Indonesia dan Penasehat DPP FPI, Dr. Hilmi Bakar, pakar ekonomi dan pakar Islam kontemporer,  Mayjend (Purn) TNI Soenarko, Mantan Panglima Iskandar Muda dan  Danjen Kopassus, dan akademisi DR. TB Massa. (Fadel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed