oleh

Mudik ART yang Berujung Pada Keakraban Keluarga

SPP.com – Walaupun Lebaran menjadi hal yang paling ditunggu oleh masyarakat, tapi tak menutupi ada masalah klasik yang selalu dihadapi tiap kali Libur Lebaran. Yaitu, mudiknya para asisten rumah tangga.

Ketua Bidang Ekonomi, UMKM dan Tenaga Kerja, Srikandi Pemuda Pancasila, Inge Bunga Vanda Suprayogi, SE menyatakan banyak cerita dari ibu-ibu sahabat Srikandi yang mendapat masalah karena mudik. Tapi akhirnya bisa menyelesaikan dengan cara mereka masing-masing.

“Salah satu masalah yang kerap menghantui banyak keluarga saat Lebaran adalah mudiknya para asisten rumah tangga. Mudiknya asisten rumah tangga ke kampung halaman masing-masing membuat banyak ibu rumah tangga jadi kewalahan,” kata Inge, kepada SPP.com, Sabtu (14/5/2022).

Menurut survei yang dilakukan kepada 100 rumah tangga kelas menengah di Jakarta, sebanyak 95 persen keluarga akan ditinggalkan sementara oleh asisten rumah tangganya.

Temuan ini juga mengungkapkan bahwa mayoritas asisten rumah tangga yakni, 80 persen akan mudik selama tujuh hari atau lebih. Sedangkan sekitar 20 persen, akan mudik selama 10 hari atau lebih.

“Pulangnya asisten rumah tangga selama beberapa hari ini tentunya membuat pekerjaan ibu rumah tangga jadi bertambah banyak. Sekalipun libur kerja, namun mereka tetap tak bisa murni liburan. Mereka tak libur di rumah. Mereka harus jadi asisten rumah tangga dadakan. Mereka masak,cuci piring, setrika(ini yang paling sulit), sapu sapu dan memberikan makan binatang ternak,” ungkapnya.

Ditambah, pada masa libur Lebaran ini, pelaku usaha laundry banyak yang meliburkan diri karena tenaga kerja mereka juga pulang kampung. Kalaupun ada yang buka, kapasitasnya sudah penuh sekali.

Ketua bidang Ekonomi, UMKM dan Tenaga Kerja, Srikandi Pemuda Pancasila, Inge Bunga Vanda Suprayogi, SE | Foto: Humas SPP

“Tugas ini tentunya tak mudah. Hanya saja, kenyataannya, banyak ibu rumah tangga yang ternyata sudah siap menanggung risiko ini,” ungkapnya lagi.

Survei mengungkapkan bahwa 75 persen ibu rumah tangga akan mengerjakan sendiri pekerjaan rumah tangga mereka. Sebenarnya, mengerjakan pekerjaan “si mbak” ini bukanlah pekerjaan yang sulit. Karena pada dasarnya, semua pekerjaan yang dilakukannya adalah pekerjaan dasar yang harus bisa dilakukan semua ibu.

“Hanya saja, seringkali ibu bekerja tak bisa melakukan semuanya sendirian karena tak cukup waktu. Akan tetapi, momen mudiknya si mbak ini bisa jadi waktu untuk Anda untuk ‘mengurus rumah kembali’ setelah sekian lama sibuk bekerja,” kata Inge.

Sementara, 20 persen di antaranya mengatakan akan mempekerjakan tenaga bantuan atau infal. Sedangkan 10 persen dari mereka akan meminta bantuan anggota keluarga yang lain untuk mengerjakan pekerjaan rumah selama ‘si mbak’ mudik.

“Cara ini juga terbilang tepat untuk kembali mengakrabkan anggota keluarga satu sama lain. Anak anak mulai belajar bagaimana sulitnya si mbak bekerja selama ini. Muka mereka kadang kesal dan masam tapi terlihat indah karena pembelajaran menjaga rumah bersih dan nyaman pembelajaran. Saat si mbak mudik lah mereka belajar hidup untuk membersihkan tempat tidur, cuci piring dan lain lain. Main game dan nonton TikTok pun berkurang,” ujarnya.

Ia menyatakan momen mudik terasa indah karena semua dengan masalah masing masing tapi bisa ada hikmah di belakang nya.

“Semoga semua Srikandi mendapatkan keunikan mudik dan bahagia berkumpul dengan keluarga. Kami dari bidang Ekonomi UMKM dan tenaga kerja mengucapkan. Selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan bathin,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.