Pakar Sebut Perempuan Pegang Peran Strategis dalam Pembangunan Era Digital

Pakar Sebut Perempuan Pegang Peran Strategis dalam Pembangunan Era Digital

17
0

MALANGTIMES – Pakar studi wanita, Pusat Studi Gender Universitas Brawijaya Malang, Prof. Dr. Keppi Sukesih, MS, menyebut jika perempuan memegang peran strategis dalam pembangunan di era digital seperti sekarang. Namun ketika ada pemahaman yang salah, maka bahaya dapat ditimbulkan secara masif.

Menurutnya, di era keterbukaan seperti sekarang ini ada banyak informasi yang bisa diperoleh dengan mudah. Perempuan sebagai ibu rumah tangga tentu memiliki peranan lebih. Terutama saat memberi pemahaman kepada anak terkait kabar yang banyak beredar. Artinya, sebelum memberi pemahaman kepada keluarga, maka pemahaman dari ibu atau kalangan perempuan harus pada jalurnya.

“Intinya, perempuan tidak boleh menelan mentah informasi yang ada. Karena jika demikian, maka akan berdampak secara berkepanjangan. Bukan hanya pada lingkungan rumah dan dia tinggal saja, tapi negera bisa saja terpengaruh,” katanya pada wartawan belum lama ini.

Menurutnya, untuk menciptakan peran strategis perempuan di era digitalisasi, maka diperlukan sebuah langkah khusus untuk menciptakan masyarakat melek media. Diantaranya menjadikan budaya digitalisasi dengan benar seperti mengunggah kegiatan positif dan tidak menebar kata-kata kebencian saat bermedia sosial. Selain itu menyaring informasi sebelum kemudian disebar luaskan, meski hanya dalam lingkup yang kecil sekalipun.

Karena melek media dengan tidak menelan informasi mentah-mentah, lanjutnya, akan mampu memberi dampak secara signifikan bagi perkembamgan anak-anak sebagai generasi penerus. Pola pikir yang ditancapkan kepada setiap anak pun jelas memiliki karakter yang jauh berbeda antara satu keluarga dengan yang lain.

“Maka perlu yang namanya persamaan visi dan misi untuk menjaga anak-anak dari sisi negatif era digitalisasi,” imbuhnya lagi.

Tak hanya itu, ia juga menilai jika pergerakan perempuan melalui berbagai lembaga sangat diperlukan. Salah satunya untuk mengawal pembangunan di masing-masing daerah. Sehingga, ada baiknya jika setiap daerah di Indonesia memiliki lembaga khusus perempuan yang tentunya bergerak untuk kebutuhan mengawal kemajuan, seperti di bidang pendidikan dan kesehatan misalnya.

“Dari dulu, perempuan selalu dilibatkan dalam aspek pendidikan dan kesehatan. Maka perlu yang namanya peran serta perempuan untuk mengawal pembangunan. Salah satunya seperti mengawal pendidikan gratis 12 tahun di Kota Malang, atau layanan kesehatan yang mumpuni bagi seluruh masyarakat di kota pendidikan ini,” pungkasnya.  (www.malangtimes.com)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY