Partisipasi Perempuan Milenial dalam Politik Masih Minim

Partisipasi Perempuan Milenial dalam Politik Masih Minim

222
0
Politisi muda PDIP Kirana Larasati dalam acara diskusi di Jalan Ciungwanara, Kota Bandung, Sabtu (9/2/2019). (Faqih Rohman/ayobandung.

BANDUNG POLITISI muda PDIP, Kirana Larasati mengatakan keterlibatan perempuan generasi milenial Indonesia dalam dunia politik saat ini masih sangat rendah. Sehingga perlu untuk didorong lagi agar suara-suara mereka bisa didengar oleh pemerintah dan wakil rakyat.

Menurutnya, perempuan Indonesia perlu didorong agar lebih aktif dan terlibat langsung dalam proses politik. Dengan demikian, suara-suara perempuan bisa terwakili.

“Suara perempuan dan kaum milenial cukup berpengaruh dalam dunia politik. Diharapkan kepedulian politik dari kalangan milenial dan perempuan bisa meningkat sehingga mereka mengetahui pentingnya berpolitik,” ujarnya dalam acara diskusi di Jalan Ciungwanara, Kota Bandung, Sabtu (9/2/2019).

Menurut dia, ketidakpahaman perempuan pada dunia politik hanya dimaknai terkait dengan kekuasaan dan jabatan saja. Padahal, lebih dari itu suara mereka berperan penting dalam menentukan masa depan bangsa dan negara ini.

“Laki-laki tidak segampang itu memahami kebutuhan perempuan dari masalah reproduksi, kesehatan perempuan, kekerasan seksual, KDRT. Dan mengharapkan suara kami didengar tidak mudah,” katanya.

Sementara itu, akademisi Universitas Padjajaran, Antik Bintari, mengatakan isu kesetaraan gender sekarang ini sudah banyak diangkat. Bahkan pada pemerintahan saat ini terdapat sembilan menteri dari perempuan.

“Isu kesetaraan gender sudah banyak diangkat pada pemerintahan sekarang, meskipun banyak tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” jelasnya.

Dia menuturkan, banyak kendala yang dihadapi perempuan untuk berkiprah dalam politik, di antaranya struktural, sosial, institusional, dan budaya.¬† “Sosial tidak punya logistik dan akses yang kurang. Institusional dari peraturan dan perundangan belum banyak berpihak pada perempuan, dan budaya patriarki yang banyak menganggap aneh perempuan dalam politik,” terangnya.

Ketua Perempuan Milenial Sahabat Rakyat Indonesia Kota Bandung, Sari Lestia, mengajak perempuan agar melek dan sadar politik. Terlebih saat ini, banyak menteri yang berasal dari kaum perempuan.

“Ayo kaum perempuan ikut andil berpartisipasi dalam politik Pemilu 2019. Targetnya nanti perempuan milenial agar lebih greget agar mereka bisa lebih ikut partipasi dan meramaikan pemilu ini,” kata dia. (ayobandung.com)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY