oleh

Pemda DKI Jakarta Ajak Rame-Rame Warga Ke TPS

-Liputan-10 views

BOGOR – JELANG pelaksanaan Pemilihan Umum serentak yang jatuh pada hari Rabu 17 Apri 2019, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik  DKI Jakarta menggelar kegiatan pendidikan politik bagi perempuan.
“Saya harapkan ibu-ibu ajak seluruh keluarga, teman dan kerabat untuk jangan lupa ikut mencoblos ke bilik suara untuk memilih pemimpin masa depan Indonesia,” ujar Plt. Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si di depan ratusan perempuan di Hotel Ria Diani, Mega Mendung, Jawa Barat, Kamis (4/4/2019).
Berbicara dalam kegiatan bertema “Peningkatan Kapasitas Perempuan di Lembaga Politik  Dalam Rangka Kesetaraan Gender Angkatan III Tahun  2019,” Taufan Bakri, M.Si mengatakan, partisipasi politik warga Jakarta penting untuk selalu diingatkan agar jangan mengambil libur nasional pada hari pencoblosan. Pasalnya, ada 2 hari libur nasional yaitu tanggal 17 hari pencoblosan dan tanggal 19 hari wafatnya Isa Al Masih yang jatuh hari Jumat.
Bagi kelas menengah Jakarta yang jumlahnya ada 350 ribu orang, kata Taufan, diminta untuk tidak pergi berlibur long weekend dulu. Karena itu, kepada keluarga besar ibu-ibu yang dari kelas menengah ke atas diminta agar tunda dulu liburannya karena pentingnya hajatan lima tahun sekali ini.
Taufan menjelaskan, UU Politik No. 7 Tahun 2017 mengamanatkan agar kaum perempuan memilih caleg kaum perempuan baik yang duduk di DPRD maupun DPR RI.
“30 persen kuota perempuan harus diisi oleh kaum perempuan. Saat ini kuotanya masih belum terpenuhi,” paparnya.
Taufan menambahkan, yang mengerti masalah perempuan seperti kebutuhan sembako, masalah rumah tangga hingga biaya pendidikan anak itu adalah kaum perempuan. Karena itu, dukunglah Caleg perempuan agar aspirasi perempuan ada yang memperjuangkannya.
“Taufan menjelaskan sebagai ANS, Kesbangpol DKI Jakarta selama ini memfasilitasi dengan baik kedua pasangan calon presiden. Jadi kalau nanti ada kotak suara yang dibawa mobil Satpol PP dan Genmor jangan dibilang ANS Pemda DKI tidak netral. Permintaan mobil itu memang diminta oleh KPU karena KPU tidak  memiliki kendaraan untuk angkut kotak suara,” katanya.
Pada kesempatan itu, Taufan meminta agar para peserta selama dalam kegiatan ini terus meningkatkan pemahaman dan kapasitas diri terkait dengan aturan pelaksanaan Pemilu Tahun 2019 dengan baik, sehingga dalam pelaksanaan Pemilu nanti dapat berjalan dengan baik dan lancar, tanpa terkendala sesuatu permasalahan yang berarti.
Taufan juga mengharapkan, meski beda pilihan namun tetap mengedepankan kesatuan dan persatuan. Dan persatuan itu agar terjaga dengan baik jika  kita menjauhi politik SARA (Suku, Ras, Agama dan Antar Golongan) dan Hoax serta ujaran kebencian demi terciptanya Pemilu Tahun 2019 di Provinsi DKI Jakarta yang Damai, Demokratis dan Bermartabat.
Terkait, politik uang, Taufan meminta  agar ibu-ibu menolak Politik Uang dengan bijak. “Ingat, jangan gadaikan masa depan bangsa Indonesia dengan politik transaksi,” gugah Taufan.
Sementara itu, dalam laporan kegiatannya, Kasubdit Pendidikan dan Budaya Politik,  Handoko K.M., mengatakan kegiatan ini diikuti 110 orang dari berbagai ormas perempuan di Provinsi DKI Jakarta seperti  Wanita Kristen Indonesia,  Kemala Polda Metro Jaya, Wanita Katholik, dan Wanita Swadiri. (Zul dan Endi).
 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed