oleh

Pendampingan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Alami Kenaikan  

-Liputan-61 views

Semarang, Srikandipp.com – Kekerasan pada perempuan dan anak terus menjadi hal yang menjadi perhatian Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Semarang.

Dalam 3 tahun terakhir, pihaknya telah melakukan pendampingan kasus terkait perempuan dan anak yang cenderung terus mengalami kenaikan.

Menurut datanya, kekersan perempuan dan anak di tahun 2017 yang didampinginya sebanyak 49 kasus. Untuk di 2018 sebanyak 58 kasus dan yang terakhir 2019 sebanyak 73 kasus.

“Data itu terbilang meningkat jika dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ucap Rara Ayu usai kegiatan Launching Data LBH APIK Semarang tahun 2019 di Gedung Monod Diephuis & Co, Kota Lama Semarang, Kamis (23/1/2020).

Raden Rara Ayu Hermawati Sasongko merinci, 73 kasus tersebut terdiri atas 13 kasus perdata, 3 kasus pidana, 1 kasus pidana dan perdata, 53 kasus yang melakukan konsultasi hukum, 2 kasus yang diselesaikan secara mediasi, dan 1 akses pelayanan publik.

“Untuk jenis kekerasan beragam. Seperti Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), Kekerasan Seksual terhadap Anak, Kekerasan dalam Pacaran, Kekerasan Seksual, dan Incest,” tambahnya.

Apa pula jenis kasus yang berupa Pemerasan dan Penipuan, Penipuan, Pencurian, Human Traficking, Narkoba,

Kekerasan Fisik dan Pencemaran Nama Baik, Pemalsuan Dokumen, Pencemaran Nama Baik dan Pemalsuan Dokumen, Sengketa Tanah, Perselisihan Hubungan Industrial.

“Dari macam-macam kasus tersebut, yang paling banyak ia dampingi adalah jenis kekerasan KDRT yang mencapai 37 kasus. Korbannya adalah perempuan,” katanya.

Dalam pendampingannya, LBH APIK juga bersinergi dengan beberapa pihak, seperti Posko Paralegal, LRC KJHAM, Ombudsman RI Perwakilan Jateng, Kemenkumham Jateng, Penghubung Komisi Yudisial Wilayah Jateng, DP3AKB Jateng, pihak kepolisian, serta masih banyak yang lainnya.  (ayosemarang.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed