Peran Kesbang dalam Merekatkan Persatuan Umat Jelang Asean Games 2018

Peran Kesbang dalam Merekatkan Persatuan Umat Jelang Asean Games 2018

18
0

CISARUA – JAKARTA merupakan miniatur bagi daerah-daerah lainnya. Apabila terjadi sebuah peristiwa, sebagai ibu kota Negara maka dengan segera akan tersebar ke seluruh pelosok negeri. Hal ini karena Jakarta adalah pusat pergerakan segala bidang khususnya segmen media informasi dimana sebagian besar berada di wilayah kota Jakarta.

Segala kondisi rawan yang menjadi penyebab kekacauan akan menjadi ancaman bagi keamanan dan stabilitas bangsa. Contoh kecilnya adalah persoalan-persoalan aktual pasca pelaksanaan Pilkada Jakarta setidaknya menjadi dinamika warna politik bagi masyarakat kota-kota lainnya dan akibatnya akan memberi pengaruh psikologi ke daerah-daerah lainnya. Tentunya media dalam hal ini memiliki peran penting sebagai penyalur informasi.

Namun,  kehadiran kesbangpol menginisiasi kegiatan dialog rutin untuk peningkatan umat beragama adalah sebuah langkah kongkrit yang solutif. Seperti halnya yang dilakukan sekarang ini, yakni “Dialog Interaktif Kerukunan Umat Beragama Angkatan VII Tahun 2018” di Cisarua, Bogor, Kamis (2/8/2018).

Sementara itu, sinergitas agenda nasional yang akan digelar dalam waktu dekat ini yakni, pagelaran Asean Games, Pileg dan Pilpres membutuhkan banyak tenaga dalam bersatu guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. “Persoalan-persoalan aktual yang terjadi di wilayah kota Jakarta menjadi gambaran umum bagi semua pihak untuk menjaga masing-masing lingkungan demi terciptanya keamanan dan kedamaian kota Jakarta yang mengharuskan setiap masyarakat mengambil peran,” kata Drs. Taufan Bakri, M.Si selaku Plt Kesbangpol DKI Jakarta.

Sebagian persoalan aktual yang dimaksud yakni adanya kesenjangan ekonomi, dinamika politik yang memiliki potensi suhu lebih meningkat menjelang Pileg dan Pilpres, serta euphoria demokrasi akan menjadi warna yang menghiasi kehidupan bangsa dalam jelang masa pelaksanannya.

Begitu  pula dengan pudarnya toleransi yang terjadi akhir-akhir ini, sebagian kelompok masyarakat yang menuangkan aspirasi melalui demonstrasi-demonstrasi bisa menimbulkan ancaman keamanan. Apa bila peristiwa seperti ini sulit diantisipasi jauh sebelumnya maka akan mengganggu ketertiban proses agenda nasional yang sebentar lagi akan digelar. Nama baik bangsa akan menjadi taruhannya. Keberhasilan pelaksanaanya akan menjadi catatan sejarah bagi rakyat Indonesia.

Pada kegiatan ini, Kesbangpol menghadirkan pemateri-pemateri yang professional yang handal dan memiliki kapabilitas yang tidak diragukan lagi untuk mennguatkan wawasan peserta yang merupakan stake holder dari berbagai utusan lembaga-lembaga yang ada di DKI Jakarta. Kehadiran AKBP Sodiran dari Polda Metro Jaya, Mualif ZA, Sekertaris Komisi DPRD DKI Jakarta sebagai politisi serta Prof. Dr. Hafid Abbas dari akademisi Guru esar UNJ memberi ruang transformasi wawasan kepada para peserta.

Antusias para peserta dengan para pemateri menjadi salah satu unsur penilaian  bahwa kegiatan yang dirancang oleh Kesbangpol DKI Jakarta untuk merekatkan berbagai masyarakat Jakarta yang heterogen adalah salah satu cara yang tepat untuk menjaga kerukunan umat beragama dan mencegah munculnya intoleransi dengan berbagai potensi efek di tengah-tengah masyarakat plural.

Sementara itu, sebanyak 110 peserta yang hadir menyambut positif kegiatan ini dan menyampaikan segala persoalan yang terkait yang terjadi di lingkungan mereka kepada pada Narasumber untuk kemudian secara bersama mendapatkan solusinya. (Thin Rose)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY