Perempuan Berpendidikan Cegah Anak Indonesia Jadi Miskin

Perempuan Berpendidikan Cegah Anak Indonesia Jadi Miskin

196
0
Sejumlah siswa berbaris memasuki kelas pada saat hari pertama masuk sekolah di Taman Kanak-kanan (TK) Al Falah, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (16/7). Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2018-2019 dimulai secara serentak di Indonesia pada Senin 16 Juli dan diisi dengan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

ANAK-ANAK Indonesia lebih berisiko kurang sejahtera jika tidak ada sosok perempuan berpendidikan dalam keluarga. Menurut laporan hasil studi terbaru di Indonesia, perempuan dipandang sebagai sosok penting dalam mengatasi kemiskinan multidimensi pada anak.

Dalam laporan terbaru yang dikeluarkan oleh lembaga penelitian SMERU, terungkap bahwa prevalensi atau tingkat kelaziman anak miskin semakin kecil ketika tingkat pendidikan perempuan dewasa dalam keluarga semakin meningkat. Anak-anak lebih berisiko menderita deprivasi multidimensi ketika tidak ada sosok perempuan dewasa yang berpendidikan dalam sebuah rumah tangga.

Deprivasi, dalam hal ini, dimaknai sebagai kekurangan atas sesuatu yang dianggap penting bagi kesejahteraan psikologis.

“Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang perempuan dewasa dalam sebuah keluarga, semakin berdampak positif terhadap kesejahteraan anak,” kata Luhur Bima, peneliti senior SMERU, kepada¬†ABC¬†pekan lalu.

Hasil survei SMERU yang diterbitkan Januari 2019 ini menunjukkan, pada rumah tangga dengan perempuan tanpa penididikan formal, jumlah anak usia 0-23 bulan yang dikategorikan miskin sebanyak 25,71 persen. (republika.co,id)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY