Perempuan di Saudi Dilarang Menikah Karena Pasangannya Seorang Pemain Musik

Perempuan di Saudi Dilarang Menikah Karena Pasangannya Seorang Pemain Musik

60
0

UNAIZAH SEBUAH cinta menyedihkan dialami seorang perempuan Arab Saudi yang tidak diizinkan untuk menikahi pujaan hatinya hanya karena pria itu memainkan alat musik.

Diwartakan media lokal, kisah itu dimulai dua tahun lalu saat seorang guru sekolah berusia 20 tahun melamar seorang wanita di Kota Unaizah, Provinsi Qassimm, namun, keluarga wanita itu menolak mengizinkan keduanya menikah. Laki –laki itu dianggap tidak cocok secara agama dengan si wanita karena dia memainkan oud, sejenis alat musik seperti lute yang populer di negara-negara Arab.

Di beberapa wilayah di Arab Saudi, orang yang memainkan musik dinilai memiliki reputasi yang buruk.

Meski begitu, perempuan itu tidak begitu saja melepaskan keinginannya untuk menikah dengan sang kekasih hati dan membawa kasus ini ke pengadilan. Tetapi, keputusan pengadilan justru membuatnya kecewa.

“Karena pelamar memainkan alat musik dia tidak cocok untuk wanita dari sudut pandang agama,” demikian pernyataan dari pengadilan yang dilansir RT, Kamis (4/10/2018).

Paman wanita itu menyetujui pernikahannya dengan sang lelaki, namun salah satu saudara laki-lakinya tetap menghalangi. Para wanita di Arab Saudi masih memiliki hak terbatas meskipun ada reformasi ambisius yang didorong oleh Putra Mahkota Mohammad bin Salman.

Terlepas dari aturan berpakaian ketat, wanita harus meminta izin dari wali mereka untuk menikah atau bercerai.

Perempuan berusia 38 tahun itu bahkan mengajukan kasusnya ke pengadilan banding, tetapi kembali kalah di sana. Meski begitu, dia menyatakan tidak akan menyerah dan berhenti berusaha menikah dengan pria itu.

Kepada surat kabar Okaz, dia menyatakan akan membawa kasus ini ke pengadilan tertinggi di kerajaan teluk itu.

“Aku tidak akan berhenti di sini. Saya akan membawa masalah ini ke Mahkamah Agung. Mungkin saya akan menemukan penyelamatan saya di sana, “katanya.

Perempuan yang memegang posisi eksekutif di perusahaan dan membawahi lebih dari 300 orang, bersikeras bahwa dia “sangat yakin” dia tahu “apa yang terbaik” untuknya.

“Alasan mengapa saya bersikeras menikahi pelamar saya adalah bahwa dia telah menjadi guru selama 20 tahun dan semua orang yang mengenalnya menjamin kehormatan dan kesalehannya,” katanya. (okezone.com)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY