Perempuan Saudi yang Viral Terima Suaka dari Kanada

Perempuan Saudi yang Viral Terima Suaka dari Kanada

206
0
Rahaf Mohammed Alqunun (tengah) bersama Menlu Kanada Chrystia Freeland (kanan) saat tiba di Toronto Pearson International Airport, Sabtu (12/1).
BANGKOK -KANADA akan memberikan suaka kepada remaja perempuan berusia 18 tahun bernama Rahaf al-Qunun, yang melarikan diri dari keluarganya karena mengaku disiksa.

Kepala Kantor Imigrasi Polisi Thailand, Surachate Hakparn, mengatakan al-Qunun, Jumat (11/1) sore, menuju ke Toronto dengan perhentian di Seoul menaiki pesawat Korean Airlines dari tempatnya berada sekarang di Bangkok.

Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau mengonfirmasi negaranya memberikan suaka kepada al-Qunun dan menyatakan remaja itu memutuskan untuk tinggal di negara Kanada. Beberapa negara termasuk Australia, telah berbicara dengan badan pengungsi Perserikatan Bangsa-bangsa (UNHCR) untuk menerima permintaan suaka dari al-Qunun.

Trudeau mengatakan Kanada dengan senang hati menerima suaka al-Qunun. “Kanada adalah negara yang memahami betapa pentingnya membela hak asasi manusia dan membela hak-hak perempuan di seluruh dunia,” kata Trudeau.

Kabar itu datang menyusul kebingungan sebelumnya perihal penempatannya. Hakparn mengatakan al-Qunun telah ditawarkan suaka baik oleh Australia dan Kanada, tapi kemudian dia meminta pernyataannya ditarik kembali. Menambah ketidakpastian kasus itu, akun Twitter yang dipakai al-Qunun untuk meminta suaka, telah dinon-aktifkan.

Al-Qunun tiba di Bangkok pada Sabtu (5/1) lewat penerbangan dari Kuwait setelah melarikan diri dari keluarganya. Dia mengaku takut dibunuh karena telah meninggalkan Islam.

Al-Qunun ingin pergi ke Australia untuk meminta suaka, namun tertahan di Bangkok saat pesawatnya transit di sana. Saat di Bangkok, dia membarikade dirinya dalam sebuah ruangan kamar hotel di bandara internasional Bangkok karena pihak imigrasi Thailand ingin mendeportasinya kembali ke Timur Tengah.(Beritasatu.com)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY